Sidang Klasis Dan Transformasi Pelayanan

Number of View: 0

Minggu keempat bulan Februari 2019 menandai dimulainya Sidang-sidang Klasis sebagai salah satu siklus tahunan di Gereja Protestan Maluku, setelah pelaksanaan Sidang-sidang Jemaat.

Agenda Sidang-sidang Klasis di tahun 2019 ini dimulai dari Klasis GPM Kairatu dan Klasis GPM Seram Utara Barat, tanggal 24 – 25 Februari 2019.

Sidang Ke-48 Klasis GPM Kairatu dihadiri oleh Pdt. A.J.S. Werinussa, berlangsung di gedung gereja Yabok, Jemaat GPM Uraur. Sedangkan Sidang Ke-3 Klasis GPM Seram Utara Barat berlangsung di gedung gereja Elim, Jemaat GPM Horale, dihadiri oleh Pdt. H. Siahaya, S.Si., (Anggota MPH Sinode GPM) bersama Pdt. V. Untailawan, M.Th dan Pdt. A. Latupeirissa, S.Th.

Pdt. Max Syauta saat pemberitaan firman dalam ibadah pembukaan Sidang Klasis GPM Kairatu menegaskan bahwa aktifitas pelayanan hendaknya dimengerti sebagai sarana pewartaan kasih, pertobatan dan transformasi sosial. Demikian juga sidang-sidang gerejawi harus dimaknai sebagai peristiwa iman yang membimbing kepada pertobatan dan sarana untuk mendorong dan menggerakan transformasi sosial. Karena itu setiap keputusan sidang harus berdampak kepada penguatan umat, kepada kemanusiaan dan lingkungan. Sebagai elemen civil society, gereja telah berperan signifikan dalam

proses-proses transformasi sosial. Tetapi dengan memperhatikan kenyataan masyarakat/umat sekarang ini yang cenderung membelakangi nilai-nilai etik, moral dan spiritual dalam hidup sehari-hari, termasuk dalam praktek beragama, maka gereja juga membutuhkan pertobatan total, agar gereja mampu tampil sebagai agen pembaru.

Sidang ke-48 Klasis GPM Kairatu diikuti oleh 178 peserta dari 32 jemaat, terdiri dari Peserta Biasa sebanyak 137 orang dan Peserta Luar Biasa sebanyak 41 orang.

Acara resepsi pembukaan sidang dihadiri juga oleh Bupati SBB bersama sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah [OPD] Kab. SBB.
Ketua Klasis GPM Seram Barat sebagai Koordinator Klasis-klasis GPM se-Kab. SBB, Camat Kairatu dan perangkat Desa Uraur.

Ketua Panitia Sidang Klasis, Sdr. S. Makailipessy, S.Pd., dalam laporannya menegaskan bahwa Sidang Klasis hendaknya tidak dipahami semata-mata sebagai agenda konstitusional, tetapi harus dilihat pula sebagai peristiwa iman. Kita hadir di persidangan ini karena iman, bukan sekedar tuntutan organisasi. Kita berjumpa disini sebagai orang-orang beriman. Kita hadir untuk belajar menjadi beriman melalui setiap aktifitas pelayanan, melalui setiap tantangan, dan melalui setiap bentuk kemurahan Allah.

Ketua Klasis GPM Kairatu, Pdt. Z.J. Sahertian
dalam pidato mengawali pembukaan sidang klasis mengarahkan peserta untuk :
a. Bersyukur atas tuntunan Allah bagi penyelenggaraan pelayanan gereja di Klasis GPM Kairatu sepanjang tahun 2018, melintasi gunung, lembah dan pesisir pantai.
b. Bahwa disain pelayanan dalam PIP-RIPP yang memberi aksentuasi kepada penguatan kapasitas umat, melalui upaya mengatasi 13 prombematika atau isu-isu strategis harus diagendakan secara terencana dan berkesinambungan.
c. Para pelayan dan umat diingatkan untuk mempraktekan krmbali nilai-nilai dan pranata sosial-budaya, dan meningkatkan wawasan pluralisme melalui upaya menginisiasi dan membangun jembatan2 perjumpaan antar umat beragama, sebagai cara GPM mewujudkan dirinya sebagai “Gereja Orang Basudara”.
d. Para Pelayan dan umat juga diingatkan untuk tetap setia kepada panggilan untuk bersaksi, melayani dan bersekutu sebagai keluarga Allah.
e. Bahwa proses pembangunan jemaat (sosial, budaya, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dll) membutuhkan dukungan pemerintah sebagai mitra gereja.
f. Para pelayan dan umat diminta untuk mengambil bagian secara konstruktif dalam proses pemekaran Klasis GPM Kairatu dan Klasis GPM Masohi.
e. Berkaitan dengan tahun 2019 sebagai tahun politik di negara RI dan tahapan Pemilihan Majelis Jemaat

GPM, maka para pelayan dan umat diharapkan untuk berpartisipasi secara aktif. Gunakan hak pilih dengan baik, hindari politik uang dan hoax

