Home / Institut Leimena (page 3)

Institut Leimena

Institut Leimena adalah lembaga non profit dengan misi: “Mengembangkan peradaban Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dan peradaban dunia yang menjunjung tinggi harkat manusia, melalui kerjasama dalam masyarakat yang majemuk.” Kami percaya bahwa nilai-nilai keagamaan merupakan bagian integral sebagai landasan moral, etik, dan spiritual untuk membangun bangsa dan negara Indonesia serta dunia yang lebih baik. Dalam semangat kebersamaan dan kemajemukan, kami berusaha agar para pemimpin agama bersama dengan para pemimpin publik, baik di Indonesia maupun di dunia, dapat bekerjasama dalam mengisi landasan moral, etik dan spiritual tersebut. Hal ini dilakukan dengan senantiasa menghormati dan menjaga keberagaman dan kesetaraan dalam masyarakat.

Refleksi Hidup Berbangsa: Revolusi Mental

Number of View: 0Raja Hizkia, sekitar 28 abad yang lalu, mengadakan revolusi mental di kerajaan Yehuda dengan cara memulai kembali ibadah di bait Allah di Yerusalem, merayakan kembali  Paskah, menghancurkan berhala-berhala, serta mengatur kembali sumbangan untuk para imam dan orang Lewi.  (2 Tawarich 29-31) Ini kesimpulannya: “Demikianlah perbuatan Hizkia di …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Sok Kuasa Banget Sih?

Number of View: 0Uzia adalah raja Yehuda yang sukses. Dia mempunyai militer yang tangguh,  pertanian dan peternakan yang maju, pembangunan infra struktur kota yang baik, serta punya pabrik persenjataan perang yang canggih. Uzia adalah raja yang termasyur karena kekuatannya yang besar. (2 Tawarich 26:9-15) Sayang sekali…. : “Setelah ia menjadi …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Hai Istri Pejabat, Dengarlah!

Number of View: 0Yoram, anak raja Yosafat, menggantikan ayahnya menjadi raja Yehuda.  Apa yang dilakukan raja Yoram…??!  “Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan merasa dirinya kuat, ia membunuh dengan pedang semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israel…. , sebab yang menjadi isterinya adalah anak Ahab. Ia melakukan apa …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Panca-Syarat Bagi Para Hakim

Number of View: 0Yosafat, raja Yehuda, mengangkat para hakim.  Ini pesannya: “Pertimbangkanlah apa yang kamu buat, karena bukanlah untuk manusia kamu memutuskan hukum,…. Sebab itu, kiranya kamu diliputi oleh rasa takut kepada TUHAN. Bertindaklah dengan seksama, karena berlaku curang, memihak ataupun menerima suap tidak ada pada TUHAN, Allah kita.” (2 …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Jangan Lupa Diri!

Number of View: 0Rehabeam, anak Salomo, menjadi raja pertama di Israel Selatan (kerajaan Yehuda) setelah kerajaan Israel terpecah dua. Ironisnya: “Rehabeam beserta seluruh Israel meninggalkan hukum TUHAN, ketika kerajaannya menjadi kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh.” (2 Tawarich 12:1)  Setelah pemerintahan menjadi kokoh dan teguh, eehhhh…malah meninggalkan hukum TUHAN.  Bagaimana ini?? …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Kiranya Tuhan Tersembunyi Gembira!

Number of View: 0Paulus, dalam khotbahnya di Kisah Para Rasul, menjelaskan: “….Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku….” (Kisah Para Rasul 13:22)  Jelas….!!  Daud berkenan di hati Tuhan..!!  Mau tahu penyebabnya??!!  Ini dia..!!  “Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Tuhan Koq Dibela?

Number of View: 0Sanherib, raja Asyur, mengolok-olok TUHAN Allah Israel yang dianggap tidak mampu membela bangsa Yehuda terhadap serbuan kerajaan Asyur.  Melalui nabi Yesaya, Allah berfirman: “Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Hadapi Kesulitan Besar

Number of View: 0Yoram, raja Israel, menghadapi kesulitan besar: “Sesudah itu Benhadad, raja Aram, menghimpunkan seluruh tentaranya, lalu maju mengepung Samaria. Maka terjadilah kelaparan hebat di Samaria….  (2 Raja-raja 6:24-25)  Dalam situasi sulit seperti ini,  raja Yoram meyakini: … “Sesungguhnya, malapetaka ini adalah dari pada TUHAN. Mengapakah aku berharap kepada …

Read More »