Home / GPM Terkini / Teologi Dalam Dialog Simbol Mimbar

Teologi Dalam Dialog Simbol Mimbar

Number of View: 0

Ambon – SinodeGPM.Org – Peresmian Toreng Gereja dan Kantor Jemaat Nikulukan Niwelehu-

Ibadah Minggu 21/8/16 Di Jemaat GPM  Nikulukan Niwelehu, jemaat Niniwe jika dilihat dari sisi pemerintahan Terbagi menjadi dua desa yaitu Desa Nikulukan dan Desa Niwelehu, tetapi dalam pelembagaan GPM kedua desa tersebut adalah satu Jemaat. Orang pada umumnya menyebut Jemaat ini dengan sebutan Niniwe. Niniwe, adalah kota kuna yang disebut “kota yang luar biasa agung” dalam Kitab Yunus. Kota ini terletak di tepian timur sungai Tigris dan merupakan ibu kota kerajaan Asiria purba. Tidak kebetulan juga jemaat Niniwe di Klasis GPM Taniwel berada di pesisir pantai pulau Seram tapi sayangnya iya tidak berada pada wilayah timur.

Sekretaris Umum Pdt.E.Maspaitella,.M.Si meresmikan Menara Lonceng Gereja Ramat Lehi dan Kantor Jemaat Niniwe (Nikilukan Niwelehu).

Mimbar di gedung hereja Ramat Lehi Jemaat GPM Niniwe boleh dikatakan unit karena mimbarnya dibuat berbentuk Malaikat (patung), cukup megah.

Tradisi pembuatan mimbar di GPM memang memiliki ciri masing-masing, biasanya dibuat melihat konteks dimana jemaat itu bertumbuh. Misalnya ada mimbar yang berbentuk cengkih, cawan, burung cendrawasih dan lain sebagainya.

Mimbar gereja merupakan salah satu simbol liturgi sekaligus pusat pemberitaan dalam tradisi gereja (protestan).

Ragam bentuk mimbar, seperti pada deret foto yang ada, menunjuk kekayaan arsitektur di satu sisi, tetapi juga dialog teologi yang intens antara gereja dan lingkungan kehadirannya.
Simbol telah menjadi salah satu unsur sacra di dalam teologi pada ranah praksis. Paling tidak, simbol diproduksi untuk menjelaskan kuat dan intensnya relasi dengan lingkungan kehadirannya itu.

Sebegitu intensnya maka simbol-simbol itu menjadi petanda yang secara aktif menyampaikan bagaimana jemaat sebagai subyek berteologi telah mengungkapkan sebagian jati dirinya.

Itu artinya, khotbah gereja harus membuat relasi yang intens itu menjadi semakin mesra. Sebuah relasi yang harus mampu mengorek berfungsi tidaknya fungsi kritis gereja itu kembali.

Khotbah gereja harus mampu merangkul jemaat yang telah membawa sepotong jati dirinya ke dalam gereja.

Kesadaran itu membuat simbol liturgi sanggup mengingatkan gereja tentang alasan dan tujuan menggereja itu sendiri.

image image image image image

Waipirit, 21 Agustus 2016
Salamat har ahad
(Eltom)

10,018 total views, 3 views today

About Media Center Gereja Protestan Maluku

Media Center GPM Merupakan Sarana Mengkomunikasikan Informasi Tentang Gereja Protestan Maluku Yang Tersebar di Maluku dan Maluku Utara, Bersifat Informatif, Serta Memberikan Pelayanan Pada Publik. Dapat Menghubungi Kami, Mengirim Informasi (berita) Melalui Email : mediacenter.gpm@gmail.com

Check Also

Menjadi Pelayan Sejati

Number of View: 0“Kenangan bersama sang Filsuf dari Timur” “Kalian belajar bertahun-tahun hanya untuk menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *