Refleksi Hidup Berbangsa: Tuhan Koq Dibela?

Number of View: 0

Sanherib, raja Asyur, mengolok-olok TUHAN Allah Israel yang dianggap tidak mampu membela bangsa Yehuda terhadap serbuan kerajaan Asyur.  Melalui nabi Yesaya, Allah berfirman: “Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku pada bibirmu,…..” (2 Raja-raja 19:28)  Olok-olok kepada TUHAN akan didengar oleh TUHAN dan TUHAN akan bertindak. TUHAN tidak perlu dibela….. TUHAN koq dibela..??!! Aneh bukan..??!

Dalam perpolitikan di Indonesia, banyak orang merasa perlu membela Tuhannya… Jangan kita ikut-ikutan..!! Tuhan nggak perlu dibela.. Kalau kita membela Tuhan, maka kita melecehkan Tuhan.. Kita malah menistakan Tuhan.. Wah…gawat banget itu..!! (BHS)

3,137 total views, 2 views today

Institut Leimena

Institut Leimena adalah lembaga non profit dengan misi: “Mengembangkan peradaban Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dan peradaban dunia yang menjunjung tinggi harkat manusia, melalui kerjasama dalam masyarakat yang majemuk.” Kami percaya bahwa nilai-nilai keagamaan merupakan bagian integral sebagai landasan moral, etik, dan spiritual untuk membangun bangsa dan negara Indonesia serta dunia yang lebih baik. Dalam semangat kebersamaan dan kemajemukan, kami berusaha agar para pemimpin agama bersama dengan para pemimpin publik, baik di Indonesia maupun di dunia, dapat bekerjasama dalam mengisi landasan moral, etik dan spiritual tersebut. Hal ini dilakukan dengan senantiasa menghormati dan menjaga keberagaman dan kesetaraan dalam masyarakat.

50 thoughts on “Refleksi Hidup Berbangsa: Tuhan Koq Dibela?

Leave a Reply

Your email address will not be published.