Home / GPM Terkini / Alih Kepemimpinan Klasis GPM Pulau Pulau Bacan

Alih Kepemimpinan Klasis GPM Pulau Pulau Bacan

Number of View: 0

“Kita adalah pelayan yang menjadi Pemimpin, bukan pemimpin yang menjadi Pelayan”. Artinya, nada dasar kita adalah “pelayan”, sehingga kalaupun kita tidak lagi memimpin, kita tetap melayani. (A.A. Yewangoe). Regenerasi kepemimpinan di aras klasis dalam lingkungan GPM kembali terjadi. Kali ini di Klasis GPM P.p. Bacan.

Regenerasi kepemimpinan sejatinya adalah bagian dari proses pengutusan Allah dan komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada manusia serta alam semesta. Karena itu, menjadi pelayan sekaligus pemimpin, tidak lain dari mengeja berita Injil dalam hidup setiap hari.

Selain sebagai proses pengutusan dan pelayanan, dalam setiap alih kepemimpinan selalu terkandung 2 dimensi penting yg saling melengkapi. Dimensi evaluasi pada satu sisi, dan dimensi harapan pada sisi yang lain. Evaluasi akan menentukan dimana posisi kita kini dan bagaimana kita melangkah ke depan. Sedangkan harapan adalah mimpi bersama yang ingin dicapai: besok harus lebih baik dari hari ini. Harapan, mengharuskan kita keluar dari zona nyaman dan menerima tantangan, terlibat dalam kisruhnya dunia dan kemanusiaan dengan kepala tegak.

Dalam kerangka pengutusan dan pelayanan itu, bertempat di gedung gereja Betsaida Jemaat GPM bertempat di gedung gereja Betsaida Jemaat GPM
Labuha, tanggal 10 April 2018, telah berlangsung 2 (dua) moment organisasi yang penting di lingkungan Klasis GPM P.p. Bacan. Pertama, pelantikan dan serah terima jabatan Ketua Klasis, dari Pdt. Ny. Florence Habel/P, Sm.Th., kepada Pdt. Yohanis Colling, S.Th. Setelah memimpin Klasis GPM P.p. Bacan selama 16 tahun (2002 – 2018), tiba saatnya bagi Pdt. Ny. F. Habel/P untuk menyerahkan tanggung jawab kepemimpinan kepada Pdt. Y. Colling. Pdt. Y. Colling sesungguhnya bukan orang baru di lingkungan Klasis GPM P.p. Bacan. Pria asal Bacan ini sebelumnya adalah Sekretaris Klasis GPM P.p. Bacan. Moment alih kepemimpinan Ketua Klasis GPM P.p. Bacan tersebut sekaligus menandai akhir masa tugas dari Pdt. Ny. F. Habel/P karena memasuki masa purnabakti.


Dari sisi usia, sesungguhnya Pdt. Ny. F. Habel/P telah menjalani purnabakti sejak Februari 2017. Namun karena kepentingan pelayanan, MPH Sinode GPM merasa perlu memperpanjang masa tugasnya selama setahun lebih. Hingga purnabakti, Pdt. Ny. F. Habel/P telah melayani Tuhan Yesus melalui pelayanan kepada umat selama hampir 33 tahun. Hampir 7 tahun ia melayani di Klasis GPM P.p. Lease. Dari Jemaat GPM Titawai, ia Klasis GPM P.p. Lease. Dari Jemaat GPM Titawai, ia kemudian dimutasikan ke Klasis GPM P.p. Bacan, di Jemaat GPM Bibinoi. Tahun 2002 Pdt. Ny. F. Habel/P dipercaya sebagai Ketua Klasis. Secara keseluruhan, Pdt. Ny. F. Habel/P menghabiskan 26 tahun pengabdian dan pelayanan di Klasis GPM P.p. Bacan (1992 – 2018).