Sementara itu Ketua MPH Sinode GPM dalam arahannya menegaskan :
a. Sidang-sidang gerejawi adalah pertanggungjawaban penyelenggaraan pelayanan gereja kepada Tuhan, kepada umat dan kepada masyarakat atas tugas2 yang dipercayakan. Karenanya, agenda-agenda sidang gerejawi harus digumuli sungguh-sungguh dengan mengakomodir pergumulan-pergumulan umat yg sulit. b. Pelembagaan GPM pada 6 September 1935 didorong oleh keinginan umat dan para pelayannya untuk berpartisipasi dalam agenda-agenda perubahan/transformasi dalam gereja dan masyarakat. Karena itu GPM melalui para pelayan
dan warganya tidak boleh menutup diri terhadap perubahan-perubahan yang sementara berlangsung. Gereja bahkan harus terlibat dan masuk ke dalam proses perubahan itu.
c. Aktifitas pelayanan gereja pada tahun 2019 memberi aksentuasi pada pendidikan. Pendidikan semestinya dimengerti sebagai suara Allah yg dikemas dalam proses belajar dan mengajar. Pendidikan menegaskan bahwa manusia sangat berharga di
mata Allah. Karena itu pendidikan jangan hanya
dilihat semata-mata sebagai urusan pemerintah dan urusan satuan pendidikan. Pendidikan adalah urusan semua komponen masyarakat dan agama2. Sebegitu

pentingnya pendidikan, sehingga pendidikan harus berkorelasi dengan segmen pasar. Sekarang kita harus bertarung habis-habisan untuk masuk ke pasaran kerja. Karena itu, pendidikan tidak identik dengan memperoleh gelar akademik (kesarjanaan) tertentu. Sebab pada akhirnya kualitas pendidikan harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

d. Sejak 6 September 2018, GPM mencanangkan aksentuasi pelayanan kepada anak-anak sebagai generasi penopang peradaban. Bagi GPM, panggilan untuk melayani anak-anak juga harus difahami sebagai investasi masa depan. Anak-anak adalah sosok tak tergantikan. Mobil bisa diganti. Kekayaan bisa hilang dicuri atau dimakan ngengat. Tetapi masa depan anak-anak tidak tergantikan oleh apapun.

e. Sehubungan dengan tahun 2019 sebagai tahun politik, maka para pelayan dan umat diminta untuk (pada waktunya) memilih calon yg dapat berkontribusi konstruktif bagi upaya transformasi sosial, budaya, ekonomi, politik, pendidikan dan kesehatan. Para Caleg juga diminta untuk tidak sekedar menebar janji dan menjadikan umat hanya sebagai “pengumpul suara”, lalu memecah belah persekutuan umat.

Berkaitan dengan Pemilihan Majelis Jemaat, Ketua MPH Sinode mengajak para pelayan yang akan mengakhiri tugasnya untuk melayani umat sampai titik akhir pelayanan. Jangan bermasa bodoh, sebab pelayanan itu diterima dari Allah.

Para pendeta juga diminta jangan merekayasa hasil Pemilihan, hanya karena ada calon Penatua dan

Diaken yang sering bersikap kritis terhadap gereja. Gereja membutuhkan calon-calon Penatua dan Diaken yang kritis sebagai cahaya penerang untuk terus mengingatkan gereja, sejauh mana gereja telah melangkah keluar dari jalur panggilannya.

Bupati SBB dalam sambutannya mengajak gereja di Klasis GPM Kairatu untuk :
a. Bersinergi dengan pemerintah dalam upaya pembinaan mental dan spirktual. Dan sidang klasis adalah momentum panggilan Allah kepada orang percaya utk menegaskan langkah-langkah pelayanan selanjutnya.

b. Akselerasi arah pelayanan gereja, termasuk persoalan pendidikan untuk mempersiapkan sumberdaya manusia yang berkualitas.
c. Pemda berkomitmen untuk mendukung tugas-tugas pelayanan gereja.

d. Spirit persekutuan bergereja sebagai wujud orang basudara harus terus dipelihara dan ditingkatkan.

Setelah berlangsung selama 2 hari, Sidang Klasis GPM Kairatu ditutup jam 21.00 dengan menghasilkan sejumlah keputusan yang berkaitan dengan program pelayanan tahun 2019, Anggaran pendapatan dan Belanja Klasis tahun 2019 dan sejumlah rekomendasi.

Momentum penutupan Sidang Klasis GPM Kairatu kali ini terasa spesial, karena bersamaan dengan perayaan HUT ke-31 tahun pernikahan Pdt. A.J.S. Werinussa

dan ibu Renny Nanlohy.

Acara penutupan Sidang Klasis diakhiri dengan ibadah Perjamuan Kasih, yang dipimpin oleh Pdt. Ny. M. Tuhuleruw, pertemuan para Pendeta se-Klasis GPM Kairatu dengan Ketua MPH Sinode GPM dan pergumulan para Pendeta.

Penulis ; Pdt. M. Syauta, S.Th – Bendahara Sinode GPM

163 total views, 4 views today

Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com