Kado Istimewa dari Klasis Pulau Ambon Bagi 86 Tahun GPM

Ambon,sinodegpm.org – Minggu 5 September 2021, Dalam rangka menyambut 86 Tahun GPM, Klasis Pulau Ambon melaunching 2 buku dengan judul “Remaja dan Covid-19” oleh Remaja Jemaat Bethesda Sektor Karmel dan “Mozaik Geliat Umat di Masa Pandemi” Pengalaman dan Refleksi warga Jemaat GPM Klasis Pulau Ambon.

Berlangsung secara sederhana di gedung gereja Bethesda, acara launching buku berjalan dengan baik. Diawali dengan sambutan oleh Pendeta R. Rikumahu – Ketua Klasis Pulau Ambon, kemudian arahan oleh Pendeta E. T. Maspaitella – Ketua MPH Sinode GPM dan dilanjutkan dengan pemaparan gambaran isi buku oleh Jamez Pakniany, M.Si – editor Remaja dan Covid 19; Dr. Steve Gaspersz – Editor Mozaik Geliat Umat dan Dr. J. Chr. Ruhulessin – Pembedah.

Tergolong unik penulisan dan penyusunan buku “Remaja dan Covid19”, karena merupakan kumpulan-kumpulan essaidari hasil kegiatan inisiatif pengasuh sektor karmel dalam rangka menumbuh kembangkan kreatifitas dari anak-anak remaja.

Terkait hal ini dalam tanggapannya Pendeta Ruhulessin mengapresiasi karya dari anak-anak remaja Jemaat Bethesda Sektor Karmel. Ini adalah bukti dan kepeduliaan dari mereka terhadap GPM.

Pendeta E. T Maspaitella selaku Ketua MPH Sinode GPM juga sangat mengapresiasi hasil karya dari Klasis Pulau Ambon. Mengawali arahannya Pendeta Maspaitella mengatakan “inilah kado ulang tahun 86 GPM yang kita dambakan dalam upaya menata langkah gereja ini ke satu abadnya nanti di 2035 dimana salah satu langkah itu adalah meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan dengan berfokus pada anak-anak.

“Hari ini, secara khusus para remaja di jemaat Bethesda telah memperlihatkan bahwa pilihan itu ternyata tidak salah,” imbuhnya.

Ia berharap agar anak-anak remaja ini terus dibimbing dalam mengembangkan kapasitas kemampuan mereka. Dengan begitu GPM akan punya banyak peneliti, banyak ahli, banyak penulis dan suatu waktu mungkin ada pemenang nobel yang muncul karena karya-karya yang brilliant dari remaja-remaja GPM. Hasil ini akan terus dikembangkan agar dapat melahirkan banyak buku bermutu yang ditulis sebagai respons iman jemaat, jadi kita belajar dari teologi cara berpikir, ungkapan ekspresi iman yang lahir dari lingkungan kita sendiri, tuturnya.

Senada dengan hal ini, Pendeta R. Rikumahu – Ketua Klasis Pulau Ambon mengungkapkan, 2 buku ini adalah upaya mencari atau menemukan respons jemaat atas pandemi covid-19 yang telah mengubah cara hidup manusia. Respons ini penting, sebab disitulah kita menemukan pertumbuhan dari pengalaman hidup umat Tuhan yang nyata. Gereja ditantang dalam perkembangan transformasi digital yang begitu cepat. Kosep atau paradigma yang kini bermunculan yang di kenal dengan artificial intellegence (kecerdasan buatan) menjadi tantangan baru bagi manusia. Itu sebabnya disamping kita bekerja melawan pandemic covid-19, kita juga sedang berperang melawan teknologi pada waktunya kita akan berkompetinsi melawan mesin/robot, pergumulan gereja, pergumulan jemaat-jemaat dan tiap individu akan berubah.

“Secara internal bagi Klasis Pulau Ambon hasil riset yang dilakukan oleh Tim Litbang Klasis Pulau Ambon telah memberikan banyak masukan untuk kita segera memperbaharui strategi pelayanan gereja,” imbuhnya.

Dalam wawancara bersama dengan tim Media Center, Pendeta Rikumahu menuturkan salah satu upaya yang dilakukan untuk menemukan respons jemaat adalah melalui para pengasuh sektor karmel yang berinisiatif mengambil peran untuk membina kapasitas intelektual anak-anak remaja melalui kegiatan menggambar dan menulis cerita pendek. Dari situ mereka menemukan ada ketidakmampuan anak remaja dalam menarasikan apa yang ada dalam pemikiran mereka sehingga kesadaran itu dilanjutkan dengan melatih mereka untuk menulis dengan mencari orang-orang yang mampu melatih anak-anak remaja untuk menulis. Kemudian dilatih 3 hari dan diakhir pelatihan mereka sudah berhasil menulis essaiEssai-essai itu dikumpulkan, diedit dan dijadikan buku. Hal penting ialah anak-anak mendapat kesempatan untuk mengeluarkan belenggu mereka. Ini bukan soal kemampuan berpikir tetapi mereka mendapat ruang untuk mengungkapkan situasi batin. Dari situlah gereja menemukan pengalaman untuk membina mereka, sebab dimasa seperti ini bukan cuma perkembangan intelektual tapi perkembangan karakter iman Kristen harus dibangun, dibina dan diperbaiki. Buku ini dapat menjadi pedoman untuk gereja secara cepat menemukan model pembinaan yang tepat bagi remaja di Bethesda dan seluruh remaja di jemaat-jemaat se GPM. Semoga ada gairah baru di kalangan remaja gereja.

“Proses penulisan buku Remaja dan Covid 19 belangsung selama 2 bulan sedangkan Mozaik Geliat Umat di Masa Pandemi memulai riset pada bulan November 2020 – Januari 2021 dan selesai pada pertengahan bulan agustus,”ungkap Pendeta Rikumahu.

Kemudian dalam wawancara bersama, Ibu Ama Pookey perwakilan pengasuh, beliau mengatakan bahwa berawal dari rencana anak-anak untuk camp di Gonzalo namun terhalang karena covid, tapi untuk tidak mengurangi kekecewaan mereka akhirnya kami mengambil langkah untuk membuat kegiatan ini di jemaat dan disetujui oleh Ketua Majelis Jemaat. Dalam kegiatan yang dilakukan, ada 3 materi yang menjadi focus dalam kegiatan dimaksud yaitu, IT, Public Speaking dan Menulis. Kegiatan ini bisa berlangsung karena kerjasama dan kekompakan pengasuh dan bagi pengasuh-pengasuh di lingkup GPM jangan jadikan pandemik sebagai penghalang untuk meningkatkan kapasitas anak-anak remaja.

Sementara itu, Stevano Umkeketony, perwakilan dari anak remaja mengatakan bahwa ia merasa bangga terhadap capaian diri sendiri dan teman-temannya. Pesannya bagi anak-anak remaja seGPM untuk tetap semangat menggapai cita-cita, yakinlah bahwa kita mampu untuk melakukannya.

 

Sumber

Previous GPM Gelar Pelatihan Hak Ulayat Masyarakat Adat

Leave Your Comment