Home / Indonesia / MPH-PGI Kunjungi Keluarga Korban Bom di Gereja Oikoumene

MPH-PGI Kunjungi Keluarga Korban Bom di Gereja Oikoumene

Number of View: 0

SAMARINDA,PGI.OR.ID-Sebagai wujud solidaritas, Wakil Sekretaris Umum PGI Pdt. Krise Anki Gosal, bersama Pengurus PGIW Kaltim, Senin (14/11) mengunjungi keluarga korban pelemparan bom di Gereja Oikoumene Samarinda, dan menyampaikan turut berbelasungkawa saat proses pemakaman Olivia Intan Marbun (2,5) di rumah duka, di Loajanan-Harapan Baru, Samarinda.

Orang tua Olivia Intan Marbun bersama keluarga besar dalam kesedihan yang luar biasa karena kehilangan anak terkasih

Orang tua Olivia Intan Marbun bersama keluarga besar dalam kesedihan yang luar biasa karena kehilangan anak terkasih

Selain itu, Pdt. Krise juga mengunjungi RSUD AW Syaranie, Samarinda tempat di mana sebagian korban masih dirawat.  Dia mengaku sangat terenyuh ketika melihat kondisi mereka, yang semuanya adalah anak-anak balita.  “Triniti, salah satu balita, masih kritis di ICU di RS Syaranie. Hari ini dilarang di kunjungi siapapun,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui akibat aksi teror yang terjadi para Minggu (13/11) itu, empat orang anak menjadi korban yaitu Triniti Hutahaean (3), Alfaro Aurelius Tristan Sinaga (4), Anita Kristobel Sihotang (2 tahun) dan Intan Olivia Marbun (2,5) yang telah meninggal dunia pada Senin (14/11).

Pdt. Krise Anki Gosal (kanan ujung) bersama Pengurus PGIW Kaltim di rumah duka

Pdt. Krise Anki Gosal (kanan ujung) bersama Pengurus PGIW Kaltim di rumah duka

Dalam siaran pers yang dikeluarkan beberapa waktu lalu, PGI menegaskan, mengecam keras tindakan pengeboman ini, sama seperti tindakan-tindakan teror lainnya. Bagi PGI, tindakan kekerasan, apapun bentuknya, tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah. Sebagai bangsa yang beradab, kita telah menyepakati bahwa kekerasan dan tindakan paksaan  hanya boleh digunakan oleh negara, dan itu pun harus melalui prosedur hukum.

PGI juga menghimbau kepada semua umat Kristen di mana pun berada untuk tetap tenang dan tidak perlu membangun opini liar, terutama di media sosial, yang dapat semakin menebar teror dan kebencian, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat umum. Dan, menghimbau umat untuk mempercayakan penanganan masalah ini kepada pemerintah dan aparat penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia, sesuai prosedur dan mekanisme hukum yang berlaku di negara ini.

Sumber : pgi.or.id

3,092 total views, 5 views today

About Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com

3 comments

  1. A lot of thanks for all of the efforts on this web site. My mum enjoys working on investigation and it’s really easy to see why. Most people hear all concerning the dynamic medium you deliver informative tactics via the blog and even boost response from website visitors on that subject matter while our favorite daughter is always becoming educated a lot of things. Have fun with the rest of the year. You have been doing a remarkable job.




    0



    0
  2. risk of generic viagra
    canadian pharmacies online prescriptions
    can you buy viagra in mexico
    canadian online pharmacies
    there viagra generic
    viagra without doctor
    ja tem viagra generico
    viagra without a doctor prescription
    getting viagra in the philippines




    0



    0
  3. legal viagra online australia
    viagra without a prior doctor prescription
    can you buy viagra germany
    viagra without doctor
    viagra the little blue pill with big repercussions
    canadian pharmacies that ship to the us
    can you buy viagra over the counter in brazil
    canadian pharmacies online prescriptions
    pfizer viagra 100mg erfahrungsberichte




    0



    0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.