Home / GPM Terkini / Arahan Ketua MPH Sinode GPM Pada Rapat Teknis

Arahan Ketua MPH Sinode GPM Pada Rapat Teknis

Number of View: 0

Gereja Protestan Maluku- 01  Agustus 2013, Ambon

Salam

Syalom!

Saya tidak lagi menyapa satu per satu tetapi saya menyapa kita semua yang hadir disini.

Kita harus bersyukur bahwa kita masih ada sampai hari ini. Pertemuan teknis pada hari ini, sesungguhnya adalah hal biasa, tetapi saya ingin menyampaikan beberapa hal penting yang menjadi substansi dalam pertemuan pada saat ini.

 Saudara-saudara yang saya kasihi dan hormati.

Sebagai suatu pertemuan rapat teknis, maka rapat ini bertujuan melakukan evaluasi yang bersift teknis penyelenggaraan pelayanan secara sinodal, khususnya dalam kurun waktu tahap 6 (enam) bulan I Tahun 2013; mencari dan menemukan berbagai variable-variable yang bersifat teknis sekaligus menemukan kendala-kendala dan bagaimana mengatasinya untuk penyelesaian di 6 bulan II

  1. I.  Bertumpu pada PIP/RIPP GPM Tahun 2005-2015

 

Terdapat beberapa tahap pelaksanaan  PIP/RIPP 2005-2015 yaitu:

  • Tahap Pemantapan; yakni proses konsilidasi pemahaman berkelanjutan melalui ceramah, diskusi, publikasi, dengan pembobotan pada pemerataan pemahaman mengenai tujuan dan garis besar implementasi serta sinergitas antar departemen, antar bidang, dan antar komisi pelayanan gereja di setiap level organisasi(Sinode, Klasis, dan Jemaat)
  • Tahap Pengembangan; yakni upaya mendorong desentralisasi prakarsa melalui program gereja yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan di Sinode, Klasis, dan Jemaat, dengan memaksimalkan study analisa sambil mengembangkanb program-program pelayanan yang relevan dan progresif
  • Tahap Kemandirian; yakni proses pengembangan lanjutandengan memaksimalkan kemampuan berjejaring/ kerjasama (Networing) baik jejaring dalam gereja maupun masyarakat.

Dari tiga kegiatan ini, telah dilaksanakan rangkaian kegiatan pada semua Klasis, dengan asumsi bahwa sampai tahun 2013, telah semuaJemaat menyusus Renstra Jemaat, dan semua Klasis sudah menyusun Program Lima Tahunan Klasis

  1. II.            Beberapa Agenda 2012

 

Beberapa Agenda Prioritas dalam Tahun 2013, antara lain:

No

Agenda

Waktu Pelaksanaan

Penanggung Jawab

Juni Juli Agust sept
  • okt
1. Evaluasi penyusunan Renstra jemaat Balitbang
2. Penyusunan instrument dan modul moneva renstra & prolita Balitbang
3. Evaluasi Renstra + Prolita Balitbang + MPL ke 35
4. Distribusi dan Sosialisasi Instrumen dan modul Moneva Renstra dan Prolita Balitbang
5. Penyusunan Kurikulum Pendidikan Kependetaan F. Theologi+ Balitbang
6. Semilokal Kurikulum Pendidikan Kependetaan idem
7. Diskusi Peraturan Pokok Jabatan Kependetaan Balitbang
8. Penyusunan Draf peraturan pokok jabatan Kependetaan Tim+Balitbang
9. Pembahasan Draf Peraturan Pokok Jabatan Kependetaan Tim+Balitbang+ MPL ke-35
10. Revisi Peraturan Keunagan GPM Tim+ MPL ke-35
11. Evaluasi Tata Gereja

√√√√√Tim+ MPL ke-35

            Agenda Tahun 2013 ditujukan pada pemantapan evaluasi dokumen-dokumen perencanaan dan regulasi Gereja, dalam hal ini Peraturan Pokok Jabatan kepedetaan sesuai rekomendasi Sidang ke-35 Sinode GPM, tahun 2010; untuk menjadi dokumen yang memandu penyusunan perangkat Peraturan Organik, dan Peraturan Teknis laindi bawahnya. Diharapkan juga, agar sebelum pelaksanaan MPL ke-35. Materi dokumen-dokumen sudah bias dirampungkan sehingga dapat didistribusikan ke klasis-klasis guna pembahasan nanti dalam persidangan MPL ke-35 di Uwen Gabungan, Klasis Taniwel.

