Jawab 4.0 GPM Gelar Rakon Online

Ambon,sinodegpm.org – Rabu, 18 Agustus 2021, Rapat Konsultasi Sinode GPM diselenggarakan oleh MPH Sinode secara daring melalui Zoom Meeting dari Gedung Aula Sinode GPM. Berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan, Rapat Konsultasi akan berlangsung dari tanggal 18-19 Agustus 2021.

Rangkaian Rapat Konsultasi diawali dengan kebaktian yang dipimpin oleh Pdt. Joice Fabeat (Direktur Lembaga Pembinaan Jemaat). Dalam khotbahnya Pendeta Joice mengatakan “setiap kita memiliki tujuan, kesempatan dan panggilan masing-masing didalam gereja ini dalam level yang sama baik itu di Sinode, Klasis dan Jemaat. Prinsipnya sama bagi kita semua yaitu “Fokus”. Sesederhana apapun gagasan-gagasan, realisasi program dan kebijakan, keputusan kita atau tanggungjawab-tanggungjawab serta kekuasaan ditangan kita, kita diminta untuk fokus melakukannya. Karena seringkali sesuatu yang dikerjakan dengan tidak fokus, tidak sungguh-sungguh dan tidak sepenuh hati, tidak akan tuntas dan tercapai dan juga tidak memberi dampak maksimal bagi kehidupan banyak orang. Ini “starter point” (titk awal) kita jumpa dalam Rapat Konsultasi. Bukan soal rutinitas tahunan untuk mengevaluasi seluruh pelaksanaan tanggungjawab bersama yang telah dilakukan dalam semester pertama, tapi mari kita memandang pelaksanaan rapat konsultasi ini sebagai sebuah tindakan iman yang menyatakan penyembahan terbaik kita (Grateful Adoration) untuk berfokus memikirkan berbagai langkah yang ditempuh dalam menghadirkan injil dan memenuhi amanat pelayanan yang menjadi tujuan bergereja. Tuhan mau kita berkontribusi untuk gereja dan masyarakat yang sedang bergumul dengan banyak persoalan dan krisis, karena pandemi virus covid-19 yang tidak tahu kapan berakhirnya. Karena itu, Rapat Konsultasi secara daring ini menuntut kita untuk fokus. Mari senantiasa kita minta Roh dan Hikmat Tuhan membimbing kita sebagai para pelayanNya, supaya yang kita bicarakan dan kita kerjakan selaras,” tuturnya.

Setelah acara ritual kemudian dilanjutkan dengan acara serimonial yaitu arahan ketua MPH Sinode, Pendeta E. T. Maspaitella sekaligus membuka dengan resmi Rapat Konsultasi Sinode GPM tahun 2021.Dalam arahannya, Pendeta Maspaitela menjelaskan rangkaian pembahasan Rapat Konsultasi.

Mengawali arahannya, Pendeta Maspaitella mengatakan “Ini adalah kali pertama kita menyelenggarakan suatu pertemuan secara Online,” ungkapnya.

Lebih lanjut lagi Ia menjelaskan, rapat-rapat secara Online ini menjadi titik baru bagi gereja, untuk melakukan evaluasi terhadap mekanisme-mekanisme penyelenggaraan atau manajemen pelayanan yang lebih efektif dan efesien, namun tetap menolong kita menjawab seluruh kebutuhan kemajuan perkembangan teknologi informasi di era digital 4.0 dan 5.0 Terutama perubahan perilaku dan karakter kehidupan termasuk perilaku berteologi dan bergereja yang sudah tentu harus lahir dari kesadaran teologi dan eklesiologi yang baru dan kontekstual. Sejak tahun 2020 yang lalu GPM sudah berusaha menjadi Agent of Changes yang turut mengilhami konsep dan praksis “Ecclesia Reformata Semper Reformata (Gereja Reformasi yang Terus Membaharui Diri) dalam suatu realitas baru, seperti pandemi.

Lagi jelasnya, masa Sinode 2020-2025 merupakan masa Sinode yang penting dalam rangka memantapkan langkah menuju “yubeleum satu abad GPM ditahun 2035”. Langkah itu akan kita tempuh dengan menyiapkan PIP/RIPP dasawarsa 2025-2035 sebagai dasawarsa kemandirian yubileum satu abad GPM. Yubileum satu abad GPM 2035 adalah momen syukur gereja melalui berkat pertumbuhan sebagai wujud kasih sayang Tuhan atas tugas menanam dan menyiram selama ini.