Saat dimutasikan ke Klasis GPM P.p. Bacan tahun 1992, klasis itu baru saja dimekarkan (1991) sebagai klasis devinitif dari Klasis Kepulauan Bacan – Obi. Tidak dapat dibayangkan, klasis yang baru itu harus berupaya untuk mengembangkan persekutuan, pelayanan dan kesaksian di tengah berbagai keterbatasan, baik tenaga pelayan maupun sumberdaya umat, meliputi aspek pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan transportasi-komunikasi. Dikisahkan, awal pemekaran klasis itu, hanya ada 3 orang Pendeta di Klasis GPM P.p. Bacan, dan mereka bertiga harus melayani 23 jemaat. Khusus
pelayanan yang berkaitan dengan sakramen Baptisan Kudus dan Perjamuan Kudus. Ada saat dimana pelayanan Perjamuan Kudus Jumat Agung (sesuai kalender gerejawi berlangsung pada medio Maret – medio April) mereka selenggarakan sampai awal bulan Juli. Saat mana pelayanan Perjamuan Kudus pertengahan tahun pada awal Juli sudah menunggu untuk diselenggarakan. Penyebab utamanya adalah kekurangan tenaga Pendeta dan faktor geografis serta alam (laut yang tidak berkompromi pada waktu serta alam (laut yang tidak berkompromi pada waktu tertentu).
Tantangan yang paling berat, menurut Pdt. Ny. F. Habel/P adalah saat ia harus berjuang mendampingi dan membawa keluar umat dari klasis Bacan menuju berbagai wilayah yang aman saat konflik berkecamuk. Meninggalkan semua milik mereka yang dijarah dan dibumihanguskan. Mengingat semua itu, ia hampir menitikan air mata. Tak salah, banyak apresiasi dari sejumlah kalangan diberikan kepada Pdt. Ny. F. Habel/P, baik dari pihak
gereja maupun pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan atas pengabdiannya selama 26 tahun di Klasis GPM P.p. Bacan. Di mata rekan-rekan Pelayan (Pendeta, Penatua dan Diaken) serta umat, Pdt. Ny. F. Habel/P dipandang sebagai sosok Pelayan yang setia, tegar dan penuh keteladanan.


“Bangga punya seorang Pelayan dan kakak yang memberi teladan dalam melayani dengan penuh kesetiaan”. Kata sejumlah Pendeta, Penatua dan Diaken yang sempat saya mintai komentar mereka. Keteladanan dalam hal bertahan di tengah situasi yang sulit, saat tingkat ekonomi, pendidikan dan kesehatan umat begitu memprihatinkan. Keteladanan dalam hal berjibaku mengeluarkan (mengungsikan) dan hal berjibaku mengeluarkan (mengungsikan) dan mendampingi umat saat konflik: menerobos hutan, melintasi gunung, menegosiasikan angkutan dengan aparat keamanan untuk mengeluarkan mereka dari wilayah konflik. Penderitaan bersama umat di hutan dan di pengungsian itu nyaris tidak lagi dirasakan. Bagaikan daun pepaya yang terasa manis. Keteladanan dalam hal mencari dan mengumpulkan umat yang terserak di berbagai wilayah di Maluku (Ambon,  Saumlaki, Kairatu – SBB, Waraka – Malteng), di Sorong (Papua) dan di Menado, Bitung (Sulut) saat situasi mulai membaik, dan membawa mereka kembali ke negeri asal. Keteladanan dan sikap militansi dalam melintasi pulau demi pulau, menantang ombak dengan tegar. Keteladanan dalam membangun relasi, komunikasi, koordinasi dan menjaga soliditas dengan basudara Muslim dan dengan pemerintah Kab. Halmahera Selatan. Intinya, bagi mereka (Pelayan dan umat), Pdt. Ny. F. Habel/P adalah sosok Pelayan yang sungguh-sungguh melayani dengan hati. Hatinya telah ia tambatkan di Bacan sejak ia tiba disana. Dan sampai kapanpun, hatinya berada di sana.

