Jemaat Ohoitel Jadi Tuan Rumah TOT Penggunaan Modul Bina Spiritualitas Pelayan

Number of View: 0

[Ohoitel, sinodegpm.org] – Spiritulitas pelayan khusus dan aparatur penyelenggara pelayanan gereja (pelayan)  adalah kekuatan yang menjiwai dan menggerakannya untuk melaksanakan tugas panggilannya. Tugas untuk membangun kehidupan persekutuan, kesaksian dan pelayanan gereja.

Spiritualitas  yang yang dibicarakan di sini adalah spiritualitas kristen. Spiritualitas yang bersumber dari Allah Tritunggal (Bapa, Anak dan Roh Kudus). Spirtualitas yang nampak dalam gaya hidup seorang pelayan, baik dalam hubungan dengan Allah, sesama manusia maupun lingkungan hidup.

Spiritualitas itu diperoleh dari pengalaman hidup manusia. Pengalaman yang diperoleh baik melalui pengalaman pribadi, pengalaman hidup bersama  keluarga,  pengalaman hidup bersama  persekutuan/gereja, perjumpaan dengan dunia  maupun melalui suatu proses pembinaan dan pelatihan yang dilakukan secara berencana dan berkesinambungan.

TOT Penggunaan Modul Bina Spiritualitas Pelayan GPM Rayon I di Jemaat Ohoitel, Klasis Maluku Tenggara dan Kota Tual yg berlangsung tgl 09 – 14 September 2018. TOT berlangsung dengan pendasaran Alkitabiah Ef. 4:11-16; 2Tim 2:2, ketetapan Sinode ke-37 Tahun 2016 di Gereja Maranatha, Ambon, implementasi PIP/RIPP 2015-2025, dan keputusan Sidang ke-39 Majelis Pekerja Lengkap Sinode GPM tahun 2017 di Jemaat GPM Wayaloar, Klasis GPM Pulau Obi, Maluku Utara.

Wakil Ketua MPH Sinode GPM membuka kegiatan TOT, di dampingi oleh Direktur LPJ GPM, Sekretaris Klasis Kei Kecil.

Ibadah Pembukaan dilayani oleh Pdt. Tilly Tomasoa/Far-Far, serta ucapan selamat datang oleh Pdt. Iren Kolyaan (Sekretaris Klasis Kei Kecil), sedangkan arahan dan Akta Pembukaan dilakukan oleh Pdt. W.B Pariama (Wakil Ketua MPH Sinode GPM), setelah itu disusul  sambutan Adam Rahayaan, S.Ag.M.Si (Walikota Tual).

Metode yang dipakai dalam pembinaan dan latihan TOT pelayan GPM sebagai berikut ; sharing untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman pelayanan spiritualitas di antara para peserta, diskusi bersama/kelompok untuk memperdalam pengetahuan tentang pembinaan dan pengembangan spiritualitas pelayan, ceramah untuk menjelaskan materi pembinaan dan pengembangan spiritualitas pelayan GPM sesuai dengan pokok yang dibahas, latihan meditasi, kontemplasi dan doa dalam keheningan untuk meningkatkan penghayatan dan keterampilan pembinaan dan pengembangan spiritualitas pelayan.

TOT yang berlangsung selama enam (6) hari lakukan kepada para pelayan khusus dan aparatur penyelenggara pelayanan GPM bertujuan untuk menghadirkan spiritualitas kristen untuk melaksanakan pelayanan gereja yang berkualitas. Diharapkan setelah belajar dan berlati bersama maka para pelayan dapat mengetahui apa itu spiritualitas kristen, dari mana mendapatkan dan bagaimana mengembangkannya untuk menjadi gaya hidup dalam relasi dengan Allah, sesama manusia dan ciptaan lain, menyadari bahwa spiritualitas kristen sangat diperlukan oleh seorang pelayan khusus dan aparatur penyelenggara pelayanan gereja dalam tugas pelayanannya, mampu menarapkan spiritualitas kristen dalam hidup dan pelayan, memiliki keterampilan untuk mengadakan pembinaan dan pengembangan spiritualitas umat, dan membuat komitmen untuk melayani pekerjaan Tuhan dengan baik.

Para peserta TOT, Fasilitator dan LPJ GPM foto bersama didepan Gedung gereja Efrata.

Selama kurang lebih enam hari para pelayan dibekali dengan materi yang dikemas menjadi modul antara lain ; modul I Spiritualitas Kristen dan Pengaruhnya, modul II. Cara Mendapatkan Spiritualitas Kristen, modul III. Doa Stase Via Dolorosa, modul IV. Pembinaan dan Pengembangan Spiritualitas Kristen, modul V wujud Spiritualitas Seorang Pelayan, modul VI. Kontemplasi, modul VII. Spiritualitas Sebagai Hamba, Nabi, Imam, Gembala dan Pengajar, modul VIII. Melayani Meditasi, dan spirtualitas Untuk Rekomitmen Seorang Pelayan

TOT di ikuti oleh 14 Klasis, 28 orang (Wetar, Kisar, Damer, Luang-Sermata, Lemola, Babar, Babar Timur, Tansel, Tanut, Aru, Arteng, Arsel, Kebes, Kei Kecil).

Pembinaan spiritualitas pelayan GPM dirasakan sebagai suatu kebutuhan gereja untuk meningkatkan kinerja pelayanan di tengah berbagai pengaruh zaman yang dihadap baik oleh warga gereja/masyarakat maupun pelayan  itu sendiri. Gerak maju zaman yang sekarang sangat kuat dirasakan  pengaruhnya ialah materialisme, konsumarisme,  hedonisme dan invidualisme.

 

Penulis : Lembaga Pembinaan Jemaat Gereja Protestan Maluku (LPJ GPM) Editor  : Media Center GPM

 

 

43,648 total views, 1 views today

Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com