Home / GPM Terkini / Jemaat GPM Rehoboth Menyerahkan Sumbangan Hewan Kurban Bagi Saudara Muslim

Jemaat GPM Rehoboth Menyerahkan Sumbangan Hewan Kurban Bagi Saudara Muslim

Number of View: 0

[Ambon, SinodeGPM.ORG] –  Hari Jumaat 1/9 merupakan hari raya Idul Adha bagi umat muslim di dunia, Idul Adha juga identik dengan sebutan hari raya qurban (al-uddhiyyah) persitiwa bersejarah tersebut dianggap sakral oleh umat Islam. Penyembelihan hewan Qurban dilihat sebagai wujud manifestasi Nabi Ibrahim as yang diperintahan Allah untuk meng Qurbankan anaknya Ismail as.

Dua ekor sapi Yang diserahkan Jemaat GPM Rehoboth di pemukiman Talake dan Waringin.

Gereja Protestan Maluku (GPM) dalam kehidupan bersama  memaknai setiap moment perayaan hari-hari besar keagamaan di dunia, dan Maluku pada khususnya. GPM melihat tindakan meyumbagkan hewan bukan hanya sebuah rutinitas kegiatan sosial semata, namun lebih dari itu adalah penghayatan terhadap nilai-nilai ritual yang mendalam, maka GPM dalam gagasan “gereja orang basudara” mewujudkan kebersamaan hidup berdampingan sebagai orang basudara salam sarane (Islam – Kristen) meyerahkan hewan kurban berupa dua ekor sapi kepada basudara Muslim di Desa Talake dan waringin.

Hidup bersama telah berlangsung sejak lama sebenarnya, “ada hubungan kerjasama antara desa tetangga rehoboth dan talake khususnya bagian depan pada saat penyerahan hewan kurban merupakan kepedulian bagi umat islam warga talake”.

“Sebagai panitia penyembelihan hewan qurban al istiqama talake, kami mengucapkan terimakasih kepada jemaat GPM Rehoboth yang telah memberikan kami hewan kurban berupa seekor sapi”, ucap Devi Bin Umar selaku panitia penyembelihan hewan kurban.

Tambahnya lagi, “Kami sudah dua tahun sudah berkolaburasi bukan hanya pada hadrat totobuang tapi juga shawat, kita membangun generasi dari bawa menuju generasi masa depan yang semakin baik”.

“Dengan semangat hari raya Idul Adha 1438 H kita bangun hubungan persaudaraan yang kokoh antara jemaat GPM Rehoboth dengan masyarakat Waringin dan Talake dalam bingkai Orang Basudara, semoga tema tersebut dapat membuat kami hidup dalam damai seterusnya”, ungkap Devi Bin Umar mengajak semua hadirin untuk menghayati tema tersebut.

Hewan kurban diserahkan kamis 31/08 oleh Pdt.Drs.A.J.S.Werinussa,M.Si selaku Ketua MPH Sinode GPM yang didampingi oleh Majelis Jemaat GPM Rehoboth dan diterima langsung oleh Devi Bin Umar sebagai Panitia Penyembelihan hewan kurban bersama beberapa orang panitia dan pengurus mesjid turut menyaksikan secara langsung.

Menurut Pdt.Drs.A.J.S.Werinussa,M.Si, apa yang telah dilakukan “Jemaat Rehoboth merupakan wujud GPM merawat kemajemukan secara konkrit, tentunya simpul orang basudara akan mentradisi, mengapa ? GPM dalam gagasan gereja pengembalaan telah memainkan fungsinya bukan hanya bagi saudara seiman tetapi yang tidak seiman diperlakukan penuh kasih termaksud ekologi, kita semua setara”.

“perbedaan atau kemajemukan merupakan kasih tanpa batas, GPM bersaksi melalui tindakan yang akan berlangsung terus menerus sebagai tanda atau simpul orang basudra antara jemaat rehoboth dan talake”

Kata Werinussa, kita harus menyiapkan generasi masa depan gereja (anak-anak) melalui pendidikan formal gereja (PFG) sehingga karakter mereka berdampak. Melibatkan mereka (anak-anak) secara langsung manyaksikan visualisasi penyerahan hewan kurban, sehingga proses edukasi sejak dini terekam pada memori anak, rekaman cerita-cerita perjumpaan islam – kristen akan diceritakan terus, bagaimana kehidupan keragaman di Maluku terbangun dengan baik.

“penyerahan hewan kurban merupakan salah satu bentuk kegelisahan  bersama sebagai tanggung jawab hidup bersama. Bagaimana GPM dapat menanamkan ideologi gereja orang basudara sebagai bentuk perspektif yang mengindonesia, ini adalah gagasan GPM secara utuh untuk menjadi gereja yang memiliki identitas, dan memiliki karakter dan berciri khas,” tambah Werinussa.

“Mengapa GPM mengideologikan ke Indonesiaan dan Pancasila kepada anak-anak ? Prosesnya adalah memberikan pengetahuan bagi Anak usia dini melalui PFG dengan demikian iman, pengetahuan serta karakter anak akan bertumbuh secara baik”, demikian yang disampaikan Werinussa selaku Ketua Sinode GPM dihadapan saudara muslim di talake depan.

Nampak kehadiran Ketua Sinode GPM sebagai hamba yang melayani hadir bagi kehidupan saudara muslim serta memainkan musik bersama dalam kolaburasi dengan torompet. Werinussa pun terlihat gembira dapat hadir ditengah situasi toleransi yang diapit beberapa anak-anak kecil merupakan wujud gembala yang selalu hadir bagi orang-orang kecil, mendengarkan keluhan mereka dan menjadikan kehidupan mereka menjadi berarti, demikian yang dilakukan Werinussa.

Gereja orang basudara (bersaudara) sebetulnya merupakan hasil refleksi pengalaman bergereja di Maluku, terutama Gereja Protestan Maluku (GPM), dalam bersentuhan dengan umat beragama lain.

Setelah pengalaman konflik, kami merasa bahwa kami harus mengangkat ke permukaan nilai-nilai persaudaraan yang selama ini terkemas dalam adat dan budaya kita sebagai orang Maluku, misalnya ada pela gandong.

Pengakuan Gereja Orang Basudara digagas karena GPM secara teologi dan eklesiologi mengakui kemajemukan sebagai karunia Tuhan, dan itu merupakan bentuk serta cara Tuhan bagi kehidupan untuk membebaskan dan menyelamatkan manusia dari kebinasaan dalam bentuk kemajemukan agama, budaya, adat-istiadat dan sebagainya.

Sebagai hidup orang basudara maka esensi dari qurban adalah memberikan sedekah atau bersedekah secara tulus, suka menolong serta menghindari ketamakan. Karena materi adalah pemberian Allah yang wajib disyukuri. Materi merupakan ujian bagi kita,  materi yang telah diberikan Allah didalamnya juga ada kehidupan orang lain yang membutuhkan.

Lihat Videonya

15,269 total views, 38 views today

About Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com

Check Also

Menjadi Pelayan Sejati

Number of View: 0“Kenangan bersama sang Filsuf dari Timur” “Kalian belajar bertahun-tahun hanya untuk menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *