Home / Klasis Kairatu / Jemaat Bertaruh Nyawa di Atas Jembatan Batang Kayu

Jemaat Bertaruh Nyawa di Atas Jembatan Batang Kayu

Number of View: 0
[Ambon, sinodegpm.org] – Semua orang menginginkan hidup yang layak, bukan hanya soal makan minum dan pakai tetapi soal akses transportasi jalan dan jembatan.

Seperti yang kita ketahui pembangunan berdasarkan landasan Pancasila merupakan harapan semua orang. Proses pembangunan dilihat dari berbagai sisi misalnya saja membangun Indonesia mulai dari Infrastruktur hingga manusianya yang diharapkan merata diseluruh Indonesia bahkan sampai pada yang terpelosok sekalipun. Diakui tidak semudah isapan jempol mewujudkan ini semua.

Melihat Pancasila sebagai dasar yang dipedomani, jika melihat Indonesia secara holistik maka pembangunan ekonomi tidak ansih membangun ekonomi semata namun merupakan dialetika perubahan sosial, politik, serta budaya. Proses membangun kehidupan bangsa Indonesia secara merata  hendaknya terus menerus berlangsung untuk melahirkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat di Indonesia secara merata.

Kita hari ini melihat Indonesia dari timur, melihat Maluku dalam proses pembangunan akses transportasi jalan pada wilayah pegunungan.

Indonesia telah Merdeka 72 tahun. Jalan TOL Jawa sebentar lagi terhubung, TOL Sumatera sedang dibangun. Sayangnya masyarakat kecamatan INAMOSOL Seram Bagian Barat, di Maluku masih belum merdeka dari keterisolasian.

Ini merupakan gambaran jalan dari Jemaat GPM Hunitetu ke Rumahtita, Rambatu dan Manusa yang diketahui merupakan wilayah pegunungan, coba bayangkan  untuk mengakses kesehatan dan urusan di kantor Camat penduduk harus mempertaruhkan nyawa seperti ini (6 Oktober 2017). 

Pada sisi lain, jalan-jalan menuju daerah transmigrasi di Seram begitu mulus. Konsep Pembangunan kita masih sangat diskriminatif, berpihak pada migran tetapi mengabaikan komunitas tuan rumah (host). Penduduk Kecamatan INAMOSOL merupakan representasi dari bagian-bagian yang belum sempat mendapatkan jatah pembangunan akses transportasi jalan (mungkin telah masuk pada daftar antri pembangunan selanjutnya ?) kami adalah Indonesia karenanya hak pembangunan Nasional diharapkan adil dan merata. 

Kapan mereka akan merdeka? Sampai kapan pembangunan kita mengabaikan host community? SOS (save our souls)!!! 

 

Penulis : Pdt.Izak.Y.M.Lattu,Ph.D - Pendeta Gereja Protestan Maluku yang ditugaskan di UKSW sebagai Dosen di Fakultas Teologi UKSW Salatiga.
Editor  : Media Center GPM

1,679 total views, 3 views today

About Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com

Check Also

Pembangunan Pasori 2 Jemaat GPM Nuruwe

Number of View: 0[Kairatu, sinodegpm.org] – Menjadi pendeta pada satu jemaat merupakan tugas dan tanggung jawab …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *