30 Hari Kapal Kairos Hilang Belum Ditemukan

Number of View: 0

[Ambin, sinodegpm.org] -30 Hari Mencari KM Khairos
(Catatan Kronologis dan Refleksi Hilangnya KM Khairos bersama 17 Warga GPM dan 1 Orang Anggota Polri)

11 Agustus 2018 tepat pukul 02.00 Wita, KM KHairos memilih meninggalkan Pelabuhan Ruko Bitung – Sulawesi Utara di tengah Kondisi Ombak Besar, Gelombang Tinggi dan angin Kencang. Menurut Pihak Pelabuhan Ruko Bitung karena Pertimbangan Cuaca yang buruk maka di berikan warning agar seluruh aktivitas pelayaran di hentikan menunggu cuaca kembali membaik. KM Khairos tetap memilih berlayar.

Belum dapat dipastikan hingga kini mengapa hal iyu dilakukan. KM khairos seharusnya Tiba di Pelabuhan Mayau atau Bido Pulau Batang dua diperkirakan sekitar pukul 14.00 – 15.00 WIT.
18 Jam sudah KM Khairos tidak kunjung tiba dan akhirnya salah seorang anggota POLAIRUD pulau batang dua memilihi menghubungi BASARNAS via saluran Telpon (12/08/2018).

Setelah laporan itu di sampaikan kepada Basarnas kota ternate, pihak Basarnas kemudia mengambil langkah menyebarkan berita Radio kepada semua Kapal yang sementara melakukan pelayaran di Pulau Batang dua.

13 Agustus 2018, Pimpinan Klasis GPM ternate ( Sekretaris Klasis, Pdt Yanes Titaley dan Anggota MPK Penatua Simon Soyanto) bersama Bapak Asghar Saleh ( Direktur LSM Rorano -Kota Ternate) mendatangi Basarnas Kota Ternate setelah mendapat laporan resmi via telpon dari Majelis Jemaat GPM Mayau (Pdt. Donny Toisuta – Pdt Jemaat). Pihak GPM dan Bapak Asghar Saleh meminta langkah yang lebih Konkrit dari Basarnas kota ternate berkitan dengan persoalan hilangnya KM khairos.

Pukul 11.30 Wit (13/08/2018) Kapal SAR Pandu Dewanata bergerak dari pelabuhan ternate menuju Pulau Batang Dua untuk melakukan pencarian namun tidak menemukan apa-apa.

14 Agustus 2018 adalah hari kedua pencarian dilakukan dengan menggunakan 2 buah Kapal SAR yaitu Kapal SAR Bimasena dari SAR Menado dan Kapal SAR Pandu Dewanata dari SAR ternate (Sempat mengalami kerusakan pada engine bagian Kiri labung Kapal).

Tentunya keluarga korban di Mayau semakin cemas dan upaya pendampingan bagi keluarga aerta pergumulan doa bersama mulai digear setiap hari hingga 15 Agustus 2018 Nahkoda KM Jupiter Jaya menginformasikan bahwa Ia mendengar pecakapan radio salah seorang Penjaga Rompong bernama Om Inno yang melihat Khairos hanyut kearah utara. Posisi rompong dimana om Inno bekerja adalah sekitar 17 Mil dari Desa Bido Kecamatan Pulau batang dua.

TiM SAR kemudian melakukan pencarian kearah utara berdasarkan satu-satunya informasi yang diterima dan sudah di klarifikasi lebih dulu. Pencarian dilakukan di perairan Loloda Utara kepulauan dan pesisir utara laut halmahera hingga ke perairan Morotai namun belum juga ada hasilnya.

Keluarga di Mayau tetap memaksa untuk melakukan percarian secara tradisional namun pihak GPM melarang dengan didasarkan pada pertimbangan Cuaca dan kepecayaan yang sudah diberikan kepada Basarnas dengan peralatan yang lebih canggih dan lengkap.

16 Agustus 2018, Basarnas dibantu dengan 1 Buah Heli Bell 412EP PKODD dengan Pilot Collins Hunter dari PT Nusa Halmahera Mineral (NHM) dan hingga 17 Agustus 2018 saat perayaan HUT RI ke 73, KM Khairos sama sekali tidak ditemukan.

