Home / Jemaat / Mengenal Lakpona Pada Ruang Edukasi Jemaat
Pemanfaatan Lakpona sebagai Kemah dalam kegiatan Bible Camp SMTPI

Mengenal Lakpona Pada Ruang Edukasi Jemaat

Number of View: 0

 

Namanya Lakpona, di Jemaat Kaiwatu Klasis Leti Moa Lakor  dikenal sebagai tempat pertemuan masyarakat, tempat prosesi adat dilangsungkan, serta tempat dilaksanakannya jamuan makan bersama seluruh masyarakat desa. Bentuknya sederhana, namun memiliki fungsi yang penting bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, lakpona sering juga disebut sebagai rumah adat pada wilayah-wilayah tertentu dalam tradisi budaya masyarakat Maluku, seperti TNS dan Babar.

Rumah adat sejenis juga dikenal dengan namanya masing-masing seperti Rumahaian Sidhun di Kei, Baileo di Maluku Tengah, Natara/Romer di Ohirata Kisar, Rumah Im di Marsela serta Sasadu di Jailolo (Sumber: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Pelestarian Nilai Budaya Ambon : Mengenal Rumah Tradisional Daerah Maluku).

Ciri-cirinya hampir sama yaitu bentuknya sederhana, beratapkan daun rumbia ataupun daun kelapa, memiliki tiang penyangga yang berasal dari bahan lokal setempat seperti kayu/batang pohon kelapa, serta tidak ada sekat pada dindingnya atau dibiarkan terbuka.

Pemanfaatan Lakpona Dalam Proses (ugahari) Bergereja

Nilai fungsional dari rumah-rumah tradisional tersebut, tentu jauh lebih berharga dari nilai bangunan itu sendiri. Karena itu, pembuatan lakpona sebagai salah satu sarana dan media pendukung bagi berbagai kegiatan lainnya – bukan hanya dalam desa tetapi juga dalam proses bergereja – menjadi sebuah ide kreatif, sekaligus mengedepankan prinsip keugaharian seperti yang gencar disuarakan oleh gereja. Sebagai rumah tradisional yang multifungsi, lakpona dapat menjadi salah satu tempat alternatif bagi berbagai kegiatan gereja, termasuk penyelenggaran Pendidikan Formal Gereja bahkan pelatihan-pelatihan diluar ruangan yang diselenggarakan oleh gereja.

Lakpona dapat menjadi solusi alternatif bagi jemaat-jemaat GPM, di tengah maraknya pembangunan gedung-gedung SMTPI yang megah dengan pembiayaannya yang sangat besar, ataupun gedung-gedung serbaguna yang mewah. Tentunya, tulisan ini tidak hendak mengatakan bahwa pembangunan sarana-prasarana penunjang pelayanan tersebut merupakan hal yang keliru ataupun salah, akan tetapi dengan menekankan pada aspek efisiensi anggaran, maka pembuatan lakpona ataupun dengan sebutan lain pada masing-masing wilayah di Maluku dapat menjadi referensi tersendiri bagi jemaat. Sebab, cukup dengan bahan-bahan lokal dan alami yang telah tersedia di setiap jemaat dan luas sekitar 24-30 m2, kita (sebagai pelayan dan warga jemaat) dapat membangun beberapa lakpona yang representatif dan menunjang berbagai kegiatan gereja.

Mengingat, jumlah lakpona yang dibangun tidak hanya satu, maka mekanisme pembangunannya dapat dipercayakan kepada sektor/unit pelayanan dalam jemaat masing-masing. Mekanisme seperti demikian tentunya mempertimbangkan kapasitas umat dan pelayan pada masing-masing sektor/unit pelayanan, luasnya lokasi yang berdekatan dengan gedung gereja, serta memperhatikan aspek efisiensi dan efektifitas kerja. Dengan begitu, setiap jemaat telah memiliki beberapa tempat yang layak bagi aktifitas bergereja disamping telah menghemat banyak biaya. Berikut ini adalah contoh lakpona dengan berbagai pemanfaatannya :

 

Penulis : Pdt.Herlin Ruhulessin-Joltuwu,S.Si,.M.Th - Pendeta Jemaat Kaiwatu
Klasis  : Lemola
Editor  : Media Center GPM

 

5,984 total views, 36 views today

About Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com

Check Also

Aktualisasi Simpul Gereja Orang Basudara Oleh Jemaat GPM Latta

Number of View: 0[Ambon, sinodegpm.org] – Klasis Pulau Ambon Timur, Minggu (2/4) menggelar persidangan Klasis …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *