Home / Dokumen / Semiloka Kurikulum Pendidikan Formal Gereja (PFG) GPM di Jemaat Poka

Semiloka Kurikulum Pendidikan Formal Gereja (PFG) GPM di Jemaat Poka

Number of View: 0
[Ambon, sinodegpm.org] – Kurikulum Pendidikan Formal Gereja (PFG) merupakan bagian dari pendidikan Kristiani dalam lingkup yang luas. Kurikulum PFG merupakan alat untuk mencapai tujuan pembinaan umat. Evaluasi kurikulum merupakan bagian dari proses evaluasi pendidikan kristiani, yang memusatkan perhatiannya pada anak sekolah minggu tunas pekabaran injil (SMTPI).

Kurikulum PFG telah diimplementasi selama 10 tahun (sejak 2007) dan telah mengalami evaluasi. Secara institusional GPM sudah mengalami banyak perubahan terhadap desain perencanaan dan pembinaan umat yang dituangkan dalam dokumen PIP-RIPP 2015-2020.

Peserta semiloka berjumlah 100 orang yang terdiri dari perwakilan klasis 66 orang (setiap klasis 2 orang) dan narasumber, tim pembinaan dan pengembangan kurikulum pendidikan formal GPM, undangan yang di anggap dapat berkontribusi dalam penyusunan kurikulum.

Pengembangan kurikulum PFG dan seluruh perangkatnya membutuhkan percakapan serius berdasarkan hasil evaluasi kurikulum PFG, perubahan arah strategis dan kebijakan GPM, realitas konteks GPM sebagai gereja pulau-pulau dengan keragaman budaya, bebrbagai kebutuhan perkembangan zaman, dan kebutuhan berbagai instrumen pendukung, maka Sinode GPM sesuai keputusan Sidang MPL ke 37 telah menetapkan pelaksanaan seminar dan lokakarya kurikulum PFG.

Narasumber atau fasilitator yang memboboti lokakarya antara lain MPH Sinode GPM Pdt.E.T.Maspaitella,M.Si, Tim Kurikulum PFG Drs.L.Wattimury,M.Si (Ketua Tim), Manajemen Pendidikan Formal PFG oleh Pdt.SJ.Mailoa,M.Th, Pedoman Sistem Moneva PFG oleh DR.Herly.Janet.Lesilolo, dan pemaparan Hasil Evaluasi Kurikulum 2006-2016 oleh TIM dan Jemmy.Talakua,M.Sc.

Mengawali arahannya Pdt.Drs.A.J.S.Werinussa,M.Si (Ketua MPH Sinode GPM) mengatakan, “mengapa kita mengkaji lagi kurikulum ? ini konsikuensi dari perubahan dalam GPM terutama menyangkut ajaran tata gereja dan peraturan pokok dan rumusan liturgi. Begitu juga ketetapan Sinode GPM sebagai prinsip GPM. Perubahan tersebut memberikan gagasan guna melakukan langka konkrit untuk mengkaji setiap elemen bergereja kita”.

“Kurikulum merupakan elemen penting dalam satu pembinaan GPM. Mari kita berpikir lagi mengenai PFG. PFG yang harus didasari untuk kepentingan gereja, memperkaya eklesiologi kita saat memberitakan kabar baik”,

“Semiloka bermanksud untuk melihat kembali kurikulum yang telah disepakati tim. Mungkin kita melihat bentuknya. Bentuk baru katakanlah semacam laboratorium pendidikan anak remaja, jemaat merupakan laboratorium karena kepada mereka (jemaat) kami melakukan riset dan disanalah berlangsung simulasi PFG dari waktu ke waktu”, ungkap Werinussa menambahkan.

“Warga gereja yang baik terlahir dari hasil PFG yang memberikan dampak, sehingga mereka dapat melayani diri sendiri, sesama dan lingkungan hidup karena bergereja bukan sekedar wacana namun mengerjakan dan bertanggung jawab terhadap hal-hal kecil”.

Werinussa juga menegaskan jika tindakan-tindakan yang tidak pro kepada kehidupan dapat divisualisasikan agar mereka (anak-anak) dapat memahami apa yang harus mereka lakukan dengan benar secara heterenom. PFG menggambarkan simpul gereja orang basudara menjadi aura melayani secara universal, karena manusia adalah imagodei yang harus dikasihi sehingga mereka dapat bertumbuh menjadi anak yang dapat menghargai diri sendiri, menghargai orang lain, alam semesta dan gerejanya.

Tujuan dilaksanakan semiloka untuk mendapatkan berbagai input untuk memperkaya konten dan modul kurikulum PFG dan perangkatnya, merekonstruksi kurikulum PFG yang baru sebagai hasil pengembangan berdasarkan evaluasi implementasi, arah pembinaan umat dalam PIP-RIPP 2015-2025, mengembangkan nilai-nilai kristiani sesuai ajaran gereja, dan merelevansinya dengan konteks gereja pulau-pulau.

“Akhir dari kegiatan ini melahirkan kurin smpti, kurin katekisasi, manajmen pendidikan Formal gereja, dan  monitoring evaluasi yang akan dirampung, setelah itu dibawah ke MPL untuk melahirkan kurikukum khas gereja karena itu melalui semiloka para peserta memberi masukan dan mengkaji secara mendalam”, tutur Drs.L.Wattimury,M.Si memberikan gambaran singkat kegiatan semiloka yang akan berlangsung sejak 21-23/8 di Jemaat GPM Poka.

Disi lain Pdt.E.T.Maspaitella,M.Si (Sekretaris Umum MPH Sinode GPM) menjelaskan,  “anak GPM harus mendapatkan pendidikan dari rumah (keluarga), dari PFG dan lingkungannya, karena itu walang kreatifitas dibuat  dibuat untuk anak  menyalurkan hobinya, disana tempat dimana anak tahu disitu dia harus sampaikan atau muntahkan minatnya. Melalui walang kreatifitas mereka bisa belajar bahasa inggris atau bahasa lokal dan lain sebagainya”.

 

 

16,639 total views, 5 views today

About Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com

Check Also

Sambutan Presiden RI Peringatan Hari Lahir Pancasila

Number of View: 0 23,115 total views, 1,912 views today Tweet

One comment

  1. I see something really special in this internet site.




    0



    0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.