Home / GPM Terkini / Paskah Sinode GPM Dalam Nuansa Orang Basudara

Paskah Sinode GPM Dalam Nuansa Orang Basudara

Number of View: 0
[Masohi, sinodegpm.org] – Kota Masohi diramaikan dengan nuansa orang bersaudara ‘salam sarane’ (Islam Kristen) yang digagas melalui Paskah Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) berlangsung di Klasis GPM Masohi mendapat dukungan Penuh oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku tengah yang berpusat di Kota Masohi.

MPH Sinode GPM Beserta Staf, Ketua Panitia Pusat Hari Besar Gerejawi dan Panitia Lokal, Anggoda DPRD Provinis Maluku, Wakil Bupati Maluku Tengah dan Anggota DPRD Maluku Tengah, Serta Tamu Undangan Lainnya. Foto Oleh Panitia Lokal.

Memperingati Paskah Kristus Tingkat Sinode GPM tahun 2018  dengan tujuan memperkuat unsur rasa persaudaraan dalam bingkai “Orang Basudara”, maka Panitia Hari Besar Gerejawi Tingkat Sinode GPM yang diketuai oleh Drs.R.Manuhutu, saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan) Provinsi Maluku, Panitia Hari Besar Gerejawi Pusat bekerjasama dengan Majelis Pekerja Klasis GPM Masohi dan panitia lokal telah melaksanakan beberapa kegiatan anatar lain :

  1. Sunatan masal kepada basudara salam (Islam) dalam kordinasi yang baik dengan Majelis Ulama Indonesia Masohi yang dilaksanakan pada 22/03/2018 bertempat di kantor Kelurahan Lesane.
  2. Pengobatan Masal kepada warga masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 23/03/2018 bertempat di Puskesmas Sahulau.
  3. Lomba taman paskah dalam lingkup Jemaat se Klasis GPM Masohi.
  4. Pencanangan Salam Sarane Kalesang Negeri yang dilaksanakan pada tanggal 31/03/2018 bertempat di gedung Gereja Zebaoth dan eks Gedung serbaguna Nunusaku.

Paskah Sinode GPM berlangsung 5/04/2018 dikemas dalam nuansa hidup orang basudara. Hal tersebut serupa dengan salah satu Eklesiologi yang diusung oleh GPM yaitu ‘Gereja Orang Basudara’ menegaskan bahwa simpul kehidupan orang saudara di Maluku telah berlangsung lama oleh para leluhur. GPM sejalan dengan apa yang diberitakan Alkitab bahwa persaudaraan itu sejati maka perbedaan merupakan anugerah yang terus dirawat untuk saling menghidupkan.

Paskah Sinode GPM dihadiri oleh Majelis Pekerja Harian Sinode GPM dan seluruh staf, hadir pula para pimpinan menengan Klasis seperti ; Klasis Kota Ambon, Klasis Pulau Ambon, Klasis Pulau Ambon Timur, Klasis Lease, Klasis Kairatu, Klasis Seram Utara, Klasis Seram Utara Barat, Klasis Taniwel, Klasis Telutih dan Klasis Kei Besar.

Hadir Juga Seluruh Pendeta, Majelis Jemaat, dan warga Jemaat yang berada di wilayah pelayanan Klasis GPM Masohi hingga memenuhi sebagian besar lapangan yang digunakan untuk perayaan Paskah.

Dari unsur pemerintah hadir Plt Asisten I Setda Maluku Henny Far-Far, SH, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Wakil Bupati Maluku Tengah, Anggota DPRD Maluku Tengah dan yang berkenan hadir bapak ibu pimpinan SKPD lingkup pemerintah Maluku Tengah.

Paskah merupakan suatu peristiwa historis, peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi dalam sejarah manusia, karena Yesus yang bangkit menampakkan diri dan bertemu dengan beberapa saksi (Maria Magdalena, 2 orang yang berjalan ke luar kota, dan 11 murid), banding Markus 16:9-15. Dengan peristiwa Paskah, gereja terus diyakinkan bahwa Yesus yang bangkit selalu menyertai dan menuntun gereja utuk melaksanakan misi Allah bagi dunia ini, Bunyi Khotbah Pdt.Dr.Sonny Hetharia sambil mengenakan baju pendeta yang begitu gagah.

Paskah atau Kebangkitan Yesus, menegaskan keberpihakan Allah kepada orang-orang yang rela berkorban demi melakukan kebenaran dan keadilan dalam hidup ini. Paskah membebaskan para murid dari cara berpikir yang salah tetang Yesus, lanjut Hetharia dalam Khotbahnya.

Paskah harus mengubah cara pandang dan perilaku bergeraja dan beragama yang sempit, eksklusif dan primordial, yang menimbulkan saling tidak percaya dan saling curiga, bahkan permusuhan ! Paskah harus memaknai cara beragama dan cara bergereja untuk lebih terbuka, inklusif dan saling menerima siapapun yang berbeda, menjadikan gereja-gereja maupun agama-agama untuk melihat siapapun yang berbeda sebagai sesama saudara. Sebagai mana filosofis orang Maluku yang sejak lama hidup sebagai orang basudara, yang kini terus digaungkan oleh GPM sebagai Gereja Rrang Basudara, tambah Hetharia dengan tegas dan lantang menutupi Khotbahnya.

Putera Nusa Ina Yang Memimpin Tari Maku-Maku Memberikan Doa Bapa Kami dan Pengakuan Iman Dalam Bahasa Lokal Kepada Ketua MPH Sinode GPM. Ini adalah Wujud Sinergisitas Gereja Protestan Maluku selalu memelihara tatanan nilai adat atau kearifan lokal agar terus hidup sebagai satu identitas masyarakat adat setempat. Foto Oleh Panitia Lokal.

GPM merupakan konteks gereja kepulauan yang selalu merawat dan menjaga tatanan atau nilai adat serta kearifan lokal masyarakat di Maluku dan Maluku Utara. Hidup bersama sekalipun berbeda iman (agama) adalah wujud relasi sosial yang telah berlangsung lama di Maluku dan Maluku Utara, hingga kini terus dirawat untuk selalu hidup melanggengkan sekaligus merekatkan kehidupan bersama.

Kebangkitan atau Paskah  sesungguhnya merupakan kemenangan Kasih Allah kepada manusia dan Kasih itu harus diteruskan kepada orang lain dan alam semesta itulah makna paskah sesuai dengan tema Paskah GPM yaitu ‘Kebangkitan Kristus Membebaskan Untuk Menghidupkan’, tutur Ketusa MPH Sinode GPM Pdt.Drs.A.J.S.Werinussa,.M.Si.

Werinussa yang senang mengenakan kemeja putih juga mengatakan, kita tidak akan pernah tahu sampai kapan kita dapat berbuat baik namun yang kita tahu setiap waktu adalah kesempatan untuk berbuat baik.

Paskah kali ini sungguh memberikan kesan tentang Nuansa ‘Orang Basudara’, karena untuk pertama kalinya peserta Paskah Sinode GPM disambut dan dijamu sungguh bersaudara oleh saudara salam (Islam), semua peserta (Para pendeta serta pegawai organik GPM yang bukan Pendeta) tinggal di rumah orang salam (muslim), sesungguhnya ini merupakan pesan dan nilai dari paskah yang dirayakan, nilai dari Kasih manusia kepada manusia yang lain sekalipun berbeda tetapi tetap merajut kasih.

Sekalipun para peserta hanya menginap sehari tetapi nilai sehari telah mengeratkan tali kasih, merajut tali darah sekaligus mempertegas makna kehidupan persaudaraan seakan tanpa sekat, peristiwa tersebut mengajarkan kita bahwa perbedaan adalah anugerah.

Kerja Keras Panitia Pusat Maupun Lokal membuahkan hasil, hal itu terucap dari mulut para peserta Paskah, katanya pelayanan panitia sungguh maksimal, mulai dari penjemputan yang tidak pernah terlat malah dijemput lebih awal, konsumsi, penataan latar panggung yang dikemas sedemikian rupa dengan komposisi pencahayaan yang dapat menunjang kinerja Tim Media untuk dapat mengabadikan momen bersejarah secara baik.

Ketua Panitia Lokal M.B.Kalauw, SH Asisten II Pemkab Maluku Tengah turut mersakan, bahwa ada kesan kuat diperoleh akibat hidup bersama para pendeta yang menginap di rumahnya, Kalauw bahkan mengatakan jika dibolehkan lain kali jika ada agenda yang sama tolong waktunya diagendakan lebih dari sehari karena sehari rasanya begitu cepat. Ungkapan Kalauw merepresentasikan para tuan rumah dari basudara salam (islam) juga merasakan hal yang sama, mereka juga katakan kepada para Pendeta yang menginap demikian.

Kalauw mengakui jika peristiwa tersebut baru pernah terjadi di Kota Masohi dimana basudara sarane dalam jumlah yang besar hadir dan tinggal bersama basudara salam (islam) dan baginya ini merupakan identitas ke Malukuan sesungguhnya.

Peristiwa Paskah adalah peristiwa pembebasan melalui Kasih, dan kasih yang selalu berlanjut kepada sesamanya dan alam ciptaan Tuhan, Paskah Sinode GPM merupakan model kehidupan orang basudara yang selalu digaungkan oleh GPM sebagai salah satu contoh kehidupan bersama yang tersus berlangsung dan berlanjut, narasi damai yang berlangsung adalah bentuk Identitas sebagai orang Maluku dan Maluku Utara yang tetap terjaga dan terawat dalam bingkai Indonesia.

15,391 total views, 1 views today

About Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com

Check Also

Sambutan Presiden RI Peringatan Hari Lahir Pancasila

Number of View: 0 23,132 total views, 1,929 views today Tweet

3 comments

  1. Herman tahalea

    semoga GPM terus berkarya dalam tantangan dalam membangun spiritual umat dan tetap konsisten menjadi Gereja Orang Basudara , menjadi pelopor perdamaian di tengah kehidupan plularisme …GB




    0



    0
  2. It is really a great and useful piece of information. I am glad that you shared this useful info with us. Please keep us informed like this. Thank you for sharing.




    0



    0
  3. Can I simply say what a aid to search out someone who really is aware of what theyre speaking about on the internet. You positively know the right way to carry a problem to gentle and make it important. Extra folks need to read this and perceive this side of the story. I cant imagine youre not more standard since you definitely have the gift.




    0



    0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.