Home / Institut Leimena (page 2)

Institut Leimena

Institut Leimena adalah lembaga non profit dengan misi: “Mengembangkan peradaban Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dan peradaban dunia yang menjunjung tinggi harkat manusia, melalui kerjasama dalam masyarakat yang majemuk.” Kami percaya bahwa nilai-nilai keagamaan merupakan bagian integral sebagai landasan moral, etik, dan spiritual untuk membangun bangsa dan negara Indonesia serta dunia yang lebih baik. Dalam semangat kebersamaan dan kemajemukan, kami berusaha agar para pemimpin agama bersama dengan para pemimpin publik, baik di Indonesia maupun di dunia, dapat bekerjasama dalam mengisi landasan moral, etik dan spiritual tersebut. Hal ini dilakukan dengan senantiasa menghormati dan menjaga keberagaman dan kesetaraan dalam masyarakat.

Pemberdayaan Masyarakat di NTT

Number of View: 0IL News 002/2018 Memberi dari apa yang dimiliki, inilah yang terjadi dengan anggota-anggota kelompok tani “Kanaan” di Desa Manusak binaan Institut Leimena. Pada tanggal 9 Desember yang lalu, dalam ibadah terakhir kelompok sekaligus syukuran untuk penyertaaan Tuhan selama satu tahun, dilakukan pelayanan diakonia kepada 19 orang janda/duda …

Read More »

Agama Resmi di Indonesia: Sebuah Ilusi?

Number of View: 0Civis 001/2018 Ditulis oleh Yonatan Iskandar Chandra - Peneliti di Institut Leimena Tahun 2017 mungkin dapat dikatakan menjadi tahun yang baik bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi mereka yang menganut aliran Kepercayaan. Putusan Mahkamah Konstitusi (‘MK’) Nomor 97/PUU-XIV/2016 (‘Putusan MK’) memutuskan bahwa kata ‘agama’ dalam hal pencatatan data …

Read More »

Bangun Semangat Kebangsaan, Content Creators Ikuti Workshop “GARUDA FELLOWS”

Number of View: 0IL News 001/2018 Pesatnya perkembangan industri kreatif di indonesia mendorong maraknya  konten-konten digital, baik berupa film pendek, video hingga video-blog (Vlog). Tak hanya kalangan profesional, generasi millenial yang identik dengan media sosial merupakan kalangan yang juga mendominasi produksi digital kreatif ini. Melihat kenyataan tersebut, Warganegara.org (media online …

Read More »

Pembangunan Desa: ‘Insufisiensi’ Penggunaan Dana Desa

Number of View: 0CIVIS 002/2017 Ditulis oleh Yonatan Iskandar Chandra (Peneliti, Institut Leimena) A. Pendahuluan Istilah “Desa” dirasa sangat dekat dengan kehidupan masyarakat khususnya di belahan bumi Indonesia. Tak jarang, Desa digunakan untuk menggambarkan tentang kehidupan masyarakat ‘kelas menengah kebawah’. Namun tidaklah demikian pengertian Desa dalam sudut pandang Peraturan Perundang-Undangan di …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Menggerakkan Hati Pimpinan Negara

Number of View: 0TUHAN menggerakkan hati Raja Koresh: “Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. (Ezra 1:2)  TUHAN bisa menggerakkan hati raja Koresh..lho…!! Luar biasa yha…!!!  Ada …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Setia Menepati Janji

Number of View: 0Sewaktu pembuangan bangsa Yehuda di Babel, TUHAN berjanji melalui nabi Yeremia: “….Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel,…. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.” (Yeremia 29:10) TUHAN menggenapi janji-Nya: “….TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Ingat! Sejarah Mengingat!

Number of View: 0Yosia adalah tokoh muda yang luar biasa. Umur 8 tahun, dia menjadi raja Yehuda. Umur 16 tahun, dia mulai mencari TUHAN Allah. Umur 20 tahun, dia menghancurkan semua tempat penyembahan berhala milik ayahnya, raja Amon.  Umur 26 tahun, dia memperbaiki rumah TUHAN, menemukan serta menaati Taurat TUHAN, …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Ayo Didik Generasi Penerus Bangsa!

Number of View: 0“Manasye berumur dua belas tahun pada waktu ia menjadi raja…. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN,.…” (2 Tawarikh 33:1-2) Manasye adalah anak dari raja Hizkia. Bapaknya takut TUHAN, tapi….anaknya koq… menyembah berhala..??!! Koq…bisa yha..??!! Apa Hizkia terlalu sibuk urus negara..??  Atau.. apakah ibunyalah yang tidak …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Sombong Rohani, Hmmm…

Number of View: 0Raja Hizkia suatu hari sakit dan hampir mati, tetapi dia disembuhkan dan umurnya diperpanjang 15 tahun. (Yesaya 38:1,5)  Apa yang kemudian terjadi..???  “Tetapi Hizkia tidak berterima kasih atas kebaikan yang ditunjukkan kepadanya, karena ia menjadi angkuh,…. Tetapi ia sadar akan keangkuhannya itu dan merendahkan diri....” (2 Tawarikh …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Kerja Nyata dan Doa

Number of View: 0Sanherib, raja Asyur, menyerbu Yehuda.  Raja Hizkia bertindak dengan mempersiapkan strategi perang, memperkuat pertahanan, membuat persenjataan, dan mengorganisir rakyatnya. (2 Tawarikh 32:3-6) Selain itu, dia juga mengajak rakyatnya untuk berharap kepada TUHAN: “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut…., karena yang menyertai kita lebih banyak dari pada yang …

Read More »