“Di masa itu, kita mesti mengevaluasi secara kritis semua tugas menanam dan menyiram, apakah buah yang dihasilkan itu sudah matang dan menjadi benih baru untuk ditanam dalam satu masa baru GPM di satu abadnya itu.” Imbuhnya

Pendeta Maspaitella menuturkan, masa Sinode sampai ke satu abad itu dapat dinyatakan sebagai; pertama – menuju satu abad GPM 2035 yaitu masa Lima tahunan 2020-2025 kini. Kedua- menyongsong satu abad GPM 2035 yaitu masa lima tahunan 2025-2030, dan yang ketiga kenjalani satu abad GPM yaitu masa lima tahunan 2030-2035. Maka pada masa Sinode ada empat hal penting yang perlu dikerjakan dengan sungguh-sungguh, antara lain; pertama – memantapkan tata kelola lembaga GPM yang meliputi berbagai aspek internal kelembagaan, kedua – meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yakni warga GPM melalui jalur Pendidikan Formal dalam hal ini jalur pendidikan umum dengan memaksimalkan kualitas pelayanan sekloah-sekolah milik GPM dari PAUD sampai Perguruan Tinggi, ketiga – meningkatkan ketahanan ekonomi warga jemaat untuk membawa keluarga-keluarga keluar dari jurang kemiskinan dengan mengelolah potensi SDM dengan sumber lokal sebagai kekuatan dan simbol kemandirian ekonomi daerah, keempat – meningkatkan kapasitas kesadaran teologi dan eklesiologi warga gereja melalui PFG dan pendidikan teologi warga gereja secara reguler dan berkelanjutan. Empat agenda itu akan menjadi perhatian khusus kita dalam mengerjakan seluruh sasaran strategis PIP/RIPP 2015-2025 pada tahap kedua 2021-2025 ini dengan berusaha sungguh-sungguh mewujudkan pencapaian profil gereja secara utuh yang meliputi profil umat, pelayan dan kelembagaan.

Dalam Rapat Konsultasi ini akan dibahas beberapa hal pokok sebagai materi pengantar untuk dibicarakan lebih lanjut pada MPL ke-42 di Elat, antara lain; satu – peraturan kegerejaan, dua – rencana pengelolaan keuangan, tiga – peraturan tata tertib persidangan gereja masa Sinode 2021-2025.

“Besar harapan kami, model rapat online ini menjadi satu habitus baru gereja untuk mengefektifkan tugas pelayanan kita,” ungkapnya.

Rapat Konsultasi ini juga menjadi titik awal bagi Sinode, Klasis dan Jemaat, untuk merancang sistim pelayanan virtual dan memaksimalkan pelayanan dalam kondisi pandemi, sehingga menyiapkan sarana-prasarana seperti telekonferensi, sudah harus menjadi salah satu kebutuhan di era digital dalam kondisi pandemi.

Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan GPM berbasis data Online melalui arahannya, Pendeta Maspaitella menjelaskan secara ringkas perkembangan Sinode GPM yang mulai menyesuaikan diri dengan era digital 4.0 dan 4.5 melalui aplikasi pelayanan yang dibuat oleh Media Center Sinode GPM, diantaranya; satu – Manajemen Sistim Informasi Pelayanan Terpadu, mencakup sistim data base jemaat dan sistim data base pegawai organik GPM. Dua – iProgramme, tercakup sistim perencanaan program dan keuangan monitoring dan evaluasi program dan keuangan berbasis PIP/RIPP, renstra klasis dan jemaat. Tiga – iOffice, sebagai aplikasi perkantoran dilingkup kantor Sinode, Klasis dan Jemaat dengan memperlancar ekspedisi surat-menyurat kedinasa, umum antar Sinode, Klasis dan Jemaat. Empat – Presensi pegawai organik GPM. Lima – iCPRF, aplikasi pelaksanaan pendampingan pastoral gereja berbasis internet. Enam – aplikasi pengelola Badan Milik Gereja (BMG) yang mengintegrasikan seluruh harta kekayaan GPM atau aset dengan sistim pelaporan yang terukur sesuai keadaan, kondisi dan lokasi BMG. Tujuh – Bali.Do, sebagai aplikasi pasar online yang akan membantu peningkatan ekonomi keluarga diseluruh wilayah GPM. Delapan – Siger atau Sidang Gereja GPM, sebagai aplikasi pendukung sidang virtual Sinode GPM dan aplikasi lainnya guna melakoni pelayanan gereja di ere 4.0 dan 5.0.

Rapat Konsultasi yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh MPH, Majelis Pertimbangan Sinode, Ketua Dan Sekretaris Klasis Se GPM, Unsur Staf dan Badan Pembantu Pelayanan MPH, Sekretaris Departemen, Kepala Biro, Kepala Bagian, Direktur, Pimpinan Yayasan Sinode GPM, Panitia MPP AMGPM dan MPL Sinode GPM.

Agenda Rapat Konsultasi Sinode GPM pada hari pertama meliputi, Laporan Pelayanan dan Keuangan Semester I Tahun 2021, Informasi Kesiapan Pelaksanaan MPP AMGPM dan Sidang MPL ke-42, Informasi Tema dan Sub Tema Sidang ke-42 MPL, Penyampaian Proposal Sekolah Model, dan Pembagian Pokja, Pokja I: PO yang akan dibawa ke MPL, Pokja II; Rencana Pengelolaan Keuangan Gereja, Pokja III; Tata Tertib Sidang Grejawi.

 

Sumber

Previous Serah Terima Pelayan Lingkup Sinode GPM

Leave Your Comment