Peneguhan Serta Serah Terima Jabatan Ketua Klasis & MPK GPM Pulau Ambon Timur

Ambon,sinodegpm.org – Minggu, 25 Juli 2021 telah diadakan Peneguhan serta serah terima jabatan Ketua Klasis GPM Pulau Ambon Timur yang berlangsung di Gedung Gereja Damai, Jemaat GPM Waai. Dari Pendeta S.I Sapulette yang telah diteguhkan menjadi Sekretaris Umum Sinode GPM, kepada Pendeta Oudy Ririmase dan Anggota Majelis Pekerja Klasis Pulau Ambon Timur; Pelepasan Penatua Frans J. Papilaya yang telah diteguhkan menjadi Anggota Majelis Pekerja Harian Sinode GPM dan Peneguhan Penatua Yefta Malassa sebagai anggota MPK.

Acara tersebut dihadiri oleh MPH Sinode. Pendeta E.T Maspaitella selaku Ketua Sinode, Pdt. Ny. Lenny Bakarbessy/R, Pdt. I. H. Hetharie, Pdt. Ny. N. Souisa/G, Pdt. Ny. B.A Sahertian/L, dan Pnt. F. J. Papilaya. Peneguhan serta Serah Terima Jabatan diawali dengan kebaktian yang dipimpin oleh Pdt. S.I Sapulette.

Dalam sambutannya, Pdt. S.I Sapulette mengatakan “Saya bersyukur karena telah diberikan kepercayaan tanggung jawab pelayanan ini bersama dengan semua para pelayan dan Jemaat yang ada di Klasis Pulau Ambon Timur”. Ia juga menambahkan “Satu hal yang ingin saya sampaikan, apapun situasi yang kita hadapi, sekalipun pandemi covid ini membatasi seluruh pelayanan kita, amanat pelayanan harus tetap dilaksanakan. Dalam kurun waktu yang singkat ini bersama kita bersepakat untuk melakukan langkah-langkah menata kelembagaan untuk mendukung kerja-kerja pelayanan di klasis ini lima tahun kedepan.”

Kemudian Selanjutnya, Pdt. Oudy Ririmase selaku Ketua Klasis Pulau Ambon Timur mengatakan ‘Hari ini saya diteguhkan menjadi Ketua Klasis, saya rasa sungguh ini tanggungjawab yang besar dan karna itu dukungan doa dari bapa/ibu sangatlah mensuport pelayanan kedepan.

Sebagai penutup dalam sambutannya, Pendeta E.T Maspaitella mengatakan, Kita ini adalah hamba yang lemah dan terbatas, oleh sebab itu kita butuh topangan, kita butuh kekuatan, kita butuh kerjasama, dan karena itu Kolegialitas bagi kita tidak hanya sebatas implikasikan dalam berkerja tetapi dengan seluruh Pelayan Gereja, seluruh Pelayan khusus dan seluruh Gereja ini. Kami MPH Sinode memahami Kolegialitas dalam dimensi itu tidak hanya sekedar berjalan bersama-sama, kita butuh seluruh topangan.

Tuhan sudah memberi kepada Geraja ini seluruh kekayaan sumberdaya yaitu warga Gereja dan kita yang harus memastikan bahwa kita akan dapat melaksanakan amanat Tuhan ini dengan memaksimalkan serta melibatkan seluruh potensi umat, karena kepada mereka Tuhan karuniakan talenta masing-masing. Kita punya ketertebatasan dalam banyak hal. Kadang karakter kita juga menjadi sumber keterbatasan, karena itu sebagai hamba yang terbatas kita hanya harus berdoa dan minta Tuhan beri kepada kita hikmat. Bekerja dengan Roh supaya kita bisa tau mana yang baik yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh kita kerjakan dalam.

Lagi tuturnya, kepada semua pimpinan klasis yang berkesempatan hadir, MPK Pulau Ambon Timur secara khusus, Pimpinan Jemaat, kita akan terus berkeja dan melayani. Tidak ada waktu untuk berhenti sejenak. Bahkan dalam situasi pandemi. Kita tidak sekedar membutuhkan inovasi pelayanan tapi kesadaran-kesadaran tentang krisis. Supaya kita bisa mengabil keputusan-keputusan yang menunjukan bahwa gereja benar-benar berpihak kepada hidup dengan terus mengkampanyekan atau menyadarkan umat tentang protokol kesehatan, tetapi juga mengambil langkah-langkah pelayanan Diakonia Gereja dalam rangka mengantisipasi dampak tertentu dari pandemi ini.

 

Sumber

Previous Butuh Kerjasama Hadapi Gelombang Dua Covid-19

Leave Your Comment