Yayasan Sagu Salempeng – GPM Laksanakan Rapat Kerja

Ambon,sinodegpm.org – Selasa, 12 Oktober 2021 Yayasan Sagu Salempeng GPM (YSS) telah menyelenggarakan Rapat Kerja dan dilakukan secara virtual via Zoom. Ini merupakan rapat kerja pertama dalam sejarah pelayanan YSS semenjak tahun 2012.

Raker kali ini membantu YSS memantapkan seluruh perencanaan program yang telah disepakati bersama Uniting World sekaligus sebagai media untuk menginformasikan seluruh perkembangan kerjasama GPM dan Uniting Church Australia.

YSS bersama seluruh mitra menjalani masa transisi setelah 2 tahun berkutat dengan program dan sejumlah kegiatan mitigasi covid 19 serta peningkatan kapasitas lembaga dan Raker ini juga menjadi sarana memantapkan beberapa kebijakan dan aturan seperti aturan kepegawaian YSS dan Keuangan YSS yang mulai akan diberlakukan tahun ini.

Pendeta E. T. Maspaitella – Ketua MPH Sinode GPM turut mengikuti sekaligus membuka dengan resmi Raker YSS. Mengawali arahannya, Pendeta Maspaitella menyampaikan terima kasih kepada semua Pemerintah Negeri yang telah bersinegri bersama dengan YSS dalam pelaksanaan program yag bertujuan melakukan upaya pembinaan kehidupan damai diantara masyarakat, peningkatan ekonomi yang dilaksanakan oleh para perempuan di beberapa desa binaan YSS tapi juga pada kelompok anak-anak.

Lebih lanjut sambung Pendeta Maspaitella, tahun pertama periode MPH Sinode GPM 2021-2025 ini YSS sudah dapat melaksanakan Raker mengawali pelaksanaan MPL Sinode GPM yang akan berlangsung pada 31 Oktober 2021 di jemaat GPM Elat Klasis Kei Besar.

MPH berharap, pelaksanaan raker dapat membenahi hal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek kelembagaan dari YSS itu sendiri, misalnya pada rencana peraturan kepegawaian, peraturan keuangan yayasan tetapi juga dapat bersinergi melalui program-program yang berimplikasi langsung bagi kelompok sasaran kita yaitu masyarakat dan atau jemaat.

“Disitu kami mencatat dibutuhkan secara internal kolaborasi antar yayasan dengan bidang-bidang pelayanan gereja terutama ditingkat Sinode pada Komisi-Komisi pelayanan atau bahkan Departemen dan Biro-Biro pelayanan yang ada dalam lingkup sinode GPM,” tutur Pendeta Maspaitella.

Pada sisi yang lain, konsep tersebut ditransfer sebagai kultur sekolah atau budaya sekolah pada sekolah-sekolah milik GPM dibawah asuhan yayasan Dr. J. B. Sitanala dan konsep itu harus diintergrasikan sebagai bagian dari pola yang diterapkan oleh GPM sekaligus menjadikan gereja sebuah komunitas eksemplar sebelum dijadikan sebagai bahan edukasi atau sosialisasi kepada masyarakat atau instansi-instansi yang lain secara umum.

YSS juga tetap mengengkan akuntabilitas yayasan secara luas. Karena itu, MPH memberikan dukungan terhadap seluruh proses sampai pada tingkat auditing yang sedang dikerjakan bersama dnegan lembaga-lembaga audit internasional yang sudah menjalin kerjasama dengan YSS.

Pendeta Maspaitella menuturkan bahwa ditengah situasi pandemic covid-19, sejak 2020 YSS sudah dapat menunjukan kontribusi besar dalam melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat.

“Saya berharap dalam situasi ini YSS dapat mendukung mobilisasi vaksinasi kepada semua masyarakat terutama di pulau-pulau. Kita bisa bekerjasama dengan pemerintah maupun instansi-instansi yang lain termasuk juga dengan PMI,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini juga telah berlangsung penandatanganan MoU antara Yayasan Sagu Salempeng GPM bersama dengan Pemerintah Negeri/Desa.

 

Sumber

Previous Revitalisasi Peran dan Fungsi Parpem GPM

Leave Your Comment