Home / Institut Leimena

Institut Leimena

Institut Leimena adalah lembaga non profit dengan misi: “Mengembangkan peradaban Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dan peradaban dunia yang menjunjung tinggi harkat manusia, melalui kerjasama dalam masyarakat yang majemuk.” Kami percaya bahwa nilai-nilai keagamaan merupakan bagian integral sebagai landasan moral, etik, dan spiritual untuk membangun bangsa dan negara Indonesia serta dunia yang lebih baik. Dalam semangat kebersamaan dan kemajemukan, kami berusaha agar para pemimpin agama bersama dengan para pemimpin publik, baik di Indonesia maupun di dunia, dapat bekerjasama dalam mengisi landasan moral, etik dan spiritual tersebut. Hal ini dilakukan dengan senantiasa menghormati dan menjaga keberagaman dan kesetaraan dalam masyarakat.

Refleksi Hidup Berbangsa: Jangan Lupa Diri!

Number of View: 0Rehabeam, anak Salomo, menjadi raja pertama di Israel Selatan (kerajaan Yehuda) setelah kerajaan Israel terpecah dua. Ironisnya: “Rehabeam beserta seluruh Israel meninggalkan hukum TUHAN, ketika kerajaannya menjadi kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh.” (2 Tawarich 12:1)  Setelah pemerintahan menjadi kokoh dan teguh, eehhhh…malah meninggalkan hukum TUHAN.  Bagaimana ini?? …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Kiranya Tuhan Tersembunyi Gembira!

Number of View: 0Paulus, dalam khotbahnya di Kisah Para Rasul, menjelaskan: “….Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku….” (Kisah Para Rasul 13:22)  Jelas….!!  Daud berkenan di hati Tuhan..!!  Mau tahu penyebabnya??!!  Ini dia..!!  “Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Tuhan Koq Dibela?

Number of View: 0Sanherib, raja Asyur, mengolok-olok TUHAN Allah Israel yang dianggap tidak mampu membela bangsa Yehuda terhadap serbuan kerajaan Asyur.  Melalui nabi Yesaya, Allah berfirman: “Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Hadapi Kesulitan Besar

Number of View: 0Yoram, raja Israel, menghadapi kesulitan besar: “Sesudah itu Benhadad, raja Aram, menghimpunkan seluruh tentaranya, lalu maju mengepung Samaria. Maka terjadilah kelaparan hebat di Samaria….  (2 Raja-raja 6:24-25)  Dalam situasi sulit seperti ini,  raja Yoram meyakini: … “Sesungguhnya, malapetaka ini adalah dari pada TUHAN. Mengapakah aku berharap kepada …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Memanipulasi Sistem Hukum

Number of View: 0Raja Ahab dari Israel mengingini kebun anggur Nabot, tetangganya.  Atas nasihat Izebel, isterinya, dimanipulasilah suatu tuduhan penistaan agama dengan menghadirkan dua saksi palsu: “Kemudian datanglah dua orang,…. Orang-orang dursila itu naik saksi terhadap Nabot di depan rakyat, katanya: “Nabot telah mengutuk Allah dan raja.” Sesudah itu mereka …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Politik Berkedok Agama.. Ahh!

Number of View: 0Raja Rehabeam (raja Yehuda) memerintah di Yerusalem dan raja Yerobeam (raja Israel) memerintah di Samaria.  Ada persaingan politik di antara keduanya yang menimbulkan keputusan politik yang berkedok agama: “Maka berkatalah Yerobeam dalam hatinya: “…. Jika bangsa itu pergi mempersembahkan korban sembelihan di rumah TUHAN di Yerusalem, maka….  …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Dengan Engkau, Aku Berani Maju!

Number of View: 0Daud bersyukur kepada TUHAN karena TUHAN telah melepaskannya dari segala cengkeraman musuhnya. Ini keyakinannya: “Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dengan Allahku aku berani melompati tembok.” (2 Samuel 22:30)  Koq Daud berani yha…untuk hadapi gerombolan dan tantangan apapun…???    Ini rahasianya…!!  Daud hadapi semua tantangan “..dengan  Engkau…dengan …

Read More »

Refleksi Hidup Berbangsa: Kebetulankah Ini?

Number of View: 0“Di seluruh Israel tidak ada yang begitu banyak dipuji kecantikannya seperti Absalom…. Apabila ia mencukur rambutnya…. maka ditimbangnya rambutnya itu, dua ratus syikal beratnya (= 2,28 kg),….”  (2 Samuel 14:25-26) Tapi…pada waktu Absalom makar dan melarikan diri… kebetulan..  : “…tersangkutlah kepalanya pada pohon tarbantin itu,...” (2 Samuel …

Read More »