Gerakan Coco (Coin Covid) 19 GPM Ternate

Ternate, sinodegpm.org – ‘Kondisi Ternate memang memprihatinkan karena masyarakat pada umumnya masih belum menyadari pentingnya penerapan protokol kesehatan (Protkes) sesuai anjuran pemerintah. Di ruang-ruang publik seperti pasar rakyat, swalayan, tempat-tempat ibadah, tempat-tempat wisata masyarakat berkumpul tanpa menggunakan masker.  Apalagi Hoax tentang Covid 19 dan Vaksin menyebar kemana-mana dan masyarakat mudah sekali percaya menyebabkan rendahnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat di Kota ini, ungkapnya. Kemudian ia melanjutkan lagi bahwa pemerintah Kota Ternate telah melakukan banyak hal dan sangat membutuhkan juga bantuan dari seluruh Stake Holder untuk terus mengedukasi dan secara aktif mengkampanyekan tentang pentingnya penerapan Protokol kesehatan sebagai upaya bersama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid di Kota Ternate. Demikian ungkap Arif Gani – Sekretaris TIM Satgas Penanganan Pandemik Covid 19 Kota Ternate, yang juga adalah Kepala BPBD Kota Ternate kepada Cermat – salah satu Media Online berita di Maluku utara. Iapun menambahkan bahwa Laporan Harian Covid 19 Provinsi Maluku Utara, tanggal 12 Juli 2021 mencapai 2169 Kasus aktif dan Kota Ternate adalah yang tertinggi yaitu 540 Kasus aktif atau mencapai 24,89 % dari total kasus aktif di seluruh Maluku Utara.  Rata-rata Kecamatan Di Kota Ternate ini berada pada Zona Merah dan disinyalir pula bahwa Covid 19 juga sudah masuk diwilayah-wilayah terluar seperti Kecamatan Pulau Batang Dua.

Kisah ini, saat pandemi corona mulai menghantui warga di sana. Pada Rabu, 6 Juli 2021, Kondisi Mayau semakin memprihatinkan diawali dengan banyak warga yang sakit dengan gejala Demam, Flu, Batuk, Radang Tenggorokan dan meninggalnya salah seorang warga jemaat GPM yang mengalami sesak nafas serta dirujuknya beberapa orang warga Mayau ke RSUD Chasan Bosoeri Ternate dengan gejala sesak nafas. Kabar duka kembali berulang hingga sekitar 6 orang warga Mayau kembali berpulang namun mereka yang dirujuk ke Ternate akhirnya dinyatakan secara resmi Positif Covid 19 sesuai hasil PCR yang dilakukan kepada Mereka. 23 Juli 2021, akhirnya salah seorang warga GPM yang dirujuk ke Ternate meninggal karena Positif Covid dan Kemudian dimakamkan sesuai aturan penangan Covid 19.

Pulau Batang Dua tidak sekadar titik yang berada di sebuah peta yang masuk sebagai kecamatan wilayah administrasi Kota Ternate, Maluku Utara. Jika dilihat dari aplikasi google maps, pulau yang menampung 2.951 jiwa (Data BPS Kota Ternate 2019), berada di tengah laut antara pusat Kota Ternate dan Bitung, Sulawesi Utara. Sebab itu, tidak sedikit cerita dan kisah perjuangan warga di sana untuk mengakses segala bentuk fasilitas pemerintah. Mereka bahkan harus menempuh 7 jam perjalanan untuk sampai ke pusat kota Ternate menggunakan perahu kecil, melewati ombak, untuk dapat berobat.

Mencermati kondisi Mayau dan Tifure sesuai laporan dari Pdt.Ny Imelda Nanulaita (Ketua Majelis Jemaat GPM Mayau) dan Pdt.Fileks Talakua (Ketua Majelis Jemaat GPM Tifure) kepada Pimpinan Klasis GPM Ternate, maka melakukan Koordinasi dengan Pimpinan MPH Sinode GPM dan pemerintah serta berbagai pihak lainnya meminta agar ada perhatian dan penanganan khusus yang dilakukan di Mayau karena kondisi yang sementara dialami.

Pada 11 Juli 2021, Klasis GPM Ternate telah mendistribusikan Paket Bantuan Covid 19 (Bantuan Tahap Pertama) berupa Masker Dewasa dan Masker anak, Handsanitaizer dan  Sabun cuci tangan (Handsoap) kepada jemaat GPM Imanuel Ternate, Jemaat GPM Mayau, Jemaat GPM Tifure dan Jemaat GPM Soa Tabanga sesuai Renstra Klasis GPM Ternate 2021-2025 dan sebagai bagian dari upaya bersama dengan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota ini.

