“Teknologi Adat, Adat Teknologi”

Number of View: 0

Ambon, SinodeGPM.ORG – Teknologi Informasi telah memberikan banyak sumbangsih dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari aspek religius hingga adat budaya, ekonomi, politik serta hukum telah dirambah habis olehnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa arus deras samudera Teknologi telah merembes menembusi batas ruang dan waktu kehidupan manusia.

Judul mungkin saja membingungkan. Maaf, tidak ada maksud untuk itu, tetapi memang sebuah istilah selalu mengandung tanya untuk diserap.

Teknologi adat lebih dimaknai sebagai sebuah proses untuk menata ritus adat agar menjadi lebih familiar, walau harus dipertahankan unsur sakral atau sakralitasnya. Sebenarnya istilah itu hanya untuk mengurai bagaimana pola-pola ritus ditata sedemikian rupa sehingga bisa menjadi suatu praktek yang merangkul semua elemen masyarakat. Ucap Maspaitella (Sekum GPM)

Adat teknologi juga merupakan suatu mekanisme etik agar orang tidak serampangan menggunakan perangkat, tools, atau sistem teknologi secara destruktif. Ada pertanggungjawaban etis dari teknologi. Manusia sebagai penghasil dan penggunanya mesti menjadi pelaksana nilai adat teknologi itu secara teknologiwi (=paralel dg istilah manusiawi), Lanjut Maspaitella menjelaskan.

Foto berikut diabadikan pada pelaksanaan ritus Panas Pela Lounussa Maatita, Amahai dan Noraito Amapatti, Ihamahu (29/9-2016) di Jemaat GPM Amahai Soahuku. Saat berkesempatan “naik baileu” Amahai dan menjadi saksi dari Pembacaan Sumpah Pela dan Pemasangan Cincin Mata Pela.

14470441_10207773491241487_7645620303991031293_n

Ada fenomena menarik yang sayang jika tidak dijepret. Tampak banyak juru keker (fotografer profesional) dan masyarakat adat yang mengabadikan moment sakral naik baileu dengan gadgets dan kamera aneka jenis.

Budaya populer dengan dukungan sarana yang mudah dikuasai dan dimiliki telah menyediakan metode penyimpanan arsip budaya pada folder pribadi banyak orang.

Simpanan itu, kini dan nanti, juga melalui sosial media, menjadi material dan teks antropologi yang kaya. Terserah siapa pun mau mengkaji dan merefleksikannya.

Satu hal bahwa, simpanan pada folder-folder pribadi itu harus melahirkan rasa empati kebudayaan atas kekayaan adat masyarakat dan negeri kita, Tutur Maspaitella mengakhiri ulasannya.

Teknologi adalah alat (media) yang kelak akan merekayasa konteks yang jauh menjadi sangat dekat. Penting karena wakyu hari ini akan berlalu begitu cepat dan akan menghasilkan perubahan waktu bertahun kedepan. Maka pengabadian Nilai adat dapat dipertotonkan ulang sehingga Nilai hari kemarin akan sangat dekat dengan tahun-tahun yang telah jauh berlalu.

 

Editor : Maryo Manjaruni

 

4,095 total views, 1 views today

Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.