6 Orang Pegawai Sinode Pamit Pensiun

Tanpa terasa tiga puluh tahun lebih mereka telah menghabiskan tahun-tahun hidup dan karya mereka di Kantor Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) yang kerap disebut Gedung Putih itu. Enam orang pegawai kantor sinode GPM hari ini pamit pensiun (Jumat, 26 Maret 2021).

Acara ini berlangsung di aula kantor Sinode dirangkai dalam kebaktian tutup usbu yang dilayani  oleh Pendeta Rido Maelissa, staf Media Center GPM. Dalam homilinya Pdt Maelissa memberi apresiasi terhadap karya para pegawai pensiun itu. “Kita patut memberi apresiasi terhadap karya para pegawai yang telah memberikan yang terbaik di kantor ini. Dengan kasih dan setia mereka telah melayani Tuhan melalui pekerjaan sebagai pegawai kantor Sinode” ungkap mantan Pendeta Jemaat Amahai Souhuku ini.

Ketua MPH Sinode GPM, Pdt E.T Maspaitella dalam arahannya menyebutkan bahwa tanpa kerja dan kinerja para pegawai ini maka mustahil aktivitas pelayanan dapat berjalan maksimal. “Ambil contoh Om Emon ini, beliau turut memberi rasa nyaman dan kenyamanan bagi para MPH yang mendapat layanannya sebagai supir (driver)”, ungkap ketua Sinode. Om Emon yang bernama lengkap Raymond Kesaulya ini merupakan salah satu supir senior di kantor Sinode yang telah melayani beberapa pimpinan Sinode. Lelaki hitam manis ini terlihat tersenyum dan bangga.

Adapun keenam pegawai kantor Sinode yang telah memasuki masa pensiun adalah: Ibu Eny Keliombar, pegawai kasir, Bapak Ucu Siahaya, bagian keuangan, Ibu Gina Sihasale, pegawai personalia, Bapak Obet Andries, bagian keuangan dan Ibu Sin Manduapessy, bagian Sekretariat. Kepada mereka diberikan THT (Tunjangan Hari Tua) juga piagam penghargaan.

Ibu Eni Keliombar-Metungan dalam sepatah kata mewakili para pensiun menyampaikan terima kepada MPH dan semua pegawai atas kerjasama selama ini. Ia juga memohon maaf jika selama 30 tahun pelayanannya ada yang kurang berkenaan. “Kami mohon maaf jika ada yang merasa tidak puas dan tersinggung dengan pelayanan kami. Misalnya soal biaya transport. Tapi kami sudah berusaha memberikan terbaik di kebun anggur Tuhan ini, kami melayani dengan hati” ungkap Ibu Eny yang beragama Katolik ini. Saat memberi arahan, Ketua Sinode juga memberi aksentuasi bahwa GPM juga teruji telah membuka diri untuk kerjasama oikumene termasuk dengan saudara-saudara Katolik. “Ibu Eny beragama Katolik dan telah bekerja lebih dari 30 tahun di kantor sinode GPM. Ini sebuah jejak sejarah oikumene yang penting” tandas mantan Sekum Sinode GPM ini.

Acara syukuran bersama para pensiun ini berlangsung khidmat. Kepala Departemen PIPK, Pdt Agus Hetharion dan Vokal Grup Gabungan Bagian Sekretariat dan Personalia turut menyajikan pujian. Peserta kebaktian yang hadir lebih dari 50 orang. Semua ini merupakan tanda kebersamaan dan apresiasi terhadap kerja bersama yang terbangun selama ini. Terima kasih Om Emon, Pa Ucu, Pa Obeth, Ibu Eni, Ibu Ina dan Ibu Sin. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

 

Sumber

Previous Soa Tabanga Sebagai Gereja Kuning Di Kedaton Ternate

Leave Your Comment