Ketrampilan Jahit-Menjahit : Suatu Upaya Pemberdayaan demi Peningkatan Ekonomi Keluarga

Number of View: 0

(Kerjasama dengan Pihak Balai Latihan Kerja Ambon)

Telah dua tahun berturut-turut, Jemaat GPM Kaiwatu menggandeng Balai Latihan Kerja Ambon untuk menyelenggarakan kegiatan Pelatihan aneka ketrampilan bagi warga jemaat.

Pada tahun pertama (2017), melalui koordinasi dengan Majelis Pekerja Klasis GPM PP. Letti Moa Lakor, kegiatan pelatihan yang terselenggara yaitu Pelatihan Las dan Pelatihan Instalasi Listrik, Dan di tahun kedua (2018), kegiatan yang terselenggara adalah Pelatihan Jahit Menjahit, dengan perserta sebanyak 16 orang.

Jika di tahun pertama, seluruh pesertanya adalah laki-laki, maka di tahun kedua kedua ini para persertanya adalah kaum perempuan. Keikutsertaan laki-laki maupun perempuan dalam kegiatan pelatihan aneka ketrampilan ini merupakan upaya jemaat berdasarkan bagian dari Rencana Strategis Jemaat 2016-2021 untuk mengembangkan potensi, minat dan bakat warga jemaat sesuai dengan ketrampilan yang akan dilatih. Selain itu, dengan mempertimbangkan sasaran dari pelatihan ini, maka diharapkan tidak terjadi bias gender, sebab baik laki-laki ataupun perempuan, usia muda maupun sangat dewasa, memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kapasitas masing-masing.

Tujuan yang ingin dicapai dari seluruh proses ini adalah pemberdayaan keluarga demi meningkatkan pendapatan setiap keluarga agar mampu berimplikasi pada pemenuhan kebutuhan hidup bahkan juga kebutuhan pendidikan anak-anak di berbagai jenjang. Korelasi ini menjadi penting dan signifikan dan oleh sebab itu mesti ada beragam bentuk stimulus yang terus diberikan pada berbagai aspek sehingga visi Jemaat yaitu “Menjadi Gereja Yang Bertumbuh Dewasa Dalam Penatalayanan Untuk Mengupayakan Hidup Yang Berkualitas Dan Bersejahtera“ dapat terwujud.

Secara khusus bagi Pelatihan Jahit-Mejahit, diharapkan para peserta setelah proses pelatihan dapat mengembangkan ketrampilan menjadi sebuah jenis wirausaha baru yang cukup menjanjikan bagi peningkatan ekonomi keluarga. Strategi untuk mengembangkan ketrampilan jahit-menjahit telah melalui proses evaluasi bersama seluruh perangkat pelayan dalam jemaat dengan melihat dan mempertimbangkan kebutuhan serta prospek pasar di tengah pertumbuhan pusat kota Tiakur sebagai denyut nadi pembangunan Maluku Barat Daya.

Selain itu, ketrampilan jahit-menjahit yang dikembangkan menjadi salah satu jenis usaha juga merupakan bentuk industri rumah tangga yang tidak perlu membutuhkan tempat usaha tertentu, sebab dapat dikerjakan di rumah.

Proses pelatihan ketrampilan jahit-menjahit ini terdiri atas beberapa tahapan. Tahapan pertama, peserta diajarkan tentang bagaimana menggambar pola yang kemudian akan digunakan sebagai acuan untuk proses menjahit. Pola yang digambar pun tidak asal-asalan, sebab setiap peserta diwajibkan memahami cara mengukur dan menghitung, sehingga pola yang digambar dan dijahit nantinya sesuai dengan ukuran tubuh masing-masing.
Setelah menggambar pola, peserta kemudian menggunakannya untuk menggunting kain sebagai bahan dasar dari proses menjahit.

Proses menggunting pun harus sesuai dengan pola serta tidak boleh melenceng dari ukuran yang sudah diperoleh sebelumnya. Ketika proses pengguntingan selesai, maka peserta kemudian menjahit satu per satu bagian yang terpisah menjadi pakaian yang utuh dan dapat digunakan.

Menurut instruktur jahit, Ibu Siti Fatma Wala, yang paling penting dari pelatihan ini adalah peserta dapat memahami dan menguasai cara membuat pola dasar, sebab hal tersebut menjadi syarat mutlak seseorang dapat mengembangkan dan mengkreasikan dirinya menjadi penjahit professional. Masih menurut beliau, saat ini telah tersedia banyak sekali model jahitan yang dapat di-downloaddi Youtube sehingga memudahkan setiap peserta untuk belajar lebih mendalam soal teknik dan ketrampilan menjahit dengan selalu mengingat pada pola dasar yang telah diajarkan.

Kegiatan pelatihan ini telah dimulai sejak tanggal 01 Agustus 2018 dan dijadwalkan berlangsung selama tiga pekan. Ada sebuah harapan disertai dengan sikap yang optimis bahwa seluruh peserta yang telah selesai mengikuti pelatihan ini dapat mengembangkan kapasitas diri menjadi penjahit yang berkemampuan wirausaha demi memenuhi kebutuhan konsumen serta meningkatkan taraf hidup keluarga.

Harapan yang idealis disertai dengan upaya yang berkelanjutan demi pengembangan kualitas hidup Sumber Daya Manusia di daerah ini. Terima kasih kepada para instrukur dan pihak Balai Latihan Kerja Ambon, yang telah melakukan kerjasama dua tahun berturut-turut demi mewujudkan harapan dimaksud. Kalwedo!

 

Penulis : Jemaat GPM Kaiwatu - Klasis Lemola

6,066 total views, 3 views today

Respond For " Ketrampilan Jahit-Menjahit : Suatu Upaya Pemberdayaan demi Peningkatan Ekonomi Keluarga "

Sorry, comments are closed for this post.