Menangkal Radikalisme, Para Vikaris GPM Di Bekali Oleh TNI dan Polri

Number of View: 0

[Ambon, sinodegpm.org] – Gereja Protestan Maluku (GPM) selesai dengan tahap seleksi para calon Pendeta yang nantinya akan menjalankan tugas Vikaris di tiga puluh empat (34) Klasis yang berada di GPM menempati dua Provinsi yaitu Maluku dan Maluku Utara.

Para Vikaris akan akan dibekali dengan materi eklesiologi GPM, Tata Gereja, Peraturan Pokok, Pengembalaan, Harta Milik, Perbendaharaan, serta kemampuan sekretariat. Tidak hanya itu, para Vikaris juga akan dibekali dengan isu saat ini yang misalnya Radikalisme, Terorisme dan lain sebagainya berlangsung di Aula Sinode GPM 13/08/2018.

Paparan Polda Maluku dan Kodam XVI Pattimura di Moderatori oleh Pdt.Max.Takaria, M.Si Wakil Direktur Balitbang GPM.

Mengawali dialoog, Takaria memberikan sedikit pengantar katanya, Wilayah Pelayanan GPM adalah pulau-pulau dengan keragaman budaya dilihat sebagai peluang bukan ancaman. Karena Maluku memiliki cerita sukses berdamai, cerita sukses tersebut membuat Maluku tetap terjaga sebabnya semangat berdamai terus menjadi kekuatan bersama.

Kabag Binops DIT Binmas Polda Maluku, Akbp. Olly. Haonoatubun, sedang memberikan materi tentang bahaya Radikalisme kepada seratus tiga puluh peserta yang adalah Vikaris GPM, berlangsung di Aula Sinode GPM 13/08/2018

Kabag Binops DIT Binmas Polda Maluku, Akbp. Olly. Haonoatubun  menjelaskan tentang Konteks kepulauan Maluku dengan perpektif Polri yakni, kondisi Geografis Maluku merupakan daerah kepulauan (archipelago) dengan jumlah pulau 1430 pulau Secara Sosio-kultural Provinsi Maluku: multi agama, multi etnis, multi kultur (117 bahasa/dialeg, 100 suku/subsuku). Maluku terdiri dari 2 Kota dan 9 kabupaten, 3 Kabupaten berada di daerah 3T dan perbatasan Negara, yaitu

  1. -Kab Maluku Barat Daya (MBD) berbatasan dengan Timor Leste
  2. -Kab Maluku Tenggara Barat (MTB) berbatasan dengan Australia
  3. -Kab Kep. Aru berbatasan sebagian  Papua New Guinea

Olly juga mengajak para Vikaris berpikir positif Menggunakan energinya sebaik mungkin untuk aktivitas yang positif dan kreatif. Jika belum bisa menebarkan kebajikan di lingkungan, setidaknya generasi muda dapat ikut menghentikan penyebaran berita negatif di media sosial Kalau ada berita hoax yang tidak mencerminkan bangsa kita yang agamis, hentikan di kita, jangan ikut-ikutan sebar luaskan hal negatif, dan melestarikan kearifan lokal sebagai simbol perekat.

Kita ketahui semua bahwa intoleransi dan radikalisme soalnya beragam salah satunya adalah pemahaman yang dangkal, dengan persepsi tersebut maka menjadi tugas Vikaris untuk turut membenahinya.

Pemuda menjadi rentan dalam kaitan dengan radikalisme. Memberikan sosialisasi tentang pengetahuan agama dan kecintaan kebangsaan menjadi penting untuk terus berlangsung.

Asintel Kodam XVI Pattimura Kolonel Inf R Suranto. SIP, sedang memberikan materi tentang bahaya Radikalisme kepada seratus tiga puluh peserta yang adalah Vikaris GPM, berlangsung di Aula Sinode GPM 13/08/2018.

Asintel Kodam XVI Pattimura Kolonel Inf R Suranto. SIP, kembali menyegarkan dengan paham kebangsaan Indonesia yang berlandaskan Ideologi Bhineka Tunggal Ika , baginya Wilayah Maluku yang luas, dengan konteks Multi Agama, Multi Budaya harus dikemas dengan padangan ideologi Ke Indonesiaan. Karena ancanam kita saat ini adalah radikalisme, terorisme, dan intoleransi.

Radikalisem kemudian dijelaskan secara terperinci berdasarkan tipologinya antara lain, radikalisme politik didasarkan kepada perbedaan ideologi, diskriminasi sosial politik & kekerasan politik, radikalisme ekonomi didasarkan adanya kesenjangan pendapatan dan penguasaan sumber-sumber ekonomi dan kelas-kelas sosial, radikalisme budaya didasarkan pada adanya perbedaan dan disparitas budaya, bahasa, monopoli kebudayaan, dan radikalisme Agama disebabkan antara lain karena:

  • Adanya pemahaman literal, dan sepotong-sepotong atas kitab suci atau doktrin tertentu dalam agama,
  • Fanatisme terhadap aliran atau faham tertentu yang ada dalam agama (Sunni, Syiah, Lutheran, Anglikan, Presbyterian),
  • Paham eskatologis dalam kalangan umat beragama (misalnya: hal-hal yang terkait kiamat, Imam Mahdi, Ratu Adil, dll.)

Suranto juga berharap melalui seratus tiga puluh (130) Vikaris yang telah menerima materi dapat bersama TNI untuk penanggulangan bahaya radikalisme dan terrorisme, dengan pendekatan deradikalisasi  seperti memberikan mensosialisasi bahaya radikalisme dan terorisme kepada generasi muda, peningkatan kesejahteraan misalnya melaksanakan pelatihan sesuai minat dan bakat, dan meningkatkan nasionalisme contohnya meniadakan diskriminasi dalam semua aspek kehidupan.

GPM Memberikan Cendera Mata Kepada Polda Maluku dan Kodam XVI Pattimura, yang diserahkan oleh Sekretaris Umum MPH Sinode GPM Pdt. E. T. Maspaitella, M.Si di Aula Sinode GPM 13/08/2018, setelah memberikan sosialisasi tentang bahaya Radikalisme.

Tugas kita sebagai gereja memberikan pendampingan bagi jemaat dengan cara berdialog agar mereka mengetahui dan memahami motif penyusupan bahaya radikalisme, intoleransi dan terorisme agar mereka terhindar dari bahaya tersebut.

Sebagai Gereja kita mendukung Pemerintah Indonesia melalui TNI Polri untuk melawan ancaman kebangsaan dengan memberikan edukasi secara optimal melalui pelayanan kita.

22,586 total views, 4 views today

Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com