Tak berlebihan jika banyak pihak yang berharap agar suatu saat nanti Pdt. Ny. F. Habel/P dapat didorong untuk mewakili dan menyuarakan kepentingan masyarakat di lembaga perwakilan rakyat daerah. Harapan mereka tentu sangat berdasar. Hal yang sama diaminkan oleh Ketua MPH Sinode GPM saat memberikan arahan, dan Bupati Halmahera GPM saat memberikan arahan, dan Bupati Halmahera Selatan saat menyampaikan sambutannya. Semoga harapan mereka dirahmati oleh Tuhan. “Saya adalah hamba yang tidak berguna. Saya hanya melakukan apa yang harus saya lakukan”. Demikian kata Pdt. Ny. Habel/P menyitir Lukas 17:10, saat diberi kesempatan menyampaikan kesan dan pesan usai serah terima.  Maafkanlah saya, bila sikap dan kepemimpinan saya terkesan keras dan tidak kompromistis. Hal itu saya lakukan, semata-mata untuk melakukan kehendak Allah dan memenuhi tanggung jawab saya sebagai hamba, katanya lebih lanjut.

Tak lupa ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelayanan gereja selama kepemimpinannya, sambil berharap bantuan dan topangan yang sama diberikan juga kepada pimpinan klasis yang baru. Kedua, pelantikan dan serah terima Sekretaris Klasis GPM P.p. Bacan, dari Pdt. Yohanis Colling, S.Th., kepada Pdt. Agustinus Luhukay, S.Si. Sebagimana halnya Pdt. Y. Colling, Pdt. Agus Luhukay bukanlah wajah baru di Klasis GPM P.p. Bacan. Pdt. Luhukay adalah Ketua Majelis Jemaat GPM Labuha. Karena itu, baik Ketua Klasis maupun Sekretaris Klasis
yang baru dilantik, mereka diharapkan langsung “tancap gas” usai menerima tanggung jawab masing-masing. Untuk jangka pendek, tentu melaksanakan sejumlah keputusan hasil Sidang Klasis tahun 2018 ini. Lebih-lebih, menuntaskan secara bertahap problematika umat, pelayan dan kelembagaan sebagaimana telah dirumuskan dalam Renstra Jemaat. Tanggung jawab itu tentu membutuhkan kebersamaan dengan sejumlah pihak.
Ibadah pelantikan dan serah terima jabatan Ketua dan Sekretaris Klasis GPM P.p. Bacan itu dilayani oleh Pdt. H. Siahaya, S.Th., dan dihadiri oleh  unsur MPH Sinode GPM dan Staf, Bupati Kabupaten Halmahera Selatan bersama sejumlah Kepala SKPD, Ketua FKUB Kab. Halmahera Selatan bersama sejumlah tokoh agama, para Pendeta dari 23 jemaat serta umat dari beberapa jemaat di sekitar pusat klasis (Labuha). “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2 Timotius 4:7). Selamat mengakhiri tugas, Pdt. Ny. F.  Habel/P. Jangan lupa, gereja dan masyarakat masih (dan selalu) membutuhkan pelayananmu. “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan
dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi” (Yosua 1:9).

Selamat mengabdi dan melayani, Pdt. Yohanis Selamat mengabdi dan melayani, Pdt. Yohanis Colling dan Pdt. Agustinus Luhukay. Jalan panjang dan berliku terbentang di depan. Tak jarang, ada kerikil tajam “mengintai”. Tetaplah setia dijalan-Nya. Bersama pelayan dan umat, teruslah maju. Allah yang memanggil dan mengutus menyertai selalu.

---------------
Penulis : Pdt. Max Syauta. S.Th - Bendahara Sinode GPM
Editor  : Media Center GPM

20,874 total views, 341 views today

About Haris Abra

Check Also

Paskah Sinode GPM Dalam Nuansa Orang Basudara

Number of View: 0[Masohi, sinodegpm.org] – Kota Masohi diramaikan dengan nuansa orang bersaudara ‘salam sarane’ …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.