Home / Opini / Bakukele Bangun Prestasi Olahraga Maluku

Bakukele Bangun Prestasi Olahraga Maluku

Number of View: 0

Tiga medali emas (200m, 400m, estafet 4×400m) dan satu perunggu (1500m) yang diraih pada event Asean Para Games 2017, Malaysia, merupakan capaian yang membanggakan dari seorang Erens Sabandar.

Pemuda kelahiran Ambon, 25 Agustus 1985 ini adalah salah satu atlet disabilitas asal Maluku yang konsisten mengharumkan nama bangsa Indonesia di berbagai event olahraga terkhusus pada level ASEAN.

Prestasi cemerlang yang ditorehkan Erens di tahun ini, ternyata bukan untuk kali yang pertama. Tahun 2013, ia pernah menyabet tiga medali perak dan satu medali emas. Di tahun berikutnya ia menyumbang satu medali perunggu pada gelaran Para Games di kota Incheon, Korea Selatan.

Selanjutnya di Singapura-Srilanka, Tahun 2015, ia juga mempersembahkan satu medali emas dan satu perunggu. Tidak berhenti sampai disitu, tahun 2016 tepatnya di Dubai, Erens juga berhasil membawa pulang satu medali perak. Di tahun yang sama, Erens yang mewakili Maluku berhasil mendulang tiga Medali Emas di Pekan Paralimpik Olahraga Nasional (PEPARNAS), Jawa Barat.

Perjalanan Erens untuk meraih sejumlah kesuksesan itu ternyata punya kisah yang panjang. Suami dari Ella Tjokro ini memulai debutnya sebagai atlet di level nasional pada tahun 2006. Saat itu ia mewakili Provinsi Sulawesi Selatan di gelaran Porcanas.

Ia juga mengemukakan bahwa perhatian terhadap atlet di Maluku, baik bagi atlet normal maupun disabilitas belum begitu maksimal. Dia berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan dukungan penuh, karena para atlet ini berjuang membawa nama daerah.

Selain itu, menurutnya salah satu kendala terbesar yang dihadapi atlet di Maluku saat ini ialah sarana olahraga yang belum cukup memadai.

Sebagai Atlet, ia menyatakan kekagumannya kepada Presiden Jokowi dan Kemenpora di bawah pimpinan Imam Nahrawi yang sangat menghargai usaha dan kerja keras para atlet ASEAN Para Games yang telah menyumbangkan sejumlah medali emas dan meraih prestasi sebagai juara umum. “Kemungkinan tidak hanya bonus yang diberikan tapi juga jaminan hidup agar atlet yang berprestasi bisa memperoleh jatah untuk diangkat menjadi ASN”, pungkasnya.

Pada level daerah, ia juga turut mengapresiasi Pangdam XVI Pattimura, Dony Munardo yang giat mendorong pengembangan olahraga di negeri seribu pulau ini.

Pria yang tumbuh dan besar di lingkungan jemaat GPM Nehemia, Klasis Pulau Ambon ini memiliki prinsip hidup yang menginspirasi. “Kalau orang lain bisa, mengapa saya tidak? Saya yakin dimana ada kemauan, pasti ada jalan. Saya tidak mau terlalu bergantung pada orang lain”, tegasnya.

BEBERAPA VISI DAN HARAPAN BAGI GENERASI MUDA MALUKU.

Prestasi-prestasi prestisius yang telah dicapai Erens sampai hari ini sesungguhnya tidak membuat ia lupa terhadap perannya untuk memotivasi generasi muda Maluku.

Baginya, selain semangat, seorang atlet yang ingin memperoleh prestasi gemilang mesti konsisten dalam berlatih, menjaga pola istirahat yang teratur dan tidak mengkonsumsi segala sesuatu yang mendatangkan kerugian bagi dirinya.

Ia punya visi yang mulia dimana pada saatnya ia ingin melatih generasi muda di Maluku, seperti yang pernah dilakukan sebelumnya bersama bapak Stef Mainake di Amahusu.

Menurutnya, untuk mendapatkan bibit-bibit atlet yang unggul perlu ditingkatkan lagi jumlah perlombaan, dan bisa dimulai dari tingkat kecamatan.

Sebagai warga gereja, ia mengemukakan bahwa gereja bisa turut berperan dan bekerjasama dengan pemerintah untuk menjaring bibit-bibit muda (anak dan remaja) yang potensial di bidang olahraga. Ia juga menceritakan tentang pengalamannya bersama Pdt. Dr. (Cand) Ferry Nahusona sebagai pengurus di National Paralimpic Committe Maluku, yang baru-baru ini juga dipercaya sebagai salah satu pengurus Koni Maluku.

Tentu ini merupakan ide yang cerdas untuk mengakomodir minat dan bakat yang dimiliki generasi muda sehingga dapat diarahkan kepada hal-hal yang positif dan bernilai.

Erens adalah seorang yang menginspirasi karena sebagai penyandang disabilitas, ia mampu menerima keberadaan dirinya dan terus bergerak untuk menggali potensi yang ia miliki. Tidak hanya prestasi yang mentereng, kepeduliannya bagi pengembangan olahraga di daerah ini sesungguhnya patut diapresiasi. Mari “bakukele” (saling berangkulan), bergerak bersama bagi kemajuan olahraga di Maluku dan Indonesia tercinta.

 

Penulis : Alfred.Ohman,S.Si,.M.Pd - Pendeta di Gereja Protestan Maluku
Editor  : Media Center GPM

1,098 total views, 1 views today

About Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com

Check Also

Wujud Konkrit Gereja Orang Basudara Songsong Idul Adha

Number of View: 0[Ambon, sinodegpm.org] – Ketua Sinode GPM menabuh rebana. Seperti Daud yang gembira. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *