Home / Institut Leimena / Refleksi Hidup Berbangsa: Sok Kuasa Banget Sih?

Refleksi Hidup Berbangsa: Sok Kuasa Banget Sih?

Number of View: 0

Uzia adalah raja Yehuda yang sukses. Dia mempunyai militer yang tangguh,  pertanian dan peternakan yang maju, pembangunan infra struktur kota yang baik, serta punya pabrik persenjataan perang yang canggih. Uzia adalah raja yang termasyur karena kekuatannya yang besar. (2 Tawarich 26:9-15) Sayang sekali…. : “Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan….” (2 Tawarikh 26:16) Hanya imam, dan bukan raja, yang boleh membakar ukupan. Seorang pejabat publik atau tokoh politik yang merasa kuat dan sukses, bisa saja terjerumus ke sikap sok kuasa… bahkan sok kuasa di urusan keagamaan juga…!!  Hmmm…. kayaknya model seperti ini nggak cuma terjadi di jaman dulu… yha…??!

Di Indonesia, pejabat negara atau tokoh politik yang sukses sering ingin juga mengatur urusan keagamaan…atau lebih sering terjadi…diajak masuk mengurus keagamaan. Jadi dech..makin sok kuasa …!! Bahkan… sialnya… sentimen agama malahan dipakai untuk mendukung kesuksesan politiknya.  Tuhan murka kepada mereka yang sok kuasa ini…. Ayoo…basmi bersama..!! (BHS)

9,659 total views, 4 views today

About Institut Leimena

Institut Leimena adalah lembaga non profit dengan misi: “Mengembangkan peradaban Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dan peradaban dunia yang menjunjung tinggi harkat manusia, melalui kerjasama dalam masyarakat yang majemuk.” Kami percaya bahwa nilai-nilai keagamaan merupakan bagian integral sebagai landasan moral, etik, dan spiritual untuk membangun bangsa dan negara Indonesia serta dunia yang lebih baik. Dalam semangat kebersamaan dan kemajemukan, kami berusaha agar para pemimpin agama bersama dengan para pemimpin publik, baik di Indonesia maupun di dunia, dapat bekerjasama dalam mengisi landasan moral, etik dan spiritual tersebut. Hal ini dilakukan dengan senantiasa menghormati dan menjaga keberagaman dan kesetaraan dalam masyarakat.

Check Also

Refleksi Hidup Berbangsa: Hai Istri Pejabat, Dengarlah!

Number of View: 0Yoram, anak raja Yosafat, menggantikan ayahnya menjadi raja Yehuda.  Apa yang dilakukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.