Manfaatkan Platform Media Online, Rapat Konsultasi Sinode GPM Sukses

Ambon,sinodegpm.org – Rapat Konsultasi Sinode GPM di hari ke-2 berdasarkan jadwal, peserta dibagi menjadi 3 pokja yaitu Pokja I (Peraturan Organik yang akan dibawa ke MPL, Pokja II (Rencana Pengelolaan Keuangan Gereja), Pokja III (Tata Tertib Sidang Gerejawi), selanjutnya peserta ada dalam sesi diskusi.

Rapat Konsultasi dipersiapkan secara matang, bukan hanya dari sisi materi, tetapi juga dari kesiapan teknologi. Dalam hal ini, MPH Sinode menggunakan salah satu platform media online yaitu Breakout Room di Zoom Meeting untuk sesi diskusi berdasarkan Pokja yang sudah dibagi yang dikelola oleh Media Center GPM dari Aula kantor Sinode GPM.

Terkait dengan hal ini, Pendeta Mario Manjaruni selaku Direktur Media Center mengatakan, Media Center sebagai pusat Teknologi Informasi GPM, ada dalam pengkajian berkaitan dengan yang pertama manajemen jaringan, kedua pengkajian tentang manajemen Zoom, ketiga pengkajian tentang manajemen operasional penggunaan Zoom untuk melakukan proses manajemen Rapat Konsultasi secara daring.

“Biasanya yang dilakukan oleh banyak orang itu menggunakan Zoom Meeting yang biasa/umum, tapi dalam Rapat Konsultasi ini menggunakan Zoom Meeting dan Breakout Room bagi Pokja yang sudah dikelompokan. Konsep Breakout Room juga memungkinkan untuk menggunakan host pada masing-masing Pokja. Ini yang tidak biasa. Ini merupakan bagian yang harus dikaji dan di manage secara baik untuk melihat capaian dan kelancaran dari Rapat Konsultasi secara daring,” ungkap Pendeta Manjaruni.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, hal ini juga merupakan bagian yang memang harus diupayakan agar dapat berjalan dengan lancar, sehingga Rapat Konsultasi bisa berjalan maksimal. Dari sisi efesiensi, ini merupakan langkah pertama yang diambil oleh MPH Sinode GPM untuk melakukan Rapat Konsultasi secara daring. Ini juga bagian dari GPM menjawab tantangan global diera 4.0.

“Jadi dengan begini, kita juga melakukan proses efesiensi anggaran (penghematan anggaran) yang jika berjumpa secara langsung kita harus membeli tiket pesawat, tiket kapal laut, konsumsi dsb. Dari sisi persiapan Media Center GPM, semua staff ada dalam kolaborasi dan pembagian tugas untuk kelancaran proses Rapat Konsultasi yang ada,” imbuhnya.

Senada dengan hal ini, Pendeta Ricardo Rikumahu – Ketua Klasis Pulau Ambon, selaku peserta Rapat Konsultasi mengungkapkan pandangannya terkait Rapat Konsultasi yang dilakukan secara daring.

“Sebetulnya ini merupakan pintu masuk bagi gereja untuk lebih terbuka menggunakan teknologi dalam kepentingan pelayanan gereja,” ungkap Pendeta Rikumahu.

Pendeta Rikumahu mengatakan, kita sadar persis bahwa salah satu krisis yang dihadapi oleh masyarakat, tentunya juga oleh gereja kita di Indonesia adalah krisis teknologi. Tetapi di tengah-tengah krisis seperti itu, GPM ternyata telah mengambil satu langkah yang cukup strategis dan itu diwujudkan melalui hadirnya Media Center GPM yang sudah beraktifitas beberapa tahun terakhir ini. Di dalam konteks pelaksanaan Rapat Konsultasi kali ini, kita menemukan bahwa Rekan – rekan pelayan di Klasis – Klasis, di Jemaat – Jemaat, ternyata sudah mampu menyesuaikan diri sekalipun dengan teknologi yang agak terbatas untuk men-drive pelayanan gereja.

“Jadi sebelum kita sampai pada pelaksanaan Rapat Konsultasi ini, di Jemaat – jemaat kita di Klasis Pulau Ambon pun, sudah ada kebijakan atau langkah – langkah yang ditempuh Majelis Jemaat, untuk melaksanakan mendrive pelayanan jemaat seperti kebaktian Jemaat dilakukan secara Live Streaming,” imbuhnya.

Menurut Pendeta Rikumahu, teknologi nirkabel ini sebagai peluang yang bisa dimaanfaatkan untuk pemberitaan injil di Maluku. Oleh sebab itu, hadirnya Media Center di GPM sudah harus diperhatikan secara baik oleh GPM. Tidak hanya mengatur bagaimana cara ia bekerja, tetapi memberikan topangan yang cukup untuk memperkuat kebutuhan-kebutuhan teknologi yang dibutuhkan. Karena dari sinilah kita bisa menginventarisasi kembali, apa saja yang kita butuhkan. Mungkin pada saatnya GPM sudah harus membangun sebuah stasiun televisi atau stasiun radio atau apapun yang berhubungan dengan teknologi untuk pembritaan injil di Wilayah Maluku dan Maluku Utara. Terbukti hari ini, kawan-kawan di Media Center telah mampu menunjukan kepada kita bahwa mereka mampu untuk menyediakan fasilitas yang menggunakan jasa teknologi nirkabel untuk konsolidasi gereja, men-design pelayanan gereja, perencanaan gereja dan pelaksanaan agenda-agenda pelayanan gereja yang lebih besar. Kita patut berterima kasih kepada Pendeta Mario Manjaruni dan kawan-kawan di Media Center,” tuturnya.

Selanjutnya, Sekretaris Umum MPH Sinode GPM, Pendeta S. I Sapulette mengatakan bahwa sebagai gereja, MPH menyadari perkembangan teknologi digital sebagai bagian dari konteks kehadiran gereja dalam bermisi. Karea itu kebijakan pelayanan gereja perlu mengadaptasi kebijakan pelayanan dengan memanfaatkan kemajuan digital, bagi kelangsungan tugas-tugas pelayanan gereja di masa pandemi.

“Sebagai bentuk adaptasi dengan situasi pandemi dan kemajuan teknologi, MPH merasa Rapat Konsultasi ini lebih tepat kita lakukan secara online,” tuturnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa selain ada pembahasan paripurna tetapi juga ada rapat komisi/kelompok kerja dan fasilitas itu tersedia di aplikasi zoom dengan menggunakan model Breakout Room. Peserta dibagi dalam kelompok Pokja dan bergabung dalam satu room yang sama untuk melakukan diskusi.

Pendeta Sapulette menambahkan, ada beberapa kelemahan di titik-titik wilayah pelayanan karena akses internet yang terbatas. Tetapi secara keseluruhan rapat konsultasi ini berlangsung dengan baik.

“Sementara dari sisi persiapannya, untuk keberhasilan Rapat konsultasi ini ada beberapa hal yang dilakukan oleh MPH, yang pertama MPH dengan Media Center membicarakan fasilitas teknologi secara daring, kedua mengupdatekapasitas kecepatan internet dan yang ke tiga pengadaan sejumlah perangkat pendukung untuk Rapat Konsultasi secara daring,” tutur Pendeta Sapulette.

Previous Jawab 4.0 GPM Gelar Rakon Online

Leave Your Comment