Pembukaan Sidang MPL ke 42 Sinode GPM

Elat,sinodegpm.org – Minggu, 31 Oktober 2021 telah berlangsung Sidang MPL ke 42 Sinode GPM di Elat – Kei Besar yang berlokasi di Gedung Siloam. Sekitar 376 peserta turut ambil bagian dalam persidangan.

Sementara itu, pembukaan sidang MPL didahului dengan kebaktian di gedung Gereja Maranatha – Elat yang dipimpin oleh Pendeta Dr. L. Marantika. Dalam refleksinya, Pendeta Marantika mengatakan bahwa Gereja berada dan menjadi alat penyalur berkat bagi siapa saja dimana gereja berjumpa. Kita paham bahwa sidang MPL merupakan sebuah proses evaluasi program sepanjang satu tahun berjalan dan menetapkan agenda untuk satu tahun kedepan. Ini juga untuk memperkuat semangat kita, untuk memperkaya spiritualitas. Agar kita memiliki ketahanan dan daya juang sehingga kita mampu menghadapi berbagai tantangan di dalam pergumulan perjalanan hidup dimana kita berada dan melayani, tuturnya.

Kemudian, Akta Pembukaan Sidang MPL ke 42 Sinode GPM oleh Pendeta E. T. Maspaitella – Ketua MPH Sinode GPM yang secara simbolis meletakan batu menjadi tanda ketahanan GPM.

Mengawali arahannya, Pendeta Maspaitella mengatakan bahwa 19 tahun yang lalu sidang serupa ini digelar di Nuhu Yut.

“Pada kesempatan ini kita sudah menyaksikan tanda-tanda kemajuan pembangunan di Nuhu Yut terutama melalui ketersediaan sarana transportasi darat dan laut, dermaga-dermaga, akses jalan, layanan kebutuhan dasar seperti listrik, air bersih dan puskesmas rawat inap” tuturnya.

Kepada Bupati, Wakil Bupati dan semua pimpinan DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku, Gubernur dan Wagub sebagai mitra bersama membangun negeri, GPM berterima kasih karena sudah menjaminkan berlangsungnya seluruh pembangunan di wilayah Maluku Tenggara.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa MPL ke 42 ini menjadikan topik infrastruktur dan akses civilitas kepulauan sebagai isu, pembangunan utama sebab GPM adalah gereja laut-pulau yang melayani di hamparan kepulauan yang kaya akan potensi kekayaan alam.

“Kami takut, kami akan terus kebagian remah-remah pembangunan yang sudah habis dimakan orang di pulau seberang dan pulau besar,” ungkap Pendeta Maspaitella.

Menurutnya, MPL ini adalah salah satu upaya gereja untuk mensinergikan seluruh kekuatan daerah dalam membangun Maluku. Oleh sebab itu, pertumbuhan wilayah harus didorong secara cepat.

Disisi lain, akses vital nasional yang ada perlu dikontrol dengan dukungan teknologi komunikasi yang handal. Karena ketersediaan akses komunikasi digital dewasa ini menjadi salah satu faktor penunjang peningkatan kualitas pendidikan anak-anak Maluku dan Maluku Utara.

Pendeta Maspaitella juga menjelaskan bahwa dalam rangka menyambut 1 abad GPM, maka telah dilakukan dalam beberapa aspek diantaranya memajukan usaha ekonomi lokal GPM melalui lembaga PARPEM, peningkatan kualitas pendidikan dari TK – Jenjang kuliah oleh YAPERTI, dan aksi diakonia transformatif oleh Yayasan Ina Ama GPM.

Dalam kesempatan ini pula, secara resmi Pendeta Maspaitella memperkenalkan beberapa aplikasi sebagai bentuk pengelolaan manajemen gereja yang nantinya dilaunching dalam sidang MPL, diantaranya aplikasi E-Office (Administrasi kantor sinode, klasis dan jemaat) Aplikasi Manajemen Internal kepegawaian (database) dan aplikasi BaliDo (Marketplace GPM).

Ir. P. Beruatwarin,M. Si – Ketua Panitia MPL, dalam laporannya mengatakan bahwa rangkaian kegiatan Sidang MPL Sinode GPM, MPH Sinode melalui Yayasan Ina Ama GPM bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melakukan kegiatan Pengobatan Massal dan Vaksinasi. Dari aksi ini, sebanyak 1.071 warga Kei Besar telah divaksin.

