Bersinergi Bersama Membangun Maluku, GPM dan PKS Sikapi Peningkatan SDM Masyarakat

Ambon,sinodegpm.org – Ketua Sinode GPM bersama dengan Anggota MPH lainnya sambut kunjungan Partai PKS dalam rangka “Silahturahmi Kebangsaan” PKS Maluku di Aula Kantor Sinode. Sekitar pukul 11.50 WIT, terlihat Ketua DPW PKS – Abd. Asis Sangkala, SP, memasuki gedung Aula Kantor Sinode GPM bersama dengan beberapa anggota, diantaranya; Abdul Gani Lestaluhu, SP – Sekretaris Umum, Turaya Samal, SH – Ketua Bidang Perempuan/Ketua Fraksi DPRD Provinsi, Amir Rumra, SP, M.Si – Ketua Bidang DPW PKS Maluku/Komisi I DPRD Provinsi, Rostina, S. Sos – Ketua Bidang Kesra/ Anggota Komisi IV DPRD Provinsi, La Adelin, S. Pd – Ketua Bidang Kepemudaan dan Kepanduan, Hamin Souwakil – Ketua Bidang Humas, Suciman Tuhuteru – Ketua Bidang Pembangunan Umat, Yoan Faungiltyanan, Amd.

“Selamat datang di rumah semua orang Maluku, salam jumpa. Kami berterima kasih untuk Silahturahmi Kebangsaan ini,” Ucap Pendeta Maspaitella.

Kunjungan PKS diterima baik dan menerima respon positif dari MPH Sinode. Sebelumnya, PKS sudah melakukan kunjungan Silahturami Kebangsaan ke Sinode GPM sebanyak 3 kali.

Pendeta Maspaitella selaku Ketua MPH Sinode mengatakan bahwa dalam peraturan gereja, GPM bekerjasama dengan semua lembaga Pemerintah, lembaga Agama, Sosial, Politik, dan Budaya bahkan diajaran GPM juga dinyatakan secara langsung sehingga seluruh proses kerjasama itu bagian dari cara untuk melakukan misi Allah ditengah-tengah dunia serta menghadirkan damai sejahtera yang diwujudkan dengan semua elemen bangsa.

“Sejak tahun 2000, GPM berkomitmen untuk mewujudkan hubungan-hubungan itu dalam bingkai hidup orang basudara, semata-mata untuk menciptakan Maluku sebagai daerah yang damai dan dibangun dari kearifan kultural, karena itu kita memilih untuk membangun teologi kontekstual dari dasar-dasar kearifan budaya.” imbuhnya.

Lebih lanjut Maspaitella menjelaskan, pada tahun 2016 GPM keluar dengan tagline “Gereja orang basudara”. Dengan konsep ini GPM menjadi gereja yang terbuka dan berusaha merangkul seluruh elemen bangsa dalam kesadaran tentang keragaman untuk membangun Indonesia yang majemuk sebagai Bangsa yang menghargai dan menghormati keragaman.

“Sebagai gereja yang terbuka, GPM berusaha untuk mengkomunikasikan hal-hal yang berkaitan dengan hidup seluruh masyarakat untuk diperjuangkan bersama,” tutur Pendeta Maspaitella.

Sementara itu, bagi Pendeta Maspaitella jika misi PKS adalah bagian dari upaya perjuangan seluruh rakyat sama dengan misi gereja, maka tidak salah untuk menitipkan aspirasi masyarakat melalui PKS dalam jalur politik dan demokrasi.

Mewakili gereja, Pendeta Maspaitella meminta maaf jika ada bentuk-bentuk kerjasama yang sifatnya terikat dengan hukum, gereja tidak bisa. Mengingat wibawa GPM sebagai lembaga agama harus dirawat dan dijaga. Lebih lanjut Pendeta Maspaitella mengatakan, GPM juga bertanggungjwab membentuk moralitas seluruh warga bangsa. Orang kristen adalah spesifiknya tetapi semua warga bangsa adalah bagian dari pembentukan moral.

“Tentu suatu keterbukaan dan kehangatan terus kita bangun sebagai milik orang basudara seperti slogam GPM membuka diri dan kami PKS dari waktu ke waktu menunjukan komitmen sebagai islam yang membawa damai dan juga memberikan kesejahtraan sebagai tujuan nasional kita,” tutur Sangkala

Sangkala mengtakaan, intinya kita membuka diri untuk membangun kebersamaan. “Sudah dari beberapa pemilu, sudah banyak warga sarani yang menjadi calon, juga sebagian besar menjadi wakil rakyat bersama kami, misalnya di MTB, MBD, dan Kota Ambon,” ungkap Sangkala.
Lagi ungkapnya, “Kami terus berupaya dalam konteks menunjukan komitmen untuk membangun kebersamaan dan memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat termasuk juga warga GPM yang berkomunikasi dengan kami untuk memperjuangkan kesejahtraan termasuk dalam bidang pelayanan keumatan.”

Salah satunya diwujudkan dengan kunjungan bersama Pangdam dan Kapolda ke Aboru dan melihat langsung gereja tua disana yang sudah berumur 113 tahun. Sebagai tanda mata hadiah hari ulang tahun, kami memberikan anggaran Rp. 113 juta untuk renovasi gereja Aboru dan sudah dicairkan.

Harapannya kedepan PKS dan GPM ada dalam satu kebersamaan yang bisa diwujudkan dan dikontribusikan kepada bangsa dan negara sebagai simbol kebersamaan, agar tidak hanya secara subtansi kebersamaan terbangun tetapi masyarakat bisa melihat secara langsung sinergitas bersama antar PKS dan GPM.

Senada dengan hal itu, Abdul Gani Lestaluhu mengungkapkan minimnya penerimaan masyrakat Maluku kepada PKS. Kami hadir di Maluku dan jadikan pancasila sebagai sandaran utama karena bagi kami pancasila itu konsensus pemersatu Bangsa. Kalau bawa ke Maluku cara hidup orang basudara jadi instrumen hidup anak daerah. Kita tidak bicara tentang konsep tapi pada aplikasi. Oleh sebab itu, silahturahmi pembobotannya perlu ditingkatkan. Kami juga sudah menganjurkan untuk merekrut basudara dari protestan dan katolik agar mereka bisa menyuarakan kepentingan masing-masing dan kita mengupayakan agar mereka jadi anggota dewan PKS, tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Pendeta Maspaitella menyampaikan kasus yang terjadi di Halmahera Selatan. Salah satu pelajar anggota Pasukan Pengibar Bendera yang merupakan warga GPM diwajibkan untuk menggunakan jilbab dan sempat jadi polemik di media sosial. Sebagai orang-orang pimpinan gereja di Maluku dan Maluku Utara, MPH Sinode mengarahkan pendeta di Halmahera untuk menyelesaikan masalah ini secara baik dalam konsep budaya “Sarumah” orang Maluku utara, tapi tetap melakukan fungsi kritik terhadap proses normalisasi intoleransi, apalagi terjadi di momentum Hari Proklamasi.

Pendeta Maspaitella mengatakan, masalah ini sudah dimediasi dengan Pemda dan sudah menyatakan sikap. Kita menjauhi settingan mayoritas-minoritas. MPH menganjurkan untuk teman-teman disana agar bicaralah sebagai sesama warga Bangsa, warga Sarumah.

Kami berharap ini menjadi salah satu perhatian PKS di lembaga pengambilan keputusan di DPRD Provinsi, Kota, dan Kabupaten,” tuturnya.

Pendeta Maspaitella juga menginformasikan Agenda perayaan HUT GPM yang jatuh pada tanggal 6 September dan akan dicanangkan pada tanggal 28 Agustus nanti. Salah satu agenda yaitu “Gerakan Keluarga Menanam” yang bertujuan untuk menyikapi situasi pandemik dalam mengantisipasi krisis ekonomi, mengembangkan pangan lokal dan menyediakan sarana transportasi ekonomi. Terkait hal ini, perjuangan masyarakat keluar dari kemiskinan harus dengan membangkitkan ketahanan ekonomi daerah dengan berdaulat atas pangan kita sendiri dan salah satu simbol kedaulatan ekonomi adalah pangan lokal.

“Mungkin ada hal-hal yang sudah GPM lakukan, yang akan dilakukan tapi juga yang tidak bisa GPM lakukan antara lain menyediakan sumberdaya energi listrik di pulau. Itu kewenangan Pemerintah. Tetapi kalau ini tersedia maka petani dan nelayan lokal akan tangguh,” ungkapnya.

