Home / Youth Spiritual Revolution / KONSEP DIRI REMAJA YANG PALSU

KONSEP DIRI REMAJA YANG PALSU

Number of View: 0

[Ambon] Masa remaja adalah masa yang sangat menarik. Karena ketika menginjak usia remaja, kita mengalami banyak perubahan. Baik secara fisik maupun kepribadian. Kita memasuki dunia baru di lingkungan pendidikan maupun pergaulan. Kita memiliki lebih banyak kebebasan untuk memilih dan menentukan sesuatu bagi diri kita ketimbang waktu masih kanak-kanak, kita mulai mengenal lebih banyak orang serta mengetahui lebih banyak hal termasuk perkembangan terkini. Tetapi pada masa ini juga remaja dilanda kegalauan identitas, mulai mencari konsep diri yang benar.

Masyarakat kita telah menyediakan standar umum tentang konsep diri remaja yang dipamerkan lewat berbagai media (sosial dan elektronik). Standar tersebut antara lain penampilan yang ideal, pencapaian yang ideal, status sosial yang ideal, dsb. Standar ini sangat mempengaruhi kehidupan remaja masa kini. Sehingga terbentuklah konsep diri yang palsu dari remaja. Simak 3 standar yang membentuk konsep diri palsu seorang remaja berikut ini.

1.Penampilan adalah segalanya

Penampilan yang sempurna menurut masyarakat bagi seorang remaja adalah memiliki tubuh atletis atau langsing serta kulit wajah dan tubuh yang putih-mulus. Karena tuntutan itu, remaja bisa melakukan apa saja. Seperti diet ketat hingga akhirnya jatuh sakit akibat maagh, memakai krim kecantikan dan perawatan kulit yang tidak aman menyebabkan jerawat batu bahkan kulit rusak. Padahal penampilan fisik tidak mencerminkan kualitas di dalam dirimu loh!! Bukan berarti penampilan itu tidak penting hanya saja, kualitas dan penghargaan terhadap dirimu tidak perlu diletakkan di situ. Memiliki tubuh yang sehat dan kuat lebih penting daripada tubuh indah atau atletis menurut orang lain. Memiliki kulit bersih dan terawat lebih penting dari kulit belang (wajah lebih putih dari kulit bagian tubuh lainnya).

2.Gaya modis nan up to date harga mati

Gaya modis nan up to date ato kekinian menjadi kebutuhan mendesak remaja masa kini. Baju, sepatu, tas branded, kacamata, kalung serta fashion item lainnya tidak bisa ditawar kalau mau jadi anak hits. Akhirnya apa mau dikata? Ditempuhlah berbagai cara untuk memilikinya. Baik cara  yang halal maupun haram. Mulai dari minta ke orang tua sampai menjual barang, mencuri bahkan menjajakan diri. Padahal, banyak gaya yang tidak diimbangi otak cemerlang sama dengan pohon beringin yang berdiri kokoh tapi batangnya sudah dimakan rayap. Tampilkan dirimu yang sesungguhnya, biarkan orang lain jatuh cinta dengan gayamu. Gunakan kesempatan serta uang yang ada untuk menunjang kebutuhan pendidikanmu. Percaya deh, Semakin kamu cerdas, semakin kamu keren di mata teman-teman. Sebab orang yang cerdas tahu bagaimana membuat penampilannya menjadi menarik dengan fashion item apapun yang dimilikinya, sesederhana apapun itu. Kamu hanya perlu memakainya dengan percaya diri. Namun jangan juga over pede. Sebab over pede membuatmu terlihat kampungan.

3.Gila popularitas dan pencapaian semu.

Remaja bisa jadi gila popularitas dan cenderung menilai orang termasuk dirinya dengan membandingkan siapa yang hits dan tidak hits. Sebab  kamu tentu ingin disukai banyak orang. Di dunia Maya, memiliki banyak akun medsos dengan jutaan followers menjadi impian terbesar abad ini. Di dunia nyata, punya sejumlah teman populer membuatmu seperti manusia super sejagad. Akhirnya, kamu hanya suka bergaul dengan orang tertentu yang masuk nominasi temanmu, yakni dia yang cantik, ganteng, kaya (punya gadget, motor atau mobil), termasuk fashionista, dst. Kamu cenderung memiliki hubungan yang rapuh dengan orang lain. Seperti kata pepatah, habis manis sepah dibuang. Habis keuntungan yang didapat dari seseorang, dia bukan siapa-siapa bagi kita lagi. Yang kamu pentingkan adalah materi dan bukan teman untuk berbagi suka-dukamu.

Soal pencapaian semu, remaja sering terobsesi dengan hal-hal yang dipandang sebagai pencapaian. Kalau belum ke tempat ini dan foto disitu, belum hits. Kalau belum pakai produk ini, untuk gaya itu belum oke. Kalau belum ikut komunitas ini, aktif di kegiatan itu, rasanya hidupmu belum afdol.  Akhirnya kamu malah lebih sibuk ngebolang  ketimbang ngejar impian dan cita-citamu. Dan kalau kamu belum ada di titik pencapaian-pencapaian itu, maka kamu akan merasa gagal, tidak terpakai, harga diri rendah atau kurang berharga, dll.

                Kawan-kawan, waspadai konsep diri palsu yang ditawarkan masyarakat dengan standar-standarnya yang sedang marak saat ini. Kamu tidak harus menjadi orang lain untuk diterima oleh lingkungan pergaulanmu. Memiliki penampilan yang modis boleh saja sejauh sumber keuangan keluargamu menunjang. Tapi penampilan yang heboh harus diimbangi dengan kepala yang berisi. Jadilah cerdas, kejar impianmu, lakukan hal positif, kembangkan potensimu. Tampil sederhana dan bersahaja tidak akan membunuhmu, bahkan sebaliknya kamu akan membuat orang lain suka berteman denganmu. Rangkul orang lain dalam persahabatan yang tulus, sebab ketika membangun hubungan dengan orang lain, kamu akan mengenal dirimu yang sesungguhnya. Terima dirimu apa adanya. Apa kamu berbadan gendut? Olahraga dan makanlah makanan sehat. Kamu keriting? Beri perawatan untuk rambutmu (bukan meluruskan), kamu berkulit gelap? Kamu eksotis, tenang aja. Kamu pesek? Kembangkan senyummu. Seperti apapun keadaanmu, jangan mau hidup menurut standar umum orang lain, be your self sebab yang original itu limited edition!!!

1,495 total views, 1 views today

About Elsa Engel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *