Serah Terima Pelayan Lingkup Sinode GPM

Ambon,sinodegpm.org – Senin, 16 Agustus 2021, telah berlangsung acara Serah Terima Pelayan Lingkup Sinode GPM, meliputi Direktur Lembaga Pembinaan Jemaat (LPJ) – Pendeta Ny. Fabeat Joice/R, S.Th, Wakil Direktur LPJ – Pendeta Johanis Lorwens, M. Si, Sekretaris Direktur LPJ – Pendeta Ny. Sandra I Pesiwarissa/E, S. Si, Asisten Direktur LPJ – Pendeta Brampy Hetharie, S.Th, Kepala Biro Lingkungan Hidup – Pendeta John Victor Kainama, S. Si, Kepala Biro Pemberdayaan Ekonomi, Sosial, Politik dan Budaya – Pendeta Ny. Leonore Titing/S, M.Si, Kepala Sub Bagian Perencanaan Keuangan – Pendeta Nn. Elizabeth Pesiwarissa, S. Si.

Dalam acara ini juga terjadi pengakhiran tugas Pelayanan Lingkup Sinode oleh dua orang pegawai, yaitu Pendeta. Ny. M. Tuhusula/T dan Pendeta V. Untailawan.

Acara diawali dengan kebaktian yang di pimpin oleh Pendeta R. Rahabeat selaku wakil sekretaris umum MPH Sinode yang melayani ibadah tersebut. bagianAlkitab yang menjadi dasar pemberitaan terambil dari Ezra 7 : 25 – 28. Mengawali khotbahnya, Pendeta Rudi mengajak para pegawai untuk menciptakan sudut pandang baru, dengan melihat cara-cara baru dalam membaca perubahan, tentunya berdasarkan apa yang dikehendaki Tuhan. “Dari pembacaan firman, ada tiga kata kunci yang ingin disampaikan. Menurutnya ke tiga kata kunci yang dikehendaki Tuhan yaitu hikmat, hukum dan hati. Pendeta Rahabeat menggunakan homili dari Ketua Majelis Pekerja Harian Sinode GPM Pendeta Elifas. Maspaitella bahwa hikmat berasal dari Allah dan hikmat itu menjadi kekuatan untuk kita mengambil keputusan-keputusan disaat kritis dan krisis. Sementara hukum menjadi kerangka yang mengarahkan tujuan-tujuan kita bersama dan menjamin keadilan, kesetaraan dan hak semua orang sama dan dengan hati maka kita dapat melaksanakan tugas menanam dan menyiram di kebun anggur milikNya,” tuturnya.

Setelah selesai berkhotbah, acara dilanjutkan dengan pembacaan SK oleh Kepala Biro Personalia Pendeta D. Gaspersz. Kemudian akta pelepasan dan peneguhan oleh Ketua MPH Sinode GPM, Pendeta E. T. Maspaitella. Setelah itu, pembacaan berita acara serah terima dan diakhiri dengan penandatangan SK oleh pegawai berdasarkan jabatan masing-masing.

Usai kebaktian, acara dilanjutkan dengan penyampaian ucapan terima kasih yang diwakili oleh Pendeta Tuhusula. Dalam sambutannya, Pendeta Tuhusula mengucapkan banyak terimakasih atas kepercayaan tugas untuk melayani yang telah diberikan oleh MPH Sinode dan semua kebersamaan dengan pegawai khususnya para pegawai LPJ GPM.