Hal ini menjadikan Kabupaten Maluku Tenggara Barat menduduki peringkat dua vaksinasi setelah Kota Ambon.

“Saya yakin jika dua Minggu, maka dapat menduduki posisi pertama,” imbuh pendeta Maspaitella.

Selanjutnya, Beruatwarin tegaskan bahwa pelaksanaan sidang diselenggarakan dalam situasi pandemik maka wajib hukumnya sidang ini menerapkan disiplin yang ketat dengan mematuhi Prokes. Pelaksanaan sidang-sidang komisi juga akan dibagi dalam beberapa jemaat di Kei Besar.

Dalam kesempatan ini, Beruatwarin mewakili panitia sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung suksesnya Sidang MPL ke 42 Sinode GPM.

“Ini adalah berkah untuk daerah ini,” tutur Thaher Hanubun.

Bupati Malra ini mengatakan bahwa karya pelayanan GPM semakin tumbuh sebagai komunitas yang penuh dengan cinta kasih.

‘Saya sudah buktikan itu mulai dari tahun 1999,” tuturnya.

Baginya, semua ide dan gagasan yg dilahirkan melalui dinamika persidangan ini benar-benar merupakan kebutuhan masyarakat. MPL juga mempunyai relevansi yang erat dengan kebijakan pembangunan daerah serta dinamika masyarakat pelayanan pendidikan, kesehatan, mungkin belum cukup, tapi kondisi Kei Besar sudah mulai berubah.

Semua upaya dilakukan guna mempercepat pembangunan di Kei Besar. Salah satu pencapaiannya berupa pemasangan jaringan telkomsel di Ohoifau wujud dari pelaksanaan MPP.

“Bagi pimpinan Klasis, Kegiatan klasis di Maluku Tenggara sudah dianggarkan setiap tahunnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Barnabas Orno – Wakil Gubernur Maluku hadir sekaligus membuka dengan resmi pelaksanaan MPL Sinode GPM.

“Saya stock lama di Kei,” ungkap Orno mengawali sambutannya.

Kei Besar adalah bagian dari perjalanan karir Barnabas Orno.

“Orang Kei boleh melupakan kami, tapi saya, adik-kakak dan nanti anak cucu tidak pernah melupakan tanah ini,” imbuhnya.

Harapannya, GPM dengan ikon sebagai gereja orang basudara menjadi model kontekstualisasi berteologi di Maluku dan Maluku Utara, Indonesia dan Dunia.

Menurutnya, tema sidang MPL sangatlah luar biasa. Karena sangat responsif dengan pedoman strategis perjalanan Indonesia menjadi bangsa digital yang dilaksanakan melalui empat pilar, diantaranya; infrastruktur digital, pemerintahan digital, masyarakat digital, dan ekonomi digital.

“Atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, syaa menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh umat beragama di Maluku, termasuk umat GPM yang telah berperan dan berkontribusi menghadapi virus covid 19” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Orno menyampaikan bahwa dalam kondisi extream kemiskinan, GPM dan agama lainnya telah membantu Pemerintah dalam memberikan penguatan bagi masyarakat untuk bangkit.

Orno juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Sidang-sidang MPL melibatkan orang Muslim dan Katolik untuk turut andil dalam kegiatan tersebut.

turut hadir dalam acara ini, Kepala Deputi I Staf Kepresidenan – Febry Calvin Tetelepta, Anggota DPR RI Maluku – Hendrik Lewerissa, S.H.,LL.M, Ketua DPRD Provinsi Maluku – Drs. Lucky Wattimury, Bupati Maluku Tenggara – Drs. Hi Muhammad Thaher Hanubun bersama dengan istri – Eva. E. Hanubun, Wali Kota Tual – Adam Rahayaan, S.Ag,M.Si, Forkopinda Maluku Tenggara dan Kota Tual, M.Si, Rektor UKIM – Dr. Hengky H. Hetharia, M.Th, Rektor Universitas Pattimura – Prof. Dr. M. J. Saptenno, S.H,M.Hum, Rektor IAKN Ambon – Dr. Agustina Ch. Kakiay, M. Si

 

Sumber

Previous Hadiri Sidang MPL Sinode GPM, Wagub tiba di Pelabuhan Elat

Leave Your Comment