Home / Jemaat Laha

Jemaat Laha

Number of View: 0

Sekilas Sejarah Jemaat Laha

Masyarakat/jemaat  Laha  pada awalnya berdiam di daerah pegunungan di Manusela Maraina  dan memeluk agama primitif. Kemudiaan secara bersamaan turun ke daerah pesisir dan menetap pada dua lokasi pada tahun 1862. Untuk marga Hatulely dan Walalohun menetap di daerah sekitar Hunisi yang diberi  nama Kana-kana sedangkan untuk marga Sifata, Yapalalin dan Koranelao menetap di Unupu.

Barulah pada  tahun 1908 karena peristiwa air turun naik (bahasa daerah : Kana-kana), maka ada kesepakatan bersama  sebagai orang basudara baik yang menetap di kana-kana maupun Unupu untuk membangun sebuah pemukiman baru  yang dinamai Laha. Laha memiliki nama negeri Laha Nusa Putri Mariati.  Laha artinya perjamuan atau makan bersama Patasiwa, Nusa artinya pulau, sedangkan Mariati yang artinya anak cucu Patasiwa Patalima.Jadi Laha Nusa Putri Mariati artinya tempat pertemuan anak cucu dari patasiwa patalima.

Sesuai buku register gereja, tercatat bahwa pada tanggal 1 Desember 1909 sudah dibaptis 91 orang. namun kepastian tanggal tepatnya Laha menerima injil tidak dapat diketahui secara  pasti sebab 3 lembar catatan awal buku register telah hilang/terbakar. Berdasarka informasi yang diterima  dari tua adat bahwa injil diperkirakan masuk ke Laha akhir abad ke-18, yakni sekitar bulan September 1898  dan orang pertama  yang  menerima  injil dan dibaptis  adalah Welem Walalohun oleh Pdt Kalling. Sedangkan Raja pertama  yang dibaptis adalah Manuele Hatulely Rehena  dan setelah dibaptis diganti nama menjadi Imanuel Hatulely Rehena pada tahun 1918.

Berdasarkan informasi dari orang tua-tua Laha bahwa gedung gereja Laha pertama kali dibangun pada saat Penginjil Wakano bertugas di Laha dan barulah pada tahun 1975 gedung gereja tersebut direnovasi dengan mempergunakan tenaga kerja dari Negeri Sila dan  yang bertugas pada saat itu adalah Pjl. Melianus Kainama. Di tahun 2000 bersama dengan rumah-rumah umat gedung gereja tersebut terbakar karena konflik Sosial.

Ada tiga peristiwa yang turut mempengaruhi dinamika bergereja dan berjemaat di Jemaat GPM Laha mulai Injil masuk hingga sekarang  yakni :

1. Perang Dunia II

Dalam peristiwa perang dunia II, sebagai tindakan penyelamatan atas  penyerangan sekutu terhadap tentara Jepang yang terjadi di daerah  Pulau Seram  maka, selama 5 bulan jemaat GPM Laha mengungsi dan terpencar ke  dusun masing-masing.  Tetapi untuk kegiatan ibadah secara rutin setiap minggu tetap berlangsung di Gedung gereja yang berada di Negeri Laha.

2. Peristiwa RMS

Antara tahun 1950-1952 anggota jemaat Laha mengungsi ke beberapa desa di daerah pegunungan di Seram Utara yakni Wahai, Maneo Gunung, Kabohari,Seti dan  Lofoko karena perlawanan yang terjad iantara Tentara TNI dan tentara RMS.

3. Konfik Sosial Maluku

Akibat  konflik kemanusiaan  yang terjadi di Maluku mengakibatkan Jemaat GPM Laha pada tanggal 3 Januari 2000 harus terkusur dan mengungsi ke daerah Klasis Wahai/Kecamatan Wahai (Manaeo Rendah, Maneo Tinggi, Kabohari,Elimata,Kabeluhu,Mulumet,Iluana, Seti Bakti, Seti Suma, Sadar dan Klasis Masohi/Kecamatan TNS (Rumdai, Uralele, Jerili, Izu, Trana, Mesa,Mesa HBI, Bumei, Unitetu,Wotai, Layeni), Kota Masohi dan Kota Ambon. Dan selama di tempat pengungsian HBI Mesa dijadikan sebagai pusat pelayanan dari Jemaat GPM Laha.

