Sekolah Model GPM Berbasis Ekstrakurikuler akan Terapkan Metode “Gasing”

Senin, 22 November 2021, Dr. Sarlota Singerin, M.Pd. – Ketua Yayasan Dr. J. B. Sitanala didampingi oleh Pendeta Elifas Tomix Maspaitela (Ketua Sinode GPM) dan Pendeta Ny. Nancy N. Souisa (Anggota MPH Sinode GPM dan Pembina YPPK Sitanala),  bersama dengan Pendeta Andrew F. Paliama (Sekretaris Umum YPPK Sitanala), Pendeta Odie Ririmase (Ketua Klasis GPM Ambon Timur), Pendeta Ampy Bersaby (Ketua Klasis GPM Pulau Ambon Utara), Pendeta R. Rikumahua (Ketua Klasis GPM Pulau Ambon), Pendeta Ny. D. Lohy (Ketua Klasis GPM masohi), Pendeta Elisa Belwawin (Ketua Klasis GPM Kei Besar), Pendeta Reinhard Tupan (Ketua Klasis GPM Tanimbar Selatan), Pendeta James Elath (Ketua Klasis Seram Utara), Pendeta A. Kofid (Ketua Klasis GPM Bacan), Pendeta M. Tomasoa (Ketua Klasis GPM Pulau Lease), Pendeta H. Mussa (Ketua Klasis GPM Pulau Aru) melakukan audiensi dengan Prof. Drs. Yohanes Surya, M.Sc., Ph.D. Fisikiawan Indonesia seklaigus pendiri STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Surya.

Singerin menjelaskan bahwa pertemuan dengan Prof. Yohanes Surya dalam rangka memantapkan beberapa konsep implementasi pembelajaran sains dan matematika di sekolah Model GPM melalui metode GASING (Gampang ASik menyenaNGkan).

“Guru YPPK akan dilatih dan dipersiapkan untuk menggunakan metode Ini,” ungkap Singerin.

Metode pembelajaran GASING ini diyakinki oleh sang Profesor, akan menjadi metode pembelajaran yang ampuh dalam menjawab kesulitan belajar sains dan matematika dari semua siswa. Karena itu Presiden RI mempercayakan kepada Prof Yoh.  Untuk melatih anak-anak Indonesia dalam bentuk Camp Matematika di Tondano Januari 2022 mendatang.

Sementara itu, Prof. Yohanes Surya mendorong GPM melalui Yayasan YPPK Dr. J. B. Sitanala untuk menjadi pionir Gerakan Maluku Pandai berhitung dengan menciptakan siswa yang pandai berhitung. Asumsinya, jika siswa pandai berhitung maka mereka tidak kesulitan dalam belajar apapun.

YPPK diberikan kesempatan menyeleksi dan mengirim 2 guru matematika yang berkemampuan sangat baik sehingga kelak menjadi duta YPPK dalam menggunakan metode GASING. Dua Siswa YPPK yang paling lemah matematika dan sains diikut sertakan untuk dilatih kan kemampuannya untuk membuktikan keunggulan metode ini, sehingga kelak pelajaran sains dan Matematika menjadi menyenangkan dan tidak membosankan juga menakutkan siswa.

YPPK Berkomitmen akan menyiapkan seluruh akses layanan sains dan matematika yang unggul dalam input, proses dan output pada Sekolah model Berbasis Extrakurikuler di Tahun 2022 mendatang.

 

 

Previous Jalin Kerja Sama Dengan Surya Institut, YPPK Temui Prof Yohanes Surya Di Kemenko Marves

Leave Your Comment