Menyikapi hal ini, Turaya Samal menginformasikan untuk masalah kelistrikan. Kebetulan saya di Komisi II, dan kami memeperjuangkan pengadaan aliran listrik di daerah-daerah yang belum terjangkau alirannya.

Sementara, sambung Maspaitella, sarana transportasi ekonomi sudah lama dibicarakan tapi belum mendapat perhatian serius Pemerintah. Inilah tujuan keluarga menanam. Hal ini terlebih dahulu diupayakan dengan cara menghidupkan aktifitas ekonomi warga agar memanfaatkan lahan mirik mereka, sekaligus menghambat proses Deforestasi Land Grading.

“Untuk HUT yang dilaksanakan saya rasa tidak berlebihan jika PKS berpartisipasi dengan membantu panitia. Atas nama ketua DPW dan mewakili Fraksi, kita akan sumbangkan panitia Rp. 10 juta,” ungkap Sangkala.

Kemudian Sangkala menambahkan, terkait pelajar di Halmahera Selatan, kami ikut p’rihatin dengan kondisi ini dan akan menjadi perhatian khusus bagi Bupati dan Wakil untuk mengingatkan perangkatnya agar hal ini tidak boleh terjadi lagi.

Selanjutnya, Sangkala menjelaskan fokus terbesar PKS tetap pada isu strategis terkait penuntasan kemiskinan. Seperti yang dikatakan oleh Pendeta Maspaitella, terkait masalah petani, daya beli listrik dan tingkat pengangguran yg masih tinggi. Kami mendorong terus agar diwujudnyatakan. Salah satunya dengan keberadaan blok masela yang mampu memberikan ruang kepada kita bagi peningkatan tenaga kerja. Sudah ada perusahaan daerah “Maluku Energik Abadi” dan kita berharap Pemerintah dapat mensosialisasikan ke kabupaten dan kota untuk persiapkan SDM. Begitu juga sosialisasi kepada warga GPM harus memadai.

“Jangan sampai MEA datang, dan kita jadi penonton di rumah sandiri.” Imbuhnya.

Amir Rumra menambahkan, “kontribusi PKS kepada gereja bukanlah hal yang baru. PKS hadir ditengah-tengah masyarakat tidak cuma lihat Islam saja tapi dibuktikan dengan bantuan-bantuan gereja dimana-mana, begitu juga kebijakan kalau ada basudara protestan yang muncul sebagai kepala daerah kita dukung.”

Kami berterima kasih untuk kontribusi Bapak/Ibu, terutama Wakil Rakyat terhadap seluruh agenda bergereja yang berlangsung. Pendeta Maspaitella menambahkan, ini adalah salah satu bagian dari membangun kebersamaan diantara kita. Afiliasi politik ke partai islam tinggi dan yang dibutuhkan masyarakat adalah komunikasi politik yang terbuka melalui platform partai. Kadang orang gagal mengkomunikasikan platform perjuangan kepada masyarakat yang sudah cakap kepada politik. Sejak tahun 2012 gereja gencar dengan pendidikan politik kepada warga. Problem secara praktis adalah dukungan. Karena itu, rekrutmen calon legislatif harus didukung secara baik serta didukung kapasitas diri mereka. Jadi semoga metamorfosa PKS bisa membri pendidikan politik demokrasi yang baik kepada seluruh masyarakat, tuturnya.

Mengakhiri bincang bersama PKS, Pendeta Maspaitella mengungkapkan bahwa kerjasama kedepan tetap dilakukan dengan semua pihak dalam upaya untuk memperjuangkan hajat hidup masyarakat Maluku. GPM sendiri ada rencana kedepan, misalnya untuk menyikapi peningkatan kiualitas SDM dalam kaitan dengan Blok Masela atau sumur migas lain yang masih banyak di Maluku, karena itu lewat YPPK GPM berencana untuk membangun satu SMK yang khusus di bidang permigasan. Kita merintisnya di Tiakur.

Perjumpaan itu diakhiri dengan pemberian cenderamata dari GPM ke PKS dan sebaliknya.

 

Sumber

Previous Giat GPM Dalam Meningkatkan Manajemen Kelompok Usaha ditengah Pandemik

Leave Your Comment