Ketua Umum PSI Mengunjungi Sinode GPM

Number of View: 0

Ambon, sinodegpm.org – “Bila politik itu berisi orang baik, maka politik itu menjadi baik”. Itulah pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, dalam kunjungannya ke kantor Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM, 19/3). Pernyataan itu terlontar sekaligus sebagai gambaran tentang platform perjuangan PSI dalam konteks politik Indonesia saat ini.

Sekretaris Umum MPH Sinode GPM bersama Ketua Umum PSI di Ruang Rapat Sinode GPM 19/03/2019.

Partai yang berisi orang-orang muda ini menjadikan gerakan anti-korupsi dan anti-intoleransi sebagai platform perjuangannya. Menurut Grace, pilihan itu berdasar pada realitas bahwa kesejahteraan rakyat harus diutamakan, dan keutuhan bangsa harus dijaga agar tidak terkoyak, apalagi pecah.

Foto bersama Sekretaris Umum MPH Sinode GPM, Sekdep POS Sinode GPM, Ketua Umum PSI, dan Kader PSI.

Sebagai bukti anti-korupsi maka semua Caleg PSI di Pusat sampai Daerah tidak satu pun eks-tahanan korupsi. Menurutnya lagi bahwa kita tidak sekedar berhadapan dengan gerakan intoleransi melainkan normalisasi intoleransi. Dan normalisasi intoleransi itu bukan fakta kultural melainkan suatu wujud tekanan struktural (sosial, politik, ekonomi). Pada aspek yang sama, Guntur Romli, yang juga salah satu Juru Bicara TKN, memberi contoh normalisasi intoleransi terjadi melalui perda-perda bernuansa agama, dan bahwa tanpa disadari itu pun dibiarkan lolos oleh para politisi/fraksi partai-partai nasionalis. 


Sekretaris Umum MPH Sinode GPM sementara menjelaskan kedua buku yang sudah dirilis oleh GPM kepada Ketua Umum PSI di ruang rapat Sinode GPM dalam pertemua 19/03/2019.

Dalam kesempatan itu, Ketum PSI diterima oleh Sekretaris Umum MPH Sinode GPM, Pdt. Elifas T. Maspaitella. Kepada PSI, Maspaitella menjelaskan tentang kerjasama GPM dengan KPK untuk penyusunan modul pendidikan anti-korupsi yang akan rampung beberapa bulan ke depan, sekaligus sebagai bagian dari pembinaan umat dalam turut membentuk karakter sebagai warga negara yang bertanggungjawab.

Tentang anti-intoleransi, Maspaitella menjelaskan proses peace and trust building, peace education, sebagai bentuk konkrit pengelolaan perdamaian antaragama di Maluku dari basis kearifan budaya lokal.

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Sinode GPM

Baik Ketum PSI dan Sekum MPH Sinode GPM sama-sama berharap agar proses demokrasi ini akan menghasilkan perbaikan bagi keindonesiaan dan berhasil memilih orang-orang baik untuk mengemban tugas pensejahteraan dan perdamaian. (etm)

60,409 total views, 4 views today

Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com