Inspirasi Kemajemukan untuk Generasi Muda

Number of View: 0
IL News 007/2018

Siapa kita? Bagaimana kita sampai di sini? Mengapa kita yang beragam suku, agama, dan ras ini menjadi satu bangsa Indonesia?

Kalau sejarah Indonesia hanya dipahami berdasarkan berita dan kejadian bernuansa SARA beberapa tahun ini, kita bisa patah arang menatap masa depan bangsa ini. Narasi bangsa yang kita pahami, dan yakini, akan menentukan pandangan dan tindakan kita.

Topik ini disampaikan Matius Ho, direktur eksekutif Institut Leimena, dalam seminar kebangsaan “Damai Indonesiaku” di Universitas Kristen Petra, Surabaya, pada tanggal 27 Maret 2018.

Melalui sejarah kemajemukan bangsa Indonesia yang dipaparkan, peserta diajak merenungkan teladan-teladan apa yang kita percaya menjadi benih lahirnya bangsa yang “Bhinneka Tunggal Ika” ini. Memusuhi mereka yang berbeda (suku, agama, ras), atau menghargai kemajemukan seperti teladan Sunan Kudus di abad ke-16, yang demi menghormati budaya masyarakat saat itu, justru mendirikan Masjid Menara Kudus dengan paduan gaya candi Hindu-Budha.

Apakah kita akan membabi buta membela kepentingan kelompok sendiri atau seperti teladan Johannes Leimena di tahun 1950? Justru ketika Republik Maluku Selatan dideklarasikan di tanah kelahirannya, ia mengingatkan umat Kristen untuk tidak memisahkan diri dari masyarakat Indonesia, bahkan seharusnya menjadi warga negara Indonesia yang sejati.

Acara yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UK Petra ini, dengan ketua kegiatan Michellin Mellysa Mindra Prayogo, dilanjutkan dengan talk-showyang dipandu oleh Fanny Lesmana, M.Med.Kom., dosen ilmu komunikasi.

10,981 total views, 1 views today

Institut Leimena

Institut Leimena adalah lembaga non profit dengan misi: “Mengembangkan peradaban Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dan peradaban dunia yang menjunjung tinggi harkat manusia, melalui kerjasama dalam masyarakat yang majemuk.” Kami percaya bahwa nilai-nilai keagamaan merupakan bagian integral sebagai landasan moral, etik, dan spiritual untuk membangun bangsa dan negara Indonesia serta dunia yang lebih baik. Dalam semangat kebersamaan dan kemajemukan, kami berusaha agar para pemimpin agama bersama dengan para pemimpin publik, baik di Indonesia maupun di dunia, dapat bekerjasama dalam mengisi landasan moral, etik dan spiritual tersebut. Hal ini dilakukan dengan senantiasa menghormati dan menjaga keberagaman dan kesetaraan dalam masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.