  1. III.         Implementasi Sub Tema

“Memperkuat Persekutuan dalam Kehidupan Keluarga, Jemaat dan Masyarakat untuk Kebersamaan yang Bermutu dengan Seluruh Ciptaan”

 

         Kita tidak mungkin melakukan evaluasi secara substansial terhadap isu-isu yang terdapat dalam Sub Tema ini sekarang, tetapi paling tidak pertanyaan-pertanyaan teknis yang penting mesti kita kemukakan ;

  • Bagaimana upaya pengorganisaian pelayanan dan program-program yang kita lakukan pada 6 bulan I ini member indikasi memperkuat persekuatuan itu dalam keluarga, Jemaat dan Masyarakat.
  • Pertanyaan yang sifatnya teknis ini, menjadi signifikan, terutama ketika secara factual kita menyaksikan berbagai tragedi yang memilukan hati kita semua, ketika di klasis-klasis kita menemukan berbagai masalaah seperti : Retaknya Rumah Tangga, perceraiana, konflik antar Jemaat, antara sector, konflik antar kampong; bahkan juga ketegangan-ketegangan antara para pelayanan. Ini semua mengindikasikan rapuhnya persekutuan dan masih banyak hal yang lain.
  • Dari persoalan-persoalan lingkungan, kita juga melihat terjadinya perubahan Iklim, bencana alam sepertinya runtuhnya Waduk Way Ela, dan kondisi semakin tingginya curah hujan dari tahun ke tahun bahkan kejadian 2 hari yang lalu, di mana hujan lebat sehingga menyebabkan longsor, banjir dan sedikit memakan korban jiwa dan harta benda. Hal ini memang menjadi imperative untuk pengkonsolidasian hidup dan kultur berjemaat yang mencintai bumi tetapi juga membangun persekutuan yang erat bukan hanya di dalam gereja tetapi juga bagaimana solidaritas dengan orang lain sebagai wujud persekutuan yang tetap dinamis di dalam gereja. Keadaan alam yang mengalami perubahan dari tahun ke tahun juga memberi imperative bagi minsed gereja tentang perlu adanya pengorganisasian gereja terutama jemaat-jemaat untuk menghadapi kondisi-kondisi di tahun-tahun mendatang.
  • Potret lain yang kita hadapi di 6 bulan pertama, bahkan tahun 2013 ini sebagai tahun politik, dan tahun 2014 -> tentu ada banyak persoalan mendasar seperti : demokrasi, kekuasaan, pastisipasi dan emansipasi -> itu tidak akan akan kita bicarakan di sini secara tuntas, tetapi pertanyaan-pertanyaan  technical yang berkaitan dengan itu adalah sejauhmana pendekatan pendampingan atas program-program pelayanan serta pengorganisasian jemaat-jemaat telah memberikan indikasi terhadap kesadaran bermasyarakat dan berbangsa serta berdemokrasi di dalam jemaat kita.
  • Bersamaan itu pula kemampuan bekerjasama
  • Di samping masalah-masalah lain yang dihadapi oleh gereja dan masyarakat juga, kita melihat terjadinya pergeseran sense of calling, sense of belonging, komitmen di kalangan para pendeta. Justru kesadaran tentang sense of calling, sense of belonging haruslah semakin diperkuat untuk menghadapi berbagai persoalan yang terjadi.

Penutup

Demikian arahan yang saya sampaikan

 

2,406 total views, 1 views today

About Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com

Check Also

Science Film Festival Teknologi Masa Depan 2017 Akan Berlangsung Di Ambon

Number of View: 0[Ambon, sinodegpm.org] Science Film Festival dari Goethe-Institut akan dilaksanakan secara nasional di …

3 comments

  1. Rivando E. Saimima

    hallo admin, bolehkah diminta materi atau artikel terkait kurikulum pendidikan kependetaan? Terimakasih




    0



    0
  2. Maurits Luhukay

    Admin, tolong disampaikan kepada departemen terkait di Sinode GPM untuk memposting artikel mengenai “Penggunaan Multimedia (proyektor, tv monitor, kamera, sound system dll) dalam dalam semua Peribadahan Jemaat GPM, dipandang dari sisi Teologi dan aturan GPM”. Hal ini sangat diperlukan, karena ada terjadi penafsiran yang berbeda-beda dan menimbulkan pertentangan di tingkat Jemaat mengenai penggunaan multimedia tersebut. Terima kasih.




    0



    0
  3. Admin, tolong disampaikan kepada departemen terkait di Sinode GPM untuk memposting artikel mengenai “Penggunaan Multimedia (proyektor, tv monitor, kamera, sound system dll) dalam dalam semua Peribadahan Jemaat GPM, dipandang dari sisi Teologi dan aturan GPM”. Hal ini sangat diperlukan, karena ada terjadi penafsiran yang berbeda-beda dan menimbulkan pertentangan di tingkat Jemaat mengenai penggunaan multimedia tersebut. Terima kasih.




    0



    0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *