Home / Opini / Momentum Baru LPJ & Balitbang GPM

Momentum Baru LPJ & Balitbang GPM

Number of View: 0
Penulis : Pdt.Rudy.Rahabeat, M.Hum - Pendeta Gereja Protestan Maluku

Organisasi yang sehat mengandaikan berfungsi optimalnya sistem dan struktur yang membingkai organsiasi tersebut. Di dalamnya para aktor memiliki peran yang sangat fundamental agar roda organisasi dapat berjalan maksimal menuju tujuan-tujuan (goals) yang telah disepakati bersama.

Dalam bukunya “Managing Across Cultures”, Susan C. Schneider & Jean-Louis Barsoux (2003) menganalogikan budaya (organisasi) itu seperti samudera. Ada tiga area yang saling menyatu yakni artifacts and behavior, beliefs and values, dan assumptions. Apa yang nampak sebagai artefak dan perilaku itu tak bisa dipisahkan dari kepercayaan dan nilai-nilai serta asumsi-asumsi dasar yang tak kelihatan namun perlu dikenali. Ibarat menyelam mutiara di dasar samudera, maka kita tidak mungkin hanya bergerak di permukaan (istilah Maluku, “kuli kuli aer”) tapi mesti menyelam sampai ke dasar. Tentu, butuh nafas panjang dan kesabaran untuk tiba di dasar tersebut. Faktanya, sebagian orang hanya bermain di “kuli kuli aer” padahal Yesus sudah pernah bilang “Duc in Altum”, bertolaklah di tempat yang lebih dalam.

LPJ DAN LITBANG DENGAN JURUMUDI BARU

Beberapa waktu lalu diwartakan melalui media center GPM dilantiknya Direktur LPJ yang baru, Pdt Lenny Talakua-Tuhusula, M.Th dan Direktur Balitbang yang baru Pdt Dr Alex Uhy. Harapannya, terjadi “penyegaran” dan percepatan kinerja kedua lembaga non- departeman yang strategis itu.

Direktur LPJ GPM No Tiga Dari Sebelah Kiri.

Dibanding dengan Balitbang yang baru terbentuk tahun 2011, maka LPJ GPM tentu lebih awal dibentuk dan memiliki sejarah yang cukup panjang. Umumnya, sebuah lembaga yang melintasi waktu yang cukup panjang itu berpotensi jatuh dalam konservatisme, jika tidak hendak membuka diri untuk inovasi. Ambil contoh popular, perusahaan Nokia, yang merupakan perintis awal dunia telephone seluler. Ketika para “pendatang baru” seperti Samsung lebih inovatif, maka Nokia gulung tikar.

Lembaga Pembinaan Jemaat (LPJ) bukan saja memproduksi materi-materi binaan, tetapi ia sedang menggulirkan wacana dan “ideologi” tertentu. Materi cetakan LPJ dapat disebut sebagai “artifact” sedangkan gagasan teologi dan asumsi filosofis merupakan aspek beliefs dan assumptions. Pertanyaannya, sejauhmana produk-produk LPJ itu menawarkan gagasan-gagasan segar dan dibangun atas asumsi-asumsi teologi dan filosofis yang kokoh. Atau sebaliknya, jatuh dalam pengulangan (tautology) apalagi ketika banjir informasi melalui media digital kian deras. Orang bisa saja memilih “jalan pintas” (copy-paste) untuk meracik materi-materi binaan, dan tanpa sikap kritis mempersoalkan asumsi-asumsi dan basis teologis dan filosofis yang “clear and fundamental”.

Visi LPJ ke depan tentu tidak sekedar memproduksi artefacts tapi dapat melahirkan gagasan-gagasan dan konsep-konsep teologi dan eklesiologi baru yang konstruktif dan inovatif. Hal ini sejalan dengan arahan ketua Sinode Pdt AJS Werinussa saat Natal Sinode beberapa waktu lalu di Saparua. Diperlukan telaah dan kajian teologis dan eklesiologis yang bermutu berkaitan dengan dinamika pelayanan gereja yang aktual.

PERAN BALITBANG

Selama ini Balitbang seolah-olah yang dikaitkan dengan Renstra. Tentu ini pandangan yang keliru, sebab Balitbang tidak diniatkan untuk mengerjakan hal tersebut semata. Bahwa patut disyukuri bahwa melalui Balitbang ide tentang Renstra sudah hamper dilakukan oleh semua jemaat GPM bahkan Klasis itu tentu patut diapresiasi. Walau kemudian ada catatan kritis terhadap dokumen yang dihasilkan berdasarkan mandate Sidang Sinode 2010 itu.

Direktur Balitbang yang lama, Pdt Jacky Manuputty telah meletakan dasar-dasar konsepsional dan asumsi-asumsi fundamental tentang Balitbang. Tinggal bagaimana gagasan-gagasan itu diterjamahkan dalam program-program yang lebih praktis dan realitis serta simplistis (sederhana) sehingga dapat diikuti oleh semua unsur dalam pelayanan GPM.

Survey-survey kecil termasuk polling bisa dilakukan. Demikian pula telaah dokumen-dokumen gerejawi terkait isu-isu tertentu dapat terus dilakukan. Hal yang sama juga terkait dengan kajian-kajian strategis tentang peran politik gereja, pemberdayaan ekonomi jemaat-jemaat, isu ekologis dan sebagainya dapat menjadi area-area kajian yang dikerjakan oleh Litbang.

Tentu untuk maksud itu perlu dukungan kelembagaan baik dalam soal alokasi dana maupun sumber daya manusia yang kompeten. Kerja-kerja litbang membutuhkan kecakapan-kecakapan (skill) khusus, misalnya soal metodologi dan teknik analisis, sehingga perlu disiapkan atau melibatkan sumber daya yang kompeten untuk hal tersebut. Hal ini dapat pula melibatkan unsur warga gereja profesi yang punya kapasista tersebut. Konsep “relawan” mungkin perlu dikaji kembali dan mengaitkannya dengan keseluruhan fungsi organisasi yang terintegrasi.

DUC IN ALTUM

Tak ada pilihan untuk mendapat ikan yang lebih banyak murid-murid harus membawa perahunya di tempat yang lebih dalam. Semakin dalam laut, semakin besar ikan yang hidup di dalamnya.

Jika kita ingin mencapai hasil-hasil optimal maka perlu kerja keras, konsistensi dan totalitas. Seluruh potensi yang dimiliki harus diarahkan pada kerja-kerja yang produktif. Tidak bisa sekedar melempar gagasan-gagasan tanpa tindakan kecil yang konsisten. Pdt Jacky pernah berkata “ kerja-kerja kecil yang dilakukan dengan konsisten akan berakumulasi sebagai prestasi dan berdampak besar bagi publik”.

Dengan adanya “juru mudi” yang baru di LPJ dan BALITBANG GPM maka ada seberkas harapan agar kedua “perahu” milik GPM ini dapat mengarungi samudera pelayanan yang lebih luas dan dalam, serta dapat menangkan ikan yang banyak dan besar-besar.

Selamat berlayar untuk para Nakhoda dan “ABK”. Selamat menghadapai badai dan gelombang jaman (ingat khotbah Pdt Vecky Untailawan, mantan Sekum GPM saat Natal Sinode kemarin di Sapatua) dan jangan lupa bahwa Yesus ada di Buritan.

3,558 total views, 1 views today

About Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com

Check Also

Pendidikan di Kumul Mesti Mendapat Perhatian

Number of View: 0[Kumul, sinodegpm.org] – Pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat. Sejak dini …

One comment

  1. Does viagra generic vs pfizer work for someone who doesn’t have ED?




    0



    0

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WordPress spam blocked by CleanTalk.