Home / Institut Leimena / Refleksi Hidup Berbangsa: Revolusi Mental

Refleksi Hidup Berbangsa: Revolusi Mental

Number of View: 0

Raja Hizkia, sekitar 28 abad yang lalu, mengadakan revolusi mental di kerajaan Yehuda dengan cara memulai kembali ibadah di bait Allah di Yerusalem, merayakan kembali  Paskah, menghancurkan berhala-berhala, serta mengatur kembali sumbangan untuk para imam dan orang Lewi.  (2 Tawarich 29-31) Ini kesimpulannya: “Demikianlah perbuatan Hizkia di seluruh Yehuda. Ia melakukan apa yang baik, apa yang jujur, dan apa yang benar di hadapan TUHAN, Allahnya…. Semuanya dilakukannya dengan segenap hati, sehingga segala usahanya berhasil.
(2 Tawarikh 31:20-21)  Segala upaya raja Hizkia dilakukan dengan Baik, Jujur, Benar, serta Segenap hati (BJBS) di hadapan TUHAN. Hizkia tidak cuma omong doang…. Dia teladankan BJBS dalam hidupnya. Revolusi mental BJBS adalah masalah keteladanan.

Hai para pemimpin publik di Indonesia, bertindaklah Baik, Jujur, Benar, dan Segenap hati (BJBS) dalam setiap kebijakan dan upaya yang diambil…!!!  Ini baru revolusi mental..!! Hmmmm…tapi.. apa mau sukarela yha..??? Mungkin harus dipaksa dengan penegakan hukum barangkali…??!! Bagaimana..??(BHS)

5,467 total views, 2 views today

About Institut Leimena

Institut Leimena adalah lembaga non profit dengan misi: “Mengembangkan peradaban Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dan peradaban dunia yang menjunjung tinggi harkat manusia, melalui kerjasama dalam masyarakat yang majemuk.” Kami percaya bahwa nilai-nilai keagamaan merupakan bagian integral sebagai landasan moral, etik, dan spiritual untuk membangun bangsa dan negara Indonesia serta dunia yang lebih baik. Dalam semangat kebersamaan dan kemajemukan, kami berusaha agar para pemimpin agama bersama dengan para pemimpin publik, baik di Indonesia maupun di dunia, dapat bekerjasama dalam mengisi landasan moral, etik dan spiritual tersebut. Hal ini dilakukan dengan senantiasa menghormati dan menjaga keberagaman dan kesetaraan dalam masyarakat.

Check Also

Refleksi Hidup Berbangsa: Hai Istri Pejabat, Dengarlah!

Number of View: 0Yoram, anak raja Yosafat, menggantikan ayahnya menjadi raja Yehuda.  Apa yang dilakukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.