Pada tanggal 1 September 2005 masyarakat Laha kembali ke  Negeri Laha untuk menetap dan membenahi seluruh aktifitas pelayanan dan pembangunan. Karena belum semua anggota jemaat/masyarakat kembali ke Laha mengakibatkan pelayanan terbagi dua yakni pelayanan yang berlangsung di Wapia Kecamatan TNS maupun di Laha sendiri.

Di Laha jemaat beribadah di Balai Kerohanian  Balai Kerohanian ini dibangun oleh anggota jemaat sendiri yang  dibiayai oleh Keluarga Hans Ubayaan.

Pada tanggal 8 April 2007 atas bantuan pemerintah Propinsi Maluku, Dana  Inpres no 6 tahun 2006 dan bantuan dana Rehabilitasi tahun 2007 yang diperuntukkan untuk membangun sarana peribadahan, maka  dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja Ebenhezer Laha oleh Pdt P Liklikwatil (saat itu bertugas di Jemaat GPM Maneoratu). Pekerjaan Pembangunan gedung gereja Ebenhaezer dibangun sendiri  oleh tukang dan anggota Jemaat  Laha.

Pada tanggal 27 April 2008 berdasarkan hasil Keputusan Sidang Jemaat GPM Laha V  dan koordinasi dengan pihak Klasis Telutih, maka dilakukan kegiatan pembongkaran Balai Kerohanian HBI  yang dilakukan oleh Pdt. Nn. S. Latuny S.Si (Ketua Klasis Telutih) dan ibadah pembongkaran dilayani oleh Pdt Ny A.E. Maitimu S.Th. Dengan dilakukan kegiatan ibadah pembongkatran BK  tersebut menandai diakhirinya seluruh  kegiatan pelayanan Jemaat GPM Laha  yang berlangsung  di HBI Mesa. Anggota jemaat yang berdomisili di Waipia dialihkan status keanggotaannya di jemaat-jemaat dimana mereka berdomisili.

Pada tanggal 8 Januari 2010 ditahbiskan gedung gereja Ebenhaezer Laha oleh Ketua Sinode GPM “Pdt. DR. J. CHR. Ruhulessin, M.Si sedangkan Ibadah pertama dilayani oleh Sekretaris Umum Sinode GPM “Pdt. V. Untailawan, M.Th

Para Pelayanan yang pernah melayani di Jemaat GPM Laha adalah :

  1. Pjl Maitimu
  2. Puturulan
  3. Wakano
  4. Tutuhatunewa
  5. Matatula
  6. Lasamahu
  7. Soumokil (thn 1942 – 1946)
  8. J0hanes Pesiawrissa (thn 1947 – 1950)

Anatar tahun 1950 – 1952 anggota jemaat GPM Laha tersebar di desa-desa bagian Seram Utara karena peristiwa RMS

  1. Marthen Kailuhu  (thn 1953 – 1954)
  2. Julius Taihutu ( thn 1955 – 1958 )
  3. Dominggus Serumena   (thn 1959 – 1968)
  4. M. Kainama ( thn 1969 – 1980)
  5. A. Sohuwat (thn 1980, bertugas hanya 8 bulan)

Antara tahun 1981- 1982 Pjl. M. Kainama yang sudah pindah melayani di Jemaat GPM Ulahahan tetap membantu pelayanan di Jemaat GPM Laha karena selama   2 tahun tidak  ada pendeta  yang ditempatkan di Jemaat GPM Laha.

  1. Nn. O.Letlora, S.Th ( thn 1983 – 1989)
  2. Nn. L. Simatauw, S.Th (Thn 1989-1990)
  3. Nn. L. Simatauw, S.Th (thn 1990 – 1995)
  4. Nn. M. Maerissa, S.Th (thn 1996 – 1998)

Antara tahun 1999 – 2007, Jemaat GPM Laha ,  sebelum konflik  sampai dengan berada di tempat  pengungsian tanpa  didampingi oleh seorang Pendeta, keculi pada tahun 2005/2006  oleh BPH Sinode menempatkan Vic.Nn. Els Peisuwarissa, S.Si untuk menjalani masa kevikariatannya.

  1. .Pdt. Ny.A.E. Maitimu/F, S.Th (thn 2008 – Sekarang)

329 total views, 2 views today