18 Agustus 2018, SAR Pandu Dewanata, KRI Rencong milik TNI Angkatan Laut, kapal KSOP ternate dan KSOP Tidore melakukan pencarian di Lokasi sesuai Map Search namun belum ada tanda apapun.

Ditengah kondisi seperti ini keluarga Korban semakin binggung sehingga aktivitas kerja yang dilakukan oleh Masyarakat di mayau.menjadi lumpuh. Gereja juga berhadapan dengan tantangan bahwa umat juga mulai memikirkan upaya-upaya lain seperti pergi meminta kelompok doa untuk mendoakan dan memberi petunjuk, mawe-mawe, Minta petunjuk di Kuburan dll lain-lain bahwkan seringkali petunjuk-petunjuk yang belum tentu kebenarannya ini menjadi semacam perang isu yang kuat sehingga masyarakat semakin panik dan bingung.

19 Agustus 2018 pihak GPM dan Kelurga Korban yang berdomisili di ternate Di Undang Oleh kepala BaSarnas Ternate, Bapak Arafa untuk melakukan pertemuan karena sesuai SOP Basarnas setelah 7 hari pencarian akan dihentikan.

22 Agustus 2018 dilakukan Aksi solidaritas dan kemanusiaan KM Khairos di Landmark Kota ternate dengan tujuan meminta dukungan semua pihak termasuk DPRD dan Walikota terhadap persoalan ini.

Aksi tersebut di hadiri oleh Bapak Wakapolres kota ternate karena Bapak Kapolres sementara memimpin pencarian Khairos di wilayah sanger dan sekitarnya.

Aksi yang sama juga dilakukan oleh keluarga korban yang ada di sekitar wilayah manado dan bitung.
24 Agustus 2018, pihak GPM dan Keluarga Korban melalakukan pertemuan dengan pimpinan DPRD Kota Ternate yang kemudia dilanjutkan dengan pertemuab bersama pa walikota ternate DR Burhan Abdulrahman dan kepala BPBD kota ternate yang meneyepakati beberapa hal mendasar yang harus dilakukan sebagai upaya bersama pihak pemerinta dan Gereja menuntaskan persoalan KM Khairos yaitu ;

1. Tetap mengikuti prosedur pencarian yang sementara dilakukan oleh Basarnas kota ternate.
2. Efektifkan kerja posko yang dibentuk pemerintah di pulau batang dua.
3. Komunikasi lintas pimpinan daerah dan bahkan dengan kementrian luar negeri dan kedutaan negara tetangga perlu dilakukan.

Hingga 30 hari pencarian ini belum ada 1 tandapun yang diperoleh. Hari ini juga akan digelar Doa bersama 30 hari hilangnya KMKhairos bersama 18 orang di dalamnya.

Hanyalah sebuah refleksi sederhana bahwa tantangan gumul laut pulau di GPM adalah sebuah kenyataan dan Pemerintah Pusat maupun daerah Kota ternate dan Maluku utara mesti memberi perhatian khusus bagi persoalan laik transpotasi yang mengarungi pulau-pulau di wilayah ini.
Marilah tetap berdoa, Kiranya mereka dapat ditemukan dalam kondisi apapun.

Nama – nama Korban
1. Yuniwan Salu (L 43 thn – Nahkoda)
2. Yuswan Salu (L 41 Thb-AbK)
3. Nus Nora (L 33 thn – Abk)
4. Abraham Salu
5. Darwin Pugutu
6. Tony Lupa
7. La Ode Sumarno (Polisi)
8. Yohanes Pugutu
9. Rini Noho (P)
10. Rebeka Kole (P)
11. Susana Manahampy (P)
12. Ani Pugutu
13. Jeklin Pugutu
14. Shela Pugutu
15. Lany Guyen.
16. Dewi Pugutu
17. Ririn Guyen
18. Regina Katty (13 tahun).
upaya lain yang juga dilakukan adalah melalui media (koran lokal Maluku utara, Teras Maluku yabg di rekomendasikan oleh SEKUM PB AMGPM, RRI, Facebook dan Tweeter)

Salam dari Utara…

 

Penulis : Pdt. Dony. Toisuta, M.Pd. - Pendeta Jemaat Mayau Klasis GPM Ternate.

9,978 total views, 2 views today

Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com