Serah Terima Jabatan (Sertijab) Ketua Klasis GPM Masohi

WARU,SINODEGPM.ORG-Bertempat di Gedung Gereja Rehoboth Jemaat Waru Klasis GPM Masohi dilaksanakan acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Ketua Klasis GPM Masohi dari Pendeta F. M. Teslatu kepada Pendeta Adriana Lohy/Norimarna, Senin, 02 Agustus 2021.

Acara Serah Terima Ketua Klasis diawali dengan kebaktian yang dipimpin oleh Pendeta F.M. Teslatu. Beliau menyampaikan Firman yang diambil dari Yesaya 55: 8-9. Mengawali khotbahnya, Pendeta Teslatu menuturkan refleksi terhadap tugas pelayanan Gereja yang dilakukan oleh orang-orang biasa. “Orang-orang biasa kurang-kurangnya itu ada, pasti ada cacatnya. Cacat, kesempurnaan yang menunjukan ada batas kemampuan, ada takaran hidup dan dunia menyediakan ketidaksempurnaan itu kepada siapa saja, bagi orang-orang yang biasa melayani tugas-tugas bergereja. Maka menarik apa yang dikatakan oleh Yesaya, Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Pendeta S. I. Sapulette selaku Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian Sinode GPM dan diteguhkan oleh Pendeta E. T. Maspaitella selaku Ketua Majelis Pekerja Harian Sinode GPM.

Kemudian pada kesempatan itu, Pendeta F. M. Teslatu menyampaikan kata-kata perpisahannya kepada seluruh Jemaat di Klasis GPM Masohi. Ia mengatakan, “Serah Terima Jabatan yang dilakukan saat ini, bagi saya adalah satu langkah gereja untuk menjaga Pelayanannya, menjaga Pelayan dan menjaga Umatnya.” Lebih lanjut Ia menjelaskan, penjagaan gereja ini sesuai dengan RohNya. Dalam pergumulan bergereja, pelayan dan umat adalah bagian penting dari suatu proses panggilan pelayanan. Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki adalah bagian dari pergumulan sebagai pelayan, tapi juga sebagai gereja dan semua hal itu dijadikan sebagai pergumulan-pergumulan kehidupan, supaya mendorong semangat untuk memiliki tugas-tugas yang diemban kapan saja dan dimanapun. Semangat itu menjadi bagian penting dari pelayanan gereja yang dipercayakan.

“Harapan saya agar para pendeta, anggota Majelis Pekerja Klasis di 38 Jemaat bersama Umat, selalu bahu-membahu serta menopang kepemimpinan Ibu Ketua Klasis apapun berat pergumulan ini. Segala beban pelayanan dapat ditanggulangi dan semoga prinsip kepemimpinan kolektif kolegial, saling menjaga rasa, menjaga hati, menjaga relasi kepemimpinan itu tetap dilestarikan,” tuturnya.

Mengakhiri seluruh tugas dan tanggungjawab sebagai Ketua Klasis GPM Masohi, ucapan terima kasih Ia sampaikan kepada Majelis Pekerja Harian Sinode GPM, Bapak Sekretaris Klasis Bersama Majelis Pekerja Klasis, Bapak/Ibu Pendeta Ketua Majelis Jemaat Klasis GPM Masohi, Pendeta Jemaat, Para Penatua dan Diaken di 38 Jemaat berserta seluruh umat di Klasis GPM Masohi.

Sementara itu Ketua Klasis GPM Masohi yang baru, Pendeta Adriana Lohy/Norimarna dalam sambutannya mengawali seluruh penugasan di Klasis GPM Masohi, Ia mengajak seluruh potensi yang ada dalam Klasis GPM Masohi untuk membangun sinergitas bersama agar dapat mengembangkan kualitas bergereja di Klasis GPM Masohi, berdasarkan Hikmat Tuhan. “Mari kita saling menyatu hati satu dengan yang lain, bahu-membahu dalam komitmen iman bersama dalam melaksanakan pekerjaan Tuhan ini.” Imbuhnya.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh Ketua Sinode GPM, Pendeta E.T. Maspaitella. Dalam kesempatan ini Pendeta Maspaitella memaparkan beberapa hal penting sebagai bagian dari pergumulan bersama selaku Gereja untuk menuju ke satu Abad GPM di Tahun 2035. Kata Pendeta Maspitella “Momentum itu harus dipersiapkan sejak awal, karena dalam masa kepemimpinan sinode ini kita akan merancang Pola Induk Pelayanan (PIP) dan Rencana Induk Pengembangan Pelayanan (RIPP) GPM menuju ke satu abad di tahun 2035 itu.”

Selanjutnya, melalui rapat konsultasi yang akan diadakan pada tanggal 18-19 Agustus, hal ini akan disampaikan untuk menjadi pergumulan bersama MPH Sinode GPM. “Kita harus secara serius dan sungguh-sungguh melaksanakan tanggungjawab Gereja dalam upaya peningkatan Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan Formal Gereja, dengan pendidikan Umum. Karena itu Yayasan-yayasan Pendidikan yang dimiliki oleh GPM mulai dari YPPK Dr. J. Sitanala, dan YAPERTI, akan menajdi dua kekuatan yang bersinergi untuk memastikan langkah kita bersama dalam evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di Gereja ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah milik kita.” Tutur Pendeta Maspaitella.

