Home / Opini / Tapalang Orang Muda: Ruang Kreatif untuk Remaja dan Pemuda Kristen Resmi Dibuka

Tapalang Orang Muda: Ruang Kreatif untuk Remaja dan Pemuda Kristen Resmi Dibuka

Number of View: 0
[Ambon, sinodegpm.org] – Tapalang Orang Muda (TOM) resmi dibuka sabtu lalu (7/4/2018) di Kafe Kayu Manis. Pementasan drama oleh Bengkel Sastra Kintal Sapanggal mengawali acara secara mengejutkan. Naskah yang diperankan menjelaskan keadaan remaja dan pemuda kristen saat ini, dengan berbagai macam realita yang terbilang miris seperti pengaruh gadget, balapan liar, free sex, minuman keras dan narkoba.

Usai pementasan drama, secara terbuka, Kordinator TOM menerangkan latar belakang serta tujuan TOM dihadirkan saat ini.

“TOM merupakan salah satu program Sinode Gereja Protestan Maluku yang berfokus pada remaja dan pemuda kristen. Dengan memilih kafe sebagai tempat launching TOM, bukan berarti kami memiliki tujuan kristenisasi melainkan ini merupakan suatu model pekabaran injil yang kreatif dan tidak kakuh bagi remaja dan pemuda”, ungkap Elsa Engel, kordinator TOM.

Selain itu menurutnya, mulai sekarang TOM membuka diri untuk siapa saja yang mau bergabung untuk melakukan kegiatan-kegiatan kreatif, dengan menghadirkan program-program yang seru dan tentu saja, berguna.

Salah satunya adalah tarian kreatif yang dibawakan oleh Ronal Regan. Gerak tangan, kaki dan mimik serta tubuhnya menyimbolkan kepedihannya terhadap kenyataan hidup remaja serta pemuda era ini. Matanya berkaca-kaca saat suara suling bambu ditiup oleh Art Nayatuen Waifitu (Bengkel Sastra Batu Karang) hingga membuat seisi kafe penuh dengan keheningan.

Keadaan yang hening itu kemudian memecah saat salah seorang komika dari komunitas Stand Up Comedy Indo.ambon dengan ekpresif membawa cerita-cerita lucu mengenai anak muda. Cerita yang diperdengarkan, berisikan pesan positif dan memberi saran tentang bagaimana seharusnya remaja dan pemuda bersikap dalam menghadapi arus zaman. Berkali-kali suara tawa terdengar mengalahkan kesunyian di dalam kafe.

Beberapa saat kemudian, suara tawa di dalam kafe itu berubah lagi teduh ketika petikan gitar David Yonry Leimena (Penyair dari Bengkel Sastra Maluku) membawakan musikalisasi puisi. Emosi dalam puisi serta suaranya yang khas sanggup menghipnotis semua orang yang hadir malam itu.

Sekali lagi keteduhan memecah oleh gelak tawa seisi kafe ketika Stand Up Comedy naik ke panggung. Berkali-kali keheningan dan tawa bergantian.

“Kami melihat emosional remaja dan pemuda begitu tampak, ketika para penampil menunjukkan konten dari karya yang dibawakan. Ini realita dan meski ditanggapi dengan diam, dengan tawa, dengan haru namun tetap sampai ke hati mereka”, ucap Putri Soumeru, salah satu anggota TOM.

Remaja dan pemuda lalu diajak berefleksi bersama dalam musikalisasi puisi yang berjudul Tapalang (Bengkel Sastra Kintal Sapanggal). Puisi menceritakan lebih rinci beberapa model remaja dan pemuda zaman ini dengan berbagai persoalan hidup mereka.

“Angin dari Binaya, ilang dalam cahaya, paket data makang biaya, ini berbahaya. Beta tanya, realita ka dunia maya?”, teriak Herlin Romkeny, salah seorang penyair saat membawakan musikalisasi.

Refleksi bersama itu masih tetap berlanjut dengan sebuah lagu berjudul “Harapan” yang dibawakan oleh Labrackh Clan (Grup Hiphop). Lagu ini menceritakan tentang kebangkitan pemuda usai keterpurukan dalam dosa. Liriknya yang sederhana dan spirit dalam lagu ini mendapat respon yang baik dari banyak orang, ketika liriknya, lantunan musiknya membuat jari-jari tangan dan tubuh mereka bergerak.

Acara yang penuh semangat itu akhirnya ditutup dengan presentasi oleh Joner Lakburlawal, perupa Maluku. Sepanjang acara, Joner melukan Live Painting untuk menggambarkan keadaan remaja dan pemuda di atas kanvas. Keindahan lukisannya sudah tak diragukan lagi dan pesan dalam lukisannya dapat ditemukan melalui refleksi.

“TOM sangat keren. Ini sejarah. Lama sekali tidak ada kegiatan sekeren ini karena ada banyak sekali kreatifitas, karya seni, kolaborasi antar remaja dan pemuda kristend dalam satu panggung di kafe pula. Jujur saya katakan, TOM adalah ruang yang tidak kakuh. Memang sudah seharusnya kita memiliki media semacam ini sejak dulu. Intinya keren sekali, saya akan segera bergabung dengan TOM. Salam Tomers (Tom Lovers)”, ucap Roland Tuanakotta (rapper), usai kegiatan

 

Penulis : Eko Poceratu

947 total views, 1 views today

About Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com

Check Also

Setelah Rekon dan Revat

Number of View: 0Pergumulan bergereja tidak pernah berakhir. Seperti berlayar di samudera luas, kadang tenang, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.