“Cincin Pela”

Number of View: 0

Ambon, SinodeGPM.ORG – Satu lagi simbolisasi adat yang menarik dimaknai (=ditafsir). Dan masih dari jejeran kegiatan Panas Pela Lounussa Maatita, Amahai dan Noraito Amapatti, Ihamahu (29/9-2016).

Sirih pinang (apapua) selalu menjadi tanda legalisasi hubungan pela. Simbol ini pun menjadi menarik karena dikasih di ujung parang para moyang atau kapitang.

Simbol ini juga ada dalam panas pela Amahai-Ihamahu, dan dilakukan dengan jalan saling melayani pada jamuan apapua (makang sirih pinang).

Cincin Pela merupakan bentuk legalisasi hubungan pela sebagai wujud janji setia sebagai dua saudara kandung. Janji itu tidak bisa dilanggari sehingga cincin tersebut sekaligus menjadi tanda pengingat (alarm, reminder).

Dalam tata ritusnya, cincin disematkan pada jari manis Upulattu Amahai dan Upupatti Ihamahu. Mereka saling menyematkan cincin pela. Legalitas yang diberikan melalui kedua pimpinan pemerintahan adat itu berarti seluruh masyarakat adat terikat di dalam janji setia Pela itu. Artinya segala konsekuensi dari Sumpah Pela berlaku mengikat anak negeri kedua negeri.

Upu Ama karu Pela, Karu Pela Nia.

Penulis : Pdt.E.T.Maspaitella,.M.Si

4,388 total views, 5 views today

Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.