“Cita-citanya sederhana, pada tahun itu anak-anak kita yang sekarang berumur Lima tahun telah menjadi Sumber Daya milik Gereja yang unggul dari sisi prestasi akademiknya tapi juga Soft Skill, untuk menghadapi persaingan yang lebih besar di tahun-tahun yang akan datang.” Ungkapnya.

Lebih lanjut lagi Pendeta Maspaitella menjelaskan, maka yang kedua mau tidak mau karena pendidikan itu adalah pintu masuk keluar dari kemiskinan, kita harus melakukan sinergi antara pendidikan dengan upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi rumah tangga yang berbasis kepada pemberdayaan Jemaat dengan mengelolah secara maksimal seluruh potensi sumber pangan lokal di masing-masing wilayah yang ada. Yang ketiga pengembangan kapasitas pelayan, karakter umat dan penertiban tata kelembagaan Gereja. Karena itu dalam masa Sinode ini, selain kita akan melakukan evaluasi terhadap capaian PIP/RIPP pada Tiga profil Gereja itu tapi kita juga harus melakukan pembenahan internal. Selain itu, pembinaan keluarga harus terus dimaksimalkan dan dilaksanakan secara sungguh-sungguh oleh seluruh keluarga GPM. Bulan ini adalah bulan keluarga GPM. “Kami sudah meminta LPJ GPM menggodok seluruh materinya untuk mempersiakan kita masuk ke bulan keluarga GPM tanggal 30 Agustus sampai dengan puncaknya di tanggal 6 September di hari ulang tahun GPM.” Imbuhnya.

Diperjelas lagi oleh Pendeta Maspitella, kita juga mesti memaksimalkan peran seluruh warga Gereja terutama Warga Gereja Profesi. Sebab sudah lama kita berbicara dan berusaha untuk memaksimalkan bukan hanya advokasi terhadap hak masyarakat, tapi advokasi kebijakan publik yang karena itu harus dapat diperankan oleh warga gereja profesi kita.

“Kami berharap di semua klasis, minimal warga gereja profesi itu telah menjadi komisi yang dapat mengkoordinir seluruh potensi keprofesian seluruh warga gereja di dalam satu klasis. MPH telah membentuk komisi itu dan kita berharap itu bisa berjalan secara sinergis.” Imbuhnya.

Kemudian Pendeta E. T Maspaitella mengatakan, kemantapan finansial gereja akan kita kaji. Konsultasi juga konsepnya sudah dibicarakan dan kita bisa mengambil keputusan tertentu di MPL Sinode dalam rangka memantapkan keadaan finansial Gereja Protestan Maluku sampai dengan tahun 2026 nanti. Dan yang terakhir, penyelenggaraan manajemen gereja yang berbasis Online. Kita sudah membuat aplikasi-aplikasi, termasuk untuk menjawab kebutuhan kita dengan Moneva PIP/RIPP dan semua itu sedang dipersiapkan oleh Media Center GPM. “Mungkin ada beberapa yang akan kita introdusir untuk kita Launching nanti dalam MPL Sinode bulan Oktober tahun 2021. Itu Tiga hal yang harus saya sampaikan sekaligus menjadi tugas awal untuk ibu ketua klasis GPM Masohi, kerena ini akan berjalan dan harus berjalan rata di seluruh Klasis GPM Masohi. Termasuk pada manajemen berstandar Online.” Tukasnya.

Mengakhiri sambutannya, Pendeta Maspaitella mengajak umat untuk “Mari kita saling mendoakan sebagai rekan pelayan, doakan keluarga kita juga, doakan istri-suami, anak-anak, sebab mereka adalah penopang utama dalam seluruh tugas pelayanan ini. Mari kita saling mendukung dalam keberadaan apapun selaku Hamba Tuhan, baik Pendeta, Penatua, maupun Diaken. Baik Majelis Grejawi, Majelis Jemaat, Klasis maupun MPH Sinode. Mari kita saling mengingatkan, supaya bila kita melangkah kita tahu bahwa ada koridor-koridor tertentu yang tidak boleh kita langkahi termasuk dalam kaitan dengan seluruh ajaran dan peraturan sistim bergereja, agar tidak ada praktek yang beda-beda di semua Jemaat.” Tuturnya.

Acara sertijab dihadiri oleh Pendeta E. T Maspaitella selaku Ketua MPH Sinode GPM bersama dengan istri, Pendeta Desembrina Aipassa/M, Pendeta I. J. Sapulette Sekretaris Umum MPH Sinode bersama dengan istri, Ibu. Au Kakiay, dan seluruh Pendeta klasis GPM Masohi.

 

Sumber

Previous Peletakan Batu Penjuru Gedung Gereja Imanuel Jemaat GPM labuan Klasis Seram Utara Barat

Leave Your Comment