Home / Dokumen / Menjadi Bijak Hadapi Berita Hoax

Menjadi Bijak Hadapi Berita Hoax

Number of View: 0
[Ambon,sinodegpm.org] Pencerahan terus dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi atau menghilangkan konten hoax (ketidak benaran suatu informasi).

Gereja Protestan Maluku kurang lebih melakukan hal yang serupa saling bersinergi melihat media diera digital sebagai salah satu tren. Informasi ini terus disampaikan Melalui media pemberitaan terkait hukuman bagi mereka yang berujar kebencian/SARA melalui UU ITE.

Di Twitter ramai dibicarakan oleh Netizen (masyarakat internet) tentang bijak hadapi hoax. Mereka berharap penyebaran konten seperti sara, hoax penyebaran kebencian , radikalisme maupun terorisme dapat dilaporkan dan mendapat perhatian pemerintah. Seruan tersebut dilihat dari Hashtag #BijakHadapiHoax.

Pengguna bisa melakukan screen capture disertai url link, kemudian mengirimkan data ke aduankonten@mail.kominfo.go.id. Kiriman aduan segera diproses setelah melalui verifikasi. Mengutip apa yang diberitakan kominfo.

Laporan database Trust+Positif sampai dengan 2016 mencatat konten negatif yang diblokir sebesar 773.339. Masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan konten yang tergolong konten negatif antara lain, pornografi, SARA, penipuan atau perdagangan ilegal, narkoba, perjudian dan radikalisme.

Berdasarkan UU ITE sebagai alasan hak setiap manusia atau individual melindungi dirinya dengan payung hukum. Seperti yang dikatakan dalam UU ITE Pasal 28 Ayat (2).

Perbuatan yang dilarang dalam Pasal 28 ayat (2) UU ITE ialah dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Bunyi Pasal 28 ayat (2) UU ITE adalah sebagai berikut:

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Sebagai warga gereja  hendaknya kita bersama mendukung apa yang dilakukan pemerintah, karena ini merupakan tugas dan tanggung jawab bersama ditengah-tengah era digital yang serba cepat dijalur internet melalu piranti pintar setiap individu.

Hendaknya kita menjadi sadar dan cerdas dalam bermedia. Menjadikan media sebagai gaya memberitakan injil secara adaptif, sehingga gereja menjadi gereja yang menyuarakan suara profetisnya pada “gelombang” yang sama.

Degan demikian semua kita telah menjadi gereja yang merawat kebhinekaan dan kemajemukan di Negara Kesatuan Republik Indonesia

 

4,803 total views, 1 views today

About Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com

Check Also

Semiloka Kurikulum Pendidikan Formal Gereja (PFG) GPM di Jemaat Poka

Number of View: 0[Ambon, sinodegpm.org] – Kurikulum Pendidikan Formal Gereja (PFG) merupakan bagian dari pendidikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *