Memahami Kebutuhan Dasar Tuagama, Strategi Mempertahankan Hidup dan Kesehatan

 

Dalam kehidupan sosial bermasyarakat, tuagama hidup berdampingan dengan orang lain, sebagai makluk sosial. Kebutuhan-kebutuhan hidup sosial bermasyarakat dengan orang lain, sebagai makhluk Biopsikososial dan spiritual merupakan kesatuan dari aspek jasmani dan rohani yang memiliki sifat unik dengan kebutuhan yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat perkembangannya, karena itu menjadi penting, untuk memahami kebutuhan dirinya dalam kebutuhan dasar manusia. Pentingnya memahami kebutuhan dasar ini dalam kaitan dengan memahami hubungan antar manusia. Kebutuhan dasar dimaksud adalah kebutuhan fisiologis, sebagai kebutuhhan paling dasar yang dibutuhkan manusia. Kebutuhan nutrisi makan yang cukup supaya tubuh tetap terjaga, stamina yang kuat, untuk dapat beraktifitas sehari-hari.

Makan makanan yang sehat, yang dimaksud adalah makan makanan yang diperlukan tubuh, bukan soal makan yang enak-enak, tetapi dari makanan yang dimakan sedapatnya memiliki kandungan bukan soal siapa yang mengkonsumsi atau soal usia. Makanan sehat adalah makanan yang memiliki kandungan gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, lemak dan mineral. Bahan-bahan makanan dalam kandungan gizi tersebut, adalah bahan yang ada disekitar kita. Makan makanan sehat tujuannya untuk meningkatkan nutrisi dan mewujudkan masyarakat yang kuat dan sehat, makan makanan sehat menjadikan tuagama sehat dan kuat untuk melakukan tanggung jawab pelayanan. Karbohidrat sebagai makanan pokok diperlukan tubuh sebagai sumber energi kekuatan bagi tubuh. Yang ada seperti di sekitar kita selain nasi, ada makanan tanah seperti kaladi, kasbi, patatas, ubi dan makanan tanah lainnya. Makanan pendamping makanan pokok adalah lauk pauk. Lauk pauk yang disarankan adalah mengandung protein yang cukup baik dari hewani (binatang) ataupun nabati (tumbuhan). Protein diperlukan tubuh untuk menjaga daya tahan tubuh supaya tetap kuat dan menyiapkan cadangan energi. Bahan makanan yang mengandung protein hewani yang tersedia di sekitar kita, di jemaat , bisa seperti ikan, telur, ayam. Jika di daerah gunung seperti di Niniari, sulit mendapat ikan, protein bisa berupa daging seperti kusu, rusa ataupun binatang berburu lainnya. Bahan makanan yang mengandung protein nabati berasal dari tumbuhan, dan banyak terdapat di kacang-kacangan seperti tempe, tahu, kacang tanah, kacang kedelei. Ada juga jenis sayuran seperti bayam.

Selain lauk pauk, sayuran juga diperlukan tubuh. Sayuran yang memiliki kandungan vitamin cukup lengkap mulai dari vitamin A, B, C, E dan K. Vitamin A diperlukan tubuh untuk menjaga Kesehatan mata, sedangkan yang lainnya B,C, E dan K bermanfaat menjaga supayatubuh tetap kuat ( menjaga imunitas tubuh). Makan sayur juga berfungsi untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan, karena sayur memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Ada banyak jenis sayur di sekitar kita ataupun yang dapat diambil dari hutan, yang mungkin tidak didapat di kota seperti ujung labu siam yang diolah tumis ataupun gudangan. Ada ganemu, daun kasbi, dan banyak jenis sayuran bisa diperoleh di sekitar kita dan diolah dengan berbagai cara sehingga menjadi menu yang siap disantap.

Selain sayur, tuagama juga perlu makan buah. Buah-buahan memiliki kandungan serat dan vitamin yang tinggi bermanfaat untuk menjaga Kesehatan tubuh. Yang ada disekitar kita seperti jeruk, pisang, papaya, manga dan lainnya. Minum susu adalah pelengkap penambah nutrisi. Susu memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga baik untuk Kesehatan, juga memiliki kalsium yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang.

juga memerlukan waktu istirahat cukup. Istirahat, cukup memberikan manfaat bagi tububukan masalah bagar tubuh tetap kuat untuk melakukan aktifitas pelayanan. Tubuh memerlukan waktu untuk mengistirahatkan dari kegiatan fisik, memberikan kesegaran tubuh, menjaga suasana hati lebih baik. Istirahat tidur yang biasanya disarankan untuk orang dewasa adalah 7 s.d. 9 jam (dewasa 26-64 tahun) dan lansia (65 tahun keatas), memerlukan waktu tidur 7 s.d. 8 jam setiap hari. dihitung dari jam mulai tidur. Kecenderungan menghitung jam tidur dari kebiasaan menyesuaikan pola tidur dengan waktu terbit-terbenamnya matahari, maka tidaklah heran yang bias akita alami tidur lebih awal di malam hari dan bangun di pagi hari.

Selain kebutuhan fisiologis, maka kebutuhan keselamatan dan rasa aman baik keselamatan fisik dalam kaitan dengan mengurangi atau mengeluarkan ancaman pada tubuh dan kehidupan seperti penyakit, kecelakaan, bahaya selama kerja ataupun keselamatan psikologis yaitu ancaman terhadap pengalaman-pengalaman kerja. Itu berarti dalam kerja-kerja pelayanan para tuagama perlu menjaga dirinya supaya tetap aman. Jika merasa tidak atau kurang sehat perlu beristirahat dan mencari obat penawar.

Setelah kebutuhan fisologis terpenuhi, maka manusia membutuhkan cinta dan rasa memiliki. Bila Tuagama sebagai individu merasa aman dan selamat, mereka mempunyai waktu dan energi untuk mencari cinta dan rasa memiliki. Kebutuhan yang lain adalah cinta dan rasa memiliki. Kebutuhan memberikan dan menerima cinta kasih sayang, membutuhkan teman dan bergaul, membutuhkan hubungan interpersonal dan kasih sayang, membutuhkan peran yang memuaskan, perlakukan yang halus, membutuhkan kebersamaan dan pergaulan yang saling mengasihi satu dengan yang lainnya.

Jika kebutuhan ini telah terpenuhi, maka tuagama sebagai individu membutuhkan perhargaan dan harga diri, berupa kekuatan, rasa cukup, kemampuan, rasa percaya diri, penghargaan dan apresiasi dari orang lain. Kebutuhan ini penting untuk memberikan rasa percaya diri dan berguna, sebab jika tidak demikian maka seseorang akan merasa tidak berdaya dan rendah diri, merasa tidak diterima dalam melaksanakan tugas dan kerjanya.

Kebutuhan paling tertinggi adalah kebutuhan aktualisasi diri. Pada saat manusia sudah memenuhi seluruh kebutuhan pada semua tingkatan yang lebih rendah, melalui aktualisasi diri maka dikatakan mereka telah mencapai potensi yang paling maksimal. Tuagama yang teaktualisasi dirinya, akan memiliki kepribadian yang matang, sering mampu mengasumsi dan menyelesaikan tugas yang diberikan dan mencapai pemenuhan kepuasan pekerjaan yang dikerjakan dengan baik. Dalam melaksanakan tugasnya tidak tergantung Tidak bergantung secara penuh pada pikiran orang lain tentang penampilan, kualitas kerja ataupun metode penyelesaian masalah. Walau mungkin mengalami keraguan dan kegagalan, namun secara umum menghadapi secara realistis.

Aktualisasi diri tuagama tercermin dalam melaksanakan tugasnya dengan sukacita, tidak bversunggut-sunggut, tidak menunggu dipanggil, tetapi melihat waktu kerjanya dan segera melakukannya. Lepas dari kebutuhannya sebagai manusia, tuagama berkeyakinan bahwa pekerjaan yang dilakukan ini adalah keterpanggilan Tuhan menjadikan dirinya menjadi alat kecil dalam tangan Tuhan untuk melakukan kerja besar, disitulah dia diberkati untuk menjadi berkat.

Pentingnya memahami kebutuhan dasar tuagama sebagai manusia, agar tetap menjalani hidup ini dan tetap sehat. Menjadi sehat bukan dari orang lain, melainkan dari diri kita sendiri.

Previous Tingkatkan Kapasitas Kader, AMGPM Gelar Pendidikan Kader Jenjang Menengah

Leave Your Comment