Setelah Sidang-sidang Jemaat di GPM

Number of View: 0

SETELAH SIDANG-SIDANG JEMAAT

Semua orang tahu bahwa setelah sidang jemaat akan ada sidang Klasis. Tapi apakah semua orang tahu bahwa jarak antara sidang-sidang tersebut sering diperhadapkan dengan dilemma?

Ijinkan saya mengajak kita berdiskusi melalui media center GPM ini. Berhubung sudah beberapa tahun terakhir ini saya “terputus” dengan dinamika PIP-RIPP dan RENSTRA GPM, karena tidak terlibat langsung di lapangan, maka semoga tidak berlebihan jika kita bisa saling berbagi informasi, sebagai bagian dari proses edukasi dan belajar bersama dalam dinamika bergereja di aras jemaat, klasis maupun sinode.

Selain ada proses evaluasi yang dilakukan melalui mekanisme moneva (monitoring dan evaluasi) namun proses mencermati dinamika bergereja dapat dilakukan secara spontan dan refleksif sembari menegaskan tujuannya untuk memastikan arah bergereja yang lebih dinamis dan responsif terhadap perubahan dan kondisi aktual.

Jika sidang Klasis dilakukan seminggu atau dua minggu setelah sidang-sidang jemaat apakah semua program dapat diintegrasikan dengan baik? Apakah potensi tumpang tindih program bisa diminimalisir bahkan dihilangkan sama sekali? Kalaupun dokumen Renstra Jemaat-jemaat dan Renstra Klasis dijadikan pegangan, apakah semua program tahunan selalu konsisten dengan arah Renstra tersebut? Saya curiga hal itu tidak mudah.

Mekanisme penyusunan program sejak diputuskan pembuatan dokumen perencanaan (renstra) berbasis jemaat secara subtantif telah menggeser pendekatan “top-down” ke pendekatan bottom-up, atau minimal semi-bottom-up. Berbagai dinamika di jemaat yang terbaca pada dokumen Renstra dijadikan salah satu rujukan. Hal ini berarti jika masih ada program dan kegiatan yang jatuh berat pada hal-hal diluar pemberdayaan Jemaat, maka hal tersebut patut dikritisi bersama. Hal ini berlaku pula dalam soal kebijakan keuangan yang dikelola berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi Allah.

 

FUNGSI STRATEGIS KLASIS DAN PROGRAM FASILITATIF/KOORDINATIF

Semua orang tahu bahwa jika mengacu pada sistem presbiterial murni maka Klasis tidak perlu ada. Garis koordinasi bersifat langsung dari Jemaat ke Sinode. Namun berhubung konteks geografis kepulauan Maluku yang luas dan berpulau-pulau, maka institusi Klasis masih dibutuhkan untuk melakukan tugas-tugas koordinatif. Dan tidak seperti di gereja yang lain, Klasis di GPM diberi kewenangan yang besar untuk mengatur berbagai pergumulan bergereja. Ambil misal, di Gereja Kristen Pasundan (GKP) ada juga semacam “klasis” tapi kewenangannya sangat terbatas. Pengurus Klasis dipilih oleh pimpinan jemaat-jemaat di Klasis tersebut. Hal ini berbeda dengan GPM dimana pimpinan Klasis ditentukan oleh Sinode melalui SK MPH Sinode.

GPM beberapa tahun terakhir ini mengambil kebijakan pemekaran Klasis. Salah satu rasionalisasinya adalah demi kemudahan koordinasi pelayanan. Konsekuensinya, terjadi “penggemukan” di aras tengah (middle structure) yang berdampak pada kebutuhan sumber daya pelayan, sarana prasarana dan biaya operasional. Hal ini jika dibandingkan dengan “logika jaman now” yang menekankan “struktur yang ramping”, maka arti kata efisensi menjadi berbeda. Efisien di satu sisi tapi di sisi yang lain tidak efisien. Semoga dapat dilakukan evaluasi menyeluruh tentang plus-minus pemekaran Klasis tersebut. Tugas ini dapat dilakukan oleh Balitbang GPM.

Idealnya, program di aras Klasis dan Sinode bersifat fasilitatif dan koordinatif. Fasilitatif artinya program-program yang bersifat peningkatan kapasitas, seperti pelatihan dan lokakarya. Itu bukan berarti di jemaat tidak perlu ada program pelatihan dan lokakarya.

KEMBALI KE JEMAAT (JEMAAT)

Jika dicerna baik-baik maka semua sistem dan mekanisme organisasi pada akhirnya bermuara pada perkuatan jemaat-jemaat. Artinya, jemaat merupakan basis sekaligus sentral. Dengan begitu, kecenderungan penguatan Klasis dan Sinode perlu disikapi secara bijak.  Saya ingat pengantar sejarawan Zakaria Ngelow untuk buku John Saimima tentang perlunya mencermati kecenderungan hierakhi di gereja-gereja eks “Indische Kerk” yang berpaut rapat dengan feodalisme gereja-negara kala itu.

Sejak mandiri 1935 GPM berjuang sekuat tenaga untuk keluar dari “jebakan hierakhis” tersebut. Dalam spirit terkini yakni Gereja Orang Basudara, maka salah satu visi eklesiologisnya adalah “keluarga Allah”. Dalam visi sedemikian semua anggota keluarga mesti mendapat perlakuan yang setara. Orang Basudara menegaskan egalitas itu. Gereja Orang Basudara adalah sebuah “capaian” cerdas tentang hidup menggereja di tengah dunia yang terus berubah.

Semoga setelah sidang-sidang jemaat dan sidang Klasis, maka jemaat-jemaat makin diberdayakan. Jemaat-jemaat makin bertumbuh dan berkembang ke arah kemandirian yang berkelanjutan.

Selamat bersidang Klasis !

Penulis : Rudy Rahabeat, Pendeta GPM.

Editor : Media Center GPM

 

 

 

 

 

 

19,705 total views, 2 views today

Respond For " Setelah Sidang-sidang Jemaat di GPM "

  • Camelot 13/03/2018 05:38

    Management persib asa pang aing na. Masukan di pelatih boh bobotoh tara di denge. Apa management teu mikir kitu nya, persib maju teh gara gara bobotoh.. Di saat persib terpuruk management hanya bilang nanti di evaluasi. Haben weh evaluasi bari eweh bukti real ka arah perbaikan na.. Pembodohan pada bobotoh eta mah.. Lapangan latihan saja tidak punya, kemana itu uang2 mengalir hingga tim sekelas persib tidak mempunyai tempat latihan. Mudah 2 an bobotoh tetap kompak selalu, menjaga nama baik persib, dr orang orang yg hanya ingin mementingkan dompet nya sendiri dengan mengorbankan prestasi persib. proofreading services
  • furtdsolinopv 31/05/2018 05:17

    Can I just say what a relief to find someone who actually knows what theyre talking about on the internet. You definitely know how to bring an issue to light and make it important. More people need to read this and understand this side of the story. I cant believe youre not more popular because you definitely have the gift.
  • Lane Hainsworth 26/07/2018 03:27

    I simply couldn't leave your website prior to suggesting that I actually loved the usual information a person provide to your guests? Is gonna be back often to check up on new posts
  • Www.Sensory.Id 13/09/2018 21:56

    Your article on Setelah Sidang-sidang Jemaat di GPM – Sinode Gereja Protestan Maluku is great. I hope u can continue posting many more article in the future. Viva sinodegpm.org