Home / Jemaat Piliana

Jemaat Piliana

Number of View: 0

PROFIL JEMAAT GPM PILIANA

 

Masyarakat Piliana adalah penduduk asli Pulau Seram, atau yang dikenal dengan suku Alifuru. Masyarakat Piliana memiliki kisah perjalanan sejarah yang panjang sebelum akhirnya mereka tinggal dan berkembang seperti saat ini. Tidak ada bukti tertulis yang menceritakan tentang sejarah perjalanan masyarakat piliana namun berdasarkan penelusuran dan penuturan orang tua – tua adat yang ada dalam negeri piliana bahwa masyarakat piliana pada awalnya semua berasal dari desa “ Maraina “. Karena keadaan penduduk yang terlalu banyak maka sebagian dari mereka mengambil keputusan untuk meninggalkan maraina dan turun ke daerah yang bernama “ Ulaihari/ Inaole yang merupakan negeri pertama dari masyarakat piliana.

Dari Ulaihari mereka pindah lagi ke tempat yang bernama Losa. Awalnya mereka hidup baik – baik saja hingga mereka dikunjungi oleh 7 orang dari desa Hatumete yang merupakan utusan Belanda guna mengajak mereka untuk berperang.

Tujuan dari Belanda adalah menguasai hidup orang Losa, tetapi orang Losa tidak mau berperang alasannya mereka tidak memiliki senjata, sehingga mereka takut berperang dengan Belanda. Penolakan ini dilakukan oleh kapitan Sapele yang  pada saat itu memimpin masarakat Losa, namun yang terjadi adalah ke 7 ( tujuh ) utusan Belanda ini memutarkan balikan faktadan menyampaikan bahwa orang Losa sudah siap untuk berperang. Akhirnya Belanda marah dan mengadakan perlawanan terhadap orang Losa. Sama seperti daerah-daerah lain di Maluku yang berperang dengan penjajah demi mempertahankan tanah airnya, Masyarakat Losa pun demikian, saat itu mereka terlibat perang melawan tentara Belanda demi mempertahankan wilayahnya, dan perang itu di beri nama oleh masyarakat dengan sebutan perang “ Koloputi yang artinya itam iris putih, yang memakan korban sangat banyak dari pihak Belanda, sementara dari pihak Losa hanya 2 ( dua ) orang yakni kapitan Sapele dan kapitan Lumuto. Ketika perang usai Belanda mencoba telusuri keejadiannya dan ternyata diketahui bahwa dibalik peristiwa ini terdapat dalang yang memicu sehingga terjadi peperangan yang tidak lain 7 orang utusan Belanda yang berasal dari desa tetangga yakni Hatumete. Akhirnya mereka ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.

Setelah itu masyarakat Losa oleh Belanda mereka dibawa ke desa Hatu dan tinggal bersama dengan masyarakat Hatu, pada saat itu juga, ada 10 ( sepuluh )  orang Losa yang dibaptis oleh penginjil bermarga Timanoyo yang bertugas di jemaat Hatu. 10 ( sepuluh ) orang itu masing-maing :

  1. Latumutuany
  2. Latumutuany
  3. Latumutuany
  4. Latumutuany
  5. Latumuttuany
  6. Ilelapotoa
  7. Latumutuany
  8. Latumutuany
  9. Latumutuany
  10. Ilelapotoa

masyarakat tidak Menetap di Losa disebabkan konflik  batas tanah ) yang terjadi antara orang Losa dengan Hatu dan akhirnya Belanda menawarkan pilihan kepada orang Losa untuk mencari lokasi baru untuk ditempati. Yang sampai sekarang menjadi tempat tinggal tetap bagi orang Losa, tempat tinggal yang sekarang menjadi desa administrative dan kemudian dinamai PILIANA yang artinya “ SU TARANG “  tepat pada tahun 1932.

Setelah berada di Piliana pada tahun 1932, kemudian pada tahun 1934 Injil mulai di buka dan disebarkan kepada masyarakat  Piliana, yang pada saat itu dibawa oleh penginjil Wehehanussa, dan kemudian berlanjut hingga saat ini. Berikut urutan nama Penginjil /Guru Agama dan Pendeta yang pernah melayani  di jemaat GPM Piliana sejak tahun 1934 sampai saat ini.

  1. Penginjil dan Guru Jemaat = Wehehanusa
  2. Penginjil dan Guru Jemaat = Robert Penadua
  3. Penginjil dan Guru Jemaat  = Ubru
  4. Penginjil dan Guru Jemaat  = Boby Halatu
  5. Penginjil dan Guru Jemaat  = Latuny
  6. Penginjil dan Guru Jemaat = Iale
  7. Penginjil dan Guru Jemaat = Molle
  8. Penginjil dan Guru Jemaat = Taihuttu
  9. Penginjil = D. Walalohun
  10. Penginjil = D. Tamala
  11. Pendeta = C. Uniwaly
  12. Pendeta = L. Minaely
  13. Vikaris = M. Tahalele
  14. Pendeta =  Touwe
  15. Pendeta =  J. Hehakaya
  16. Pendeta =  M. Wolontery/Pelletimu
  17. Pendeta = C. Titahena. S.Si

Dari urutan penginjil dan pendeta yang bertugas selama kuang lebih 78 tahun dalam jemaat GPM Piliana, perlu disampaikan bahwa Jemaat Piliana pernah mengalami kefakuman Pendeta selama kurang lebih 14 tahun dari masa Pdt L. Minaelly ke Pendeta S. Touwe.

294 total views, 1 views today