Di tengah kondisi yang sulit dimasa krisis ini, Klasis GPM Ternate dalam hal ini Komisi Anak dan Remaja Jemaat GPM Imanuel Ternate dan AMGPM Daerah Ternate juga menginisiasi Gerakan Coco 19 GPM. Ini adalah gerakan anak-anak SMTPI dan AMGPM mengumpulkan Uang logam dengan tujuan untuk membelikan alat-alat kesehatan (ALKES) seperti Tabung Oksigen, Masker, Vitamin, Handsanitarizer dan Handsoap yang kemudiaan akan disumbangankan untuk RSUD Chasan Bosoeri dalam rangka perayaan hari anak nasional tahun 2021. Namun mengingat kondisi yang terjadi di Mayau dan Tifure maka hasil gerakan Coco untuk tahap ini disumbangkan kepada saudara-saudara disana. Uang logam yang berhasil di kumpulkan dalam kegiatan ini sebesar Rp.4.200.000 Koin serta sumbangan dari para Donatur yang tidak memiliki uang koin sebesar Rp.12.300.000 sehingga totalnya menjadi Rp.16.500.000. ‘Corona mungkin dapat merenggut nyawa manusia tetapi tidak dapat merenggung rasa kemanusiaan kita.  Kami telah membeli 2 Buah Tabung Oksigen Ukuran 6 kubik beserta kelengkapannya, Vitamin anak dan Vitamin Dewasa, Masker Anak dan Masker Dewasa untuk segera diberikan ke Mayau dan Tifure’.  Ungkap Bung Keegan Lopulalan – Ketua AMGPM Daerah Ternate yang bertugas mengatur proses pendistribusian bantuan-bantuan tersebut.

Upaya yang dilakukan melalui Gerakan Coco 19 GPM ini sejalan dengan Pengakuan Dr Nubaity Radjabessy – Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate kepada Malutpost.Id bahwa setelah melakukan Kunjungan bersama FORKOPIMDA Kota Ternate pada 23 Juli 2021 untuk melaksanakan Pemeriksaan kesehatan, Pembagian Bantuan Sosial dan realisasi Program Serbuan Vaksin Puskesmas di Pulau Batang Dua ditemukan bahwa Puskesmas di kecamatan Pulau Batang Dua Kota Ternate membutuhkan Oksigen. Kebutuhan ini terkait dengan meningkatnya pasien dengan gejala sesak nafas. Selain tabung Oksigen, beberapa fasilitas penanganan Covid 19 juga perlu segera didistribusikan ke wilayah pulau yang terletak anatara Ternate dan Manado itu.

Pdt W.J. Terloit – Ketua Klasis GPM Ternate mengatakan bahwa bantuan-bantuan yang dikirimkan oleh Klasis GPM Ternate selain bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Klasis GPM Ternate tahun 2021 tetapi juga Gerakan Coco 19 GPM serta para Donatur lainnya.  Bantuan 2 Buah tabung Oksigen, Vitamin anak dan Vitamin Dewasa, Masker Anak dan Masker Dewasa yang didistribusikan ke Mayau dan Tifure adalah wujud solidaritas gereja dimasa pandemic covid 19. ‘Jumlah bantuan ini tidaklah seberapa dan mungkin dianggap kecil oleh banyak orang namun GPM wajib menopang pemerintah, kita (Gereja) harus bergandengan tangan bersama dengan Pemerintah dalam memutus Mata Rantai penyebaran Covid 19 di Kota Ternate. GPM juga harus dapat memastikan secara internal bahwa Pelayan dan Warga Jemaat GPM di semua wilayah harus terlindungi dari Krisis ini’

Dalam arahannya diacara penyerahan bantuan tersebut pada 27 Juli 2021,  Pdt. W.J. Terloit  – Ketua Klasis GPM Ternate, juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh SMTPI Jemaat GPM Imanuel Ternate dan AMGPM Daerah Ternate. ‘ini adalah sebuah gerakan yang sangat bermakna seperti kata orang bijak, berpikir Global dan bertindak Lokal – Think Globaly, Act Localy. Saya yakin, gerakan-gerakan seperti ini turut membentuk Sikap Solidaritas dan Empati di ruang kemanusiaan dalam diri generasi muda gereja’.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Pdt. W.J. Terloit  – Ketua Klasis GPM Ternate, Pdt. Ny Gloria Malaihollo – Ketua Majelis Jemaat GPM Imanuel Ternate, Bung Keegan Lopulalan – Ketua AMGPM Daerah Ternate dan Ny Nova Pattiasina/Latuperissa – Perwakilan dari  Komisi anak remaja dan Katekisasi jemaat GPM Imanuel Ternate. Bantuan tersebut diserahkan di Pelabuhan Ahmad Yani Kota Ternate Kepada Penatua.Ny Reflin Salu- Balak, Majelis Jemaat GPM Mayau dan Bung Ferry Teby – Ketua Tim Relawan Bencana AMGPM Tifure dan kemudian akan diangkut oleh KM Banawa Nusantara – Milik Pemerintah Kota Ternate yang di Kelola oleh Pemerintah Kelurahan Tifure ke Mayau dan Tifure. Suba Jou.

——–

Penulis : Pdt Donny Toisuta – Sekretaris Klasis Ternate

 

Sumber

Previous Peneguhan Serta Serah Terima Jabatan Ketua Klasis & MPK GPM Pulau Ambon Timur

Leave Your Comment