“Katong ini hanya hamba atau orang suruhan. Katong seng mungkin karja sandiri. Relasi yang terjalin selama ini adalah relasi ade kaka, itu yang terjalin sampai dengan saat ini. Katong seng karja cari untung atau cari nama. Katong karja deng Tuhan Allah pung mau, sebab Antua yang kasi katong hikmat dan Antua adalah sumber Hikmat. Apapun yang katong lakukan hanya untuk puji nama Tuhan” imbuhnya.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian arahan dari Pendeta E. T. Maspaitella. Selaku Ketua Sinode, Ia menyampaikan ucapan terimakasih yang pertama kepada kedua pegawai yang memasuki masa emeritus. “Berterima kasih itu patut dilakukan oleh orang beriman. Sebab dari situ kita belajar bersyukur kepada Tuhan. Walaupun mungkin agak klise kedengaran dan kebiasaannya. Atas nama gereja ini, kami berterima kasih untuk seluruh jejak keteladanan yang sudah Ibu dan Bapak tempuh. Itu adalah masa-masa yang membekas di dalam seluruh tindakan pelayanan kami di dalam kantor Sinode dan saya yakin di seluruh gereja.” Tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kita memang tidak meninggalkan apa-apa karena memang berkat kita itu bukan apa yang kita dapati, tetapi apa yang kita layani dan lakukan. “Karena itu dari hati yang tulus kami berterima kasih kepada Pak Veky dan Ibu Lenny yang sudah memasuki masa emeritasi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Pendeta Maspaitella kembali mengingatkan pegawai dan juga kepada seluruh umat untuk memaksimalkan pembinaan keluarga dan menghidupkan bulan keluarga GPM, yang nantinya akan jatuh pada tanggal 30 Agustus.

Pendeta Maspaitella menuturkan, “selama ini kita mengatakan bahwa keluarga adalah basis pembinaan umat dan fokus kita itu hanya kepada bagaimana anak-anak didorong untuk SMTPI. Kita harus bersyukur bahwa dalam tahapan-tahapan itu, sejak tahun 2015 gereja ini sudah memiliki model “Parenting”. Kita sudah benahi seluruh sistim kurikulum bahkan materi ajar untuk PFG. Disisi yang lain, saat kita berusaha memaksimalkan aspek-aspek itu, pandemi lalu mengajarkan kita untuk mengefektifkan kembali Binakel (Bina Keluarga). Sebab itu bagi saya, bulan keluarga di masa pandemi ini harus mengingatkan umat untuk benar-benar merayakan bulan keluarga GPM dan mesti menjadi tekad kita menghidupkan pola pembinaan keluarga itu, kalau itu dikorelasikan dengan seruan doa syafaat GPM tiap jam 8 malam setiap hari saya percaya bahwa akta doa itu akan menjadi akta umat bersama seluruh gereja ini. “Beta GPM” harus ditumbuhkan, rasa GPM harus kental dengan menghidupkan tradisi simbol-simbol bergereja kita,” Jelasnya.

Kemudian arahan Pendeta Maspaitella selanjutnya ditujukan kepada pegawai yang akan melaksanakan tanggungjawab baru di kantor Sinode pada jabatan masing-masing.

“Kami ingin mengingatkan, tema kita adalah melaksanakan tugas dalam wujud koinonia transformatif (kolaborasi),” tuturnya. Lebih lanjut Pendeta Maspaitella menjelaskan, dalam pergembalaan pengurus yayasan, kami sudah mencantumkan dalam materi untuk kerjasama internal di dalam lingkup kita. Yayasan juga akan terhubung dengan biro, departemen dan dengan komisi-komisi tertentu, supaya kita bisa mempersaipkan basis atau fondasi yang kokoh bagi GPM untuk masuk ke satu abadnya di 2035. “Fondasinya akan kita buat bersama,” imbuhnya.

Kebaktian acara Serah Terima dan Pengakhiran tugas dihadiri juga oleh MPH lainnya seperti, Pendeta Ny. L. Rangkoratat/B, Pendeta I. H. Hetharie, Pdt. S.I. Sapulete, Pdt. N. Souisa, Pendeta Janes Colling, dan pegawai kantor sinode lainnya.

 

Sumber

Previous Serah Terima Jabatan Sekretaris Klasis Kota Ambon